
tersentak jeky langsung membalik kan kursi dan badan nya.
"kamu" jeky sangat kaget dan langsung berdiri
"hah" rianty tak kalah bingung dari jeky.
"kenapa orang aneh seperti mu ada di setiap tempat sih" rianty mendengus kesal memalingkan wajah nya ke arah lain
"heyyy.. nona kuno.. aku kan bintang televisi,, ya pasti berada di mana saja.. kamu saja yg kuno dan tida tahu siapa aku"jeki tertawa sinis.
"HAHA bintang.. bintang jatuh mungkin maksud mu.. jatuh ke sungai lalu hanyut terbawa arus" tak mau kalah rianti membalas ucapan jeky dengan nada mengejek
sementara ibu,ayah dan ferdi hanya bengong melihat adu mulut antara jeky dan rianty,. sambil se sekali saling menatap heran
"jadi kalian sudah saling mengenal" ferdi berusaha melerai mereka
"TIDAK" mereka menjawab bersamaan..
"ko kamu malah ikut ikutan" mereka bicara yg sama..
"iiiiiihhh... bintang hanyut.. kamu eerrggghh" tangan rianty seperti ingin menerkam jeky.
__ADS_1
"ayo bu kita keluar" menarik tangan ibu
"maaf pa dengan ke kacawan yg putri saya buat" pa mushab menudukan kepala nya.. sedangkan rianty sudah kelur ruangan dengan menarik ibu
"apa kan ini rianty anak ku.. sudah lama ibu rindu dengan sikap mu seperti ini na" haru ibu dalam hati ber gumam..
"sudah lah paman ... aku bosan di sini aku ingin mencari udara segar" jeky pun keluar ruangan
"pa mushab"... "iya pa" sigap ayah menjawab
"apa pa mushab se pemikiran dengan saya" ferdi merancang pemikiran dalam kepala nya
"tentang jeky dan putri pa mushab"
"ya pa saya pun berpikir seperti itu" sebelum ferdi menjelaskan ayah sudah tau kemana initi pembicaraan nya.
di tempat lain rianty sedang mengoceh kepada ibunya .
tak seperti keseharian rianty selama ini ,, yg biasanya merenung dan meratapi kesedihan
"tuh kan bu ibu lihat orang aneh yg mengaku bintang.. bintang hanyut dari sungai"
__ADS_1
ibu hanya menatap rianty nanar dgn senyum haru nya
"ibu kenapa sih hanya tersenyum.. aku bertemu dgn orang aneh itu pas tadi mau ke toilet" rianty menjelaskan kepada ibu dengan wajah di buat sekesal mungkin
"aku tak sengaja menabrak nya tadi.. trus apa coba,, dia menawari ku tanda tangan dan poto" "emang dia siapa" rianty mendengus dengan memaju kan bibir nya
"kamu ini na .. ada ada saja,,, tetap seperti ini ya na ibu senang" senyum merekah di wajah ibu
"iiiih ibu apa sih,, tida tau apa anak nya lagi kesal" tak paham dengan ucapan ibu rianti masih memasang wajag manyun nya
di tempat lain yg sepi akan keramaian jeky yg sedang bergumam sendiri
"kenapa sih wanita itu,, kuno sekali coba,, mana mungkin dia tida mengenal ku, secara aku kan bitang tertinggi di dunia hiburan" jeky membanggakan diri nya sendiri
"tapi dia juga manis kalau di lihat lihat apa lagi kalau lagi nyerocos heheh" jeky tersenyum sendiri
"iiihh jeky kamu kenapa .. kamu malah membayang kan nona kuno itu..iihhh" tersadar dalam hati jeky bergidik
"tapi tunggu dulu,, paman tadi bicara kalau putri pa mushab itu pendiam dan tak mau bicara kepada siapa pun.. tapi tadi..!! " jeky bingung sendiri dengan pertanyaan nya
" ataw jangan jangan dia tadi kesambet lagi ya... iihhh takut ..mending aku cari paman biar tida sendirian seperti ini" jeky lngsung pergi meninggal kan tempat sepi itu
__ADS_1