
Jeket hoodie berwarna putih pun seketika berubah menjadi merah karena cucuran darah segar dari kepala jeky
Ferdi yg sangat panik tak bisa berpikir jernih dia menggendong jeky yg penuh dengan darah ke dalam mobil nya.
"Apakah lebih baik kita menghubungi ambulance pa" usul pa mushab sembari membawa keluar putri nya dari dalam mobil yg penyok itu
"Persetan dengan ambulance, kita langsung bawa saja ke rumah sakit, sebelum semua terlambat" teriak ferdi panik dengan cucuran air mata
"Baik pa" jawab pa mushab dan memasukan rianty ke dalam mobil ferdi.
Kepanikan terjadi selama perjalanan, ferdi sangat menghawatir kan jeky.
"Bertahan lah jeky . kita akan segera sampai" ucap ferdi cemas
pa mushab yg berusaha agar tidak terlihat panik , walau hatinya sangat cemas akan keselamatan putri nya.. karena pikir nya kepanikan hanya akan membuat semua jauh lebih buruk.
Mobil melaju dengan kecepatan lumayan tinggi , menuju rumah sakit cahaya harapan, salah satu rumah sakit yg berada dalam naungan ferdi.
***
Mobil ferdi pun tiba di depan teras rumah sakit, dengan sigap tim medis menghampiri kedatangan mobil ferdi, karena di perjalanan pa mushab sudah menelpon pihak rumah sakit agar bersiap menangani rianty dan jeky.
__ADS_1
Ferdi dengan sigap keluar dan memangku jeky ke atas brankar , sama hal nya dengan pa mushab yg menggendong rianty
Ferdi dan pa musahab ikut membantu mendorong brankar ke ruang IGD
Dokter menahan ferdi dan pa mushab untuk masuk.
"Maaf tuan anda bisa tunggu di sini, kami akan bekerja keras untuk menyelamatkan pasien". ucap dokter yg menghalang ferdi dari pintu.
"Lakukan apapun untuk menyelamatkan nya" wajah ferdi sembab karena tangis selama perjalanan.
"Baik tuan" anggukan dokter yg menutup pintu IGD.
"Ayah dimana rianty, bagaimana keadaan nya" tanya ibu yg menghampiri tempat pa mushab dan ferdi. Dengan air mata yg tak bisa di tahan.
"Rianty sedang di tangani dokter di talam bu" jawab ayah menenangkan ibu dan memeluk nya.
"Apa yg terjadi yah sampai rianty seperti ini" tanya ibu "Terus jeky di mana" tersentak ibu teringat akan menantu nya
"Jeky pun sama bu,, Mereka menabrak pohon di pinggir jalan,." jawab ayah
Ibu yg lemas dan tak kuat menahan tangisan akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Setelah satu jam akhirnya dokter keluar. Ferdi langsung mendekat dan bertanya "Bagaimana.?"
"Pasien perempuan tidak apa-apa , dia hanya syok dan sekarang bisa di pindah kan ke ruang rawat, " pa mushab bernapas lega karena putri nya tidak apa-apa.
"Terus dengan keponakan saya jeky,?" wajah ferdi tegang
"Pasien mengalami pendarahan yg cukup hebat di area kepala,. dia mungkin tidak punya harapan" dokter menjelaskan dengan nada kecewa
TEGG tubuh ferdi lemas mendengar penjelasan dokter , tubuh nya ambruk di atas lantai.
"Apa tidak ada cara lain hah.. bila perlu datang kan dokter di seluruh dunia untuk menyelamatkan jeky" ucap ferdi getir memukul lantai dengan tangan nya
"Ada tuan.. Ada satu kesempatan lagi untuk kami melakukan tindakan operasi" .
"Baik lah lakukan apapun" jawab ferdi tegas
"Tapi tuan operasi ini tidak main-main , bila pasien kuat maka operasi ini akan berhasil. Namun bila pasien tidak kuat atau lemah maka taruhan nya nyawa pasien itu sendiri" dokter menjelaskan
"Baik lakukanlah, aku yakin jeky anak yg kuat" ferdi memutuskan
Rianty sudah di pindah kan ke ruang rawat sedangkan jeky di tempat kan di ruang ICU
__ADS_1