pelawak itu suami ku

pelawak itu suami ku
Kenangan terindah


__ADS_3

Setelah mengenalkan rianty kepada para pelayan di rumah ferdi kepala pelayan itu di ajak rianty untuk menemani nya berkeliling


"Dengan senang hati nona" kepala pelayan itu mengangguk sopan


"Oh iya.. aku harus memanggil mu apa. Masa aku memanggil mu ibu kepala" tanya rianty karena menurut rianty usia mereka tak jauh berbeda mungkin hanya berselisih beberapa tahun saja.


"Terserah nona mau memanggil saya dengan sebutan apapun, tapi perkenalkan nama saya nadira larissa" memperkenalkan dirinya.



"Ooh.. ya aku panggil saja nadira bagaimana,?" rianty menepuk bahu nadira.


"Terserah nona" nadira mengangguk sopan.


Mereka berbincang ringan selama berjalan,tanpa mereka sadari langkah nya menuntun membawa mereka ke sebuah taman di belakang rumah


"Eeh.. Ini taman ya.? Indah sekali" rianty berlari kecil ke arah taman.


Entah kapan terakhir rianty bermain ke taman , rianty mengingat kenangan waktu kecilnya, dia sering bermain di taman kota bersama nenek tercinta nya..


Tanpa sadar rianty berjongkok menulis nama nya di atas tanah RIANTY MISS U NENEK .


Nadira langsung bergegas mendekati rianty "Nona kenapa?" tanya nadira panik, namun tak ada jawaban dari rianty.


Rianty semakin terisak tangis, nadira sangat panik melihat rianty semakin terisak.

__ADS_1


Nadira tanpa pikir panjang langsung berlari ke dalam rumah untuk mencari jeky.


Nadira berlari sangat cepat dia tak menghirau kan sekitar nya.


"Maaf tuan" nafas nadira terengah-engah karena sudah berlari dari luar kedalam rumah dengan jarak yg cukup jauh.


"Kenapa kamu.? kemana rianty" jeky bertanya karena menurut pelayan yg di tanya jeky tadi rianty bersama kepala pelayan.


"Nona rianty tuan" nadira menunjuk ke arah taman dengan nafas yg belum bisa di atur.


Jeky pun berlari meninggalkan nadira, dia takut terjadi apa-apa dengan rianty.


Jeky pun sampai di taman tempat rianty berada, jeky melihat di hadapan nya ada seorang gadis yg sedang menangis terisak.


"Keluarkan lah bila membuat hati mu lega". ucap jeky berjongkok menemani rianty yg sedang duduk tertunduk di atas lutut nya.


Jeky tanpa sadar mengusap air mata rianty yg mengalir deras dari mata sampai ke ujung pipi.


"Jangan menanggung beban sendirian rianty, cerita kan semua nya maka hati mu akan jauh lebih baik" ucap jeky menenangkan


" Ne..nenek " tangis rianty semakin pecah


Jeky hanya menatap prihatin, "Aku akan menghapus luka mu rianty,aku berjanji" gumam jeky di dalam hati


"Hey.. sudah lah rianty kamu sangat jelek bila sedang menangis" ucap jeky dan menghapus kembali air mata rianty

__ADS_1


Rianty tak bicara sepatah kata pun dia hanya menepis tangan jeky.


"Ya sudah... cup..cup..cup jangan nangis ya. nanti aku beli kan permen ya adek manis" rayu jeky kepada rianty


"Emang nya aku anak ingusan" jawab rianty jutek di iringi segukan.


"Nah loh.. Anak ingusan hehe itu ingus mu keluar" jeky tersenyum meledek.


Rianty tersentak memegang dan mengusao hidung nya,,


jeky pun tergelak menahan tawa karena perbuatan lucu rianty


"Apaan siihh" rianty langsung menarik lengan baju jeky dan mengusap kan ke hidung nya


"Iiiihh .. ini apa ih.. kamu jorok sekali" jeky menekukan halis nya geram


"Iya itu ingus ku.. seharus nya kamu berterima kasih" ucap Rianty bangga


"Ooh.. iya terimakasih atas ingus mu yg berharga ini nona kuno , aku akan memamerkan nya ke semua orang,, horeee.." bibir jeky mendumel dan mata nya bergerak ke kiri dan kanan.


"Biasa aja dong.. Bibir mu seperti paruh bebek" rianty sedikit tersenyum dengan reaksi jeky karena ingus nya


"Idiihh berani nya kamu meledek ku , awas saja ya" jeky pun mencubit pipi rianty


"apa sih.. Kamu mencari kesempatan saja" rianty menepis tangan jeky

__ADS_1


jeky hanya tersenyum dan menatap dalam wajah rianty, mereka pun beradu tatap , wajah rianty memerah karena gugup..


"haha wajah mu seperti ubi rebus rianty" ucap jeky membuyar kan lamunan rianty


__ADS_2