
setelah beberapa saat jeky pun siap dengan memakai jaket hoody hitam dan celana jeans,, rambut nya agak basah tersisir rapi..
" tampan nya aku ini.. " memuji diri sendiri di hadapan cermin seraya nemakai jam tangan di lengan kiri nya
" sebenarnya nya aku malas bertemu nona kuno itu.. kalau bukan paman yg menyuruh ku... aku ogah " menggerutu menuruni tangga
"jekjek sudah ku kirim kan alamat pa mushab ke hp mu" ferdi menyodorkan hp kepada jeky
jeky menerima nya "jadi paman tidak ikut.,?"
ferdi menggeleng,.
"cih... jadi apa bedanya aku dengan supir taxi online sekarang.. menjemput orang yg tak pernah aku kenal sebelum nya" gumam jeky dalam hati dan berjalan meninggal kan ferdi
di perjalanan perdi memikirkan keputusan nya.. " apakah ini keputusan yg benar untuk hidup ku,, aku harus menikah dengan wanita yg tak pernah aku kenal.. bahkan rumah nya pun aku tidak tau " bingung jeky berpikir di dalam mobil..
komplek mustika no 116 alamat yg di berikan ferdi untuk jeky.. dan sebentar lagi mobil jeky sampai di komplek perumahan elit itu..
******
di tempat lain seorang gadis manis nan cantik sedang menyisir rambutnya di depan cermin.. dengan riasan ringan rianty tampak mempesona,, ia memakai kemeja putih dan rok mini warna hitam tak lupa wedges berwana senada dgn baju
__ADS_1
" pasti hari ini hari sial ku yg pertama " rianty menghela nafas berat
tin..tin... suara kelakson terdengar dari luar rumah.. security pun membukakan gerbang.. " maaf pa mau bertemu dengan siapa.,? " tanya security karna tak mengenali jeky
" saya mau bertemu nona kuno.... ehh maksud saya rianty" jawab jeky
"ooohh nona rianty.. pasti mas ini mas jeky kan calon suami nya nona rianty" senyum security hormat
di balas senyum dan anggukan jeky
" mas..mas emang saya mas tukang baso apa.." gumam jeky dalam hati
gerbang pun di buka lebar dan mobil berhenti di depan pintu teras rumah rianty
bi ijah tersenyum " silah kan den masuk "
"haaahh.. den.. apa selanjutnya aku akan di panggil prabu atau kisanak.. hadeeehh" jeky membatin sendiri.. karna di rumah ferdi dia selalu di panggil tuan oleh pelayan,security,penjaga bahkan tukan kebun
baru kali ini dia di panggil dengan nama berbeda beda... " silah kan duduk den " jeky hanya membalas nya dengan senyuman
tak lama bi ijah meninggalkan jeky., ayah dan ibu muncul.. "aduuh na jeky sudah sampai " ucap ibu ramah.. "sudah lama na jeky.?" ayah menimpali
__ADS_1
" tidak.. pa ,bu .. saya baru saja duduk " jawab jeky dan manyalami tangan calon ayah dan ibu mertua nya itu
mereka pun duduk ber tiga di ruang tamu di bumbui obrolan ringan.. " ibu panggil dulu rianty ya.." ibu beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju kamar rianty
tidak berselang lama ibu membawa rianty turun dari kamar nya " tuh rianty sudah turun " ayah menujuk ke arah tangga dan ke arah rianty
" haaaahh.. cantik nya dia " gumam hati jeky.. " ihhh apa sih kamu jeky... sadar jeky.. dia itu nona kuno yg cerewet dan menyebal kan " memaki diri nya sendiri..
"na jeky kenapa bengong seperti itu" ayah bicara dan menepuk punggung tangan jeky.. menyadarkan jeky dalam lamunan nya..
" tidak pa saya tidak apa apa" jawab jeky terkejut
sementara rianty memandang jeky dengan tajam seperti panah yg akan menusuk mangsanya..
" kami langsung berangkat pa,,bu " ajak jeky agar rianty tak banyak bicara
"sebentar aku akan pergi bersama pa rahmat" tahan rianty
"aku juga bisa menyetir nona kuno" jawab jeky
" tidak.. aku tak mau berdua saja dengan mu bintang hanyut,. bisa jadi kan kau meninggal kan ku di pinggir jalan yg sepi" rianty berpikir negatif
__ADS_1
" apa,? emang aku sebajingan itu apa..? aku itu lelaki sejati,, mana mungkin aku menurun kan mu di pinggir jalan,, apalagi kamu nona kuno yg tida tau apa apa " kesal jeky protes
" tida... pa rahmat ayo ikut aku" pa rahmat yg sedari tadi berdiri dari kejauhan ,, mengangguk dan mengekori langkah rianty