pelawak itu suami ku

pelawak itu suami ku
Kenyataan pahit


__ADS_3

Di lorong rumah sakit rianty bejalan dengan semua pemikiran nya.


"Dimana handphone ku" Rianty mencoba mencari handphone nya di dalam tas.


Rianty mengingat kembali dimana terakhir dia memakai handphone nya "Oh iya.. handphone ku di atas meja.. di ruangan jeky" rianty berbalik ke arah ruangan jeky untuk mengambil handphone milik nya.


***


"Handphone siapa ini?" jeky mengambil handphone rianty yg tergeletak di atas meja.


Jeky mengambil dan menyalakan handphone rianty, terlihat jelas layar handphone rianty terpasang foto rianty saat menjadi pengantin yg sangat cantik.


"Ini wanita yg tadi bukan" jeky mengingat kembali rianty saat dia baru tersadar tadi


"Dia...AAARGGHH" sekelebat dia mengingat pernikahan nya bersama rianty walaupun samar-samar.


"Ada apa dengan ku ? Aarrgghh... sakit sekali" jeky kembali mengerang kesakitan.


Sampailah rianty di depan pintu ruangan jeky, rianty ragu untuk masuk karena takut merasakan kembali menjadi orang asing untuk jeky.


"Ayo rianty, dulu kamu orang asing untuk jeky dan sekarang pun sama, apa yg kamu takut kan." gumam rianty dalam hati nya memberanikan diri untuk masuk.


CKREEK.. Pintu terbuka ringan, rianty melihat jeky yg sedang kesakitan dan memegang handphone milik nya.

__ADS_1


"Kamu kenapa bintang hanyut? " rianty menghampiri khawatir .


"Siapa kamu sebenarnya" tanya jeky melotot ke arah rianty dengan nada keras karena menahan sakit di kepala nya.


Rianty hanya tersentak kaget, pikiran nya kosong tak bisa di arti kan. rianty hanya menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya ingin membawa ini" rianty langsung merebut handphone nya dari tangan jeky.


Rianty pun melangkah ke arah pintu untuk keluar, mata nya mulai berkaca-kaca "kenapa hati ku sakit seperti ini sih?" gumam Rianty.


"TUNGGU" teriak jeky menghentikan langkah rianty.


"Sebenarnya siapa kamu,? kenapa kamu memanggil ku dengan sebutkan bintang hanyut" jeky bertanya lebih lembut karena kepala nya sudah mulai membaik.


"Kenapa.. kenapa aku merasa bersalah seperti ini" gumam jeky dalam hati nya melihat mata rianty berkaca-kaca.


"Maafkan aku.. tadi aku berteriak pada mu, ayo duduk lah" ucap jeky menujuk kursi di sebelah nya.


Rianty melangkah menuruti apa yg jeky mau.


Rianty duduk di sebelah jeky tanpa berbicara sepatah kata pun, dia merasa seperti orang asing di depan jeky.


"jadi kenapa kamu menyebut ku bintang hanyut,? apa sebelum nya kita pernah kenal" tanya jeky penuh harap.

__ADS_1


Rianty hanya memandang jeky tanpa berkedip, dia tak percaya bahwa jeky melupakan nya.


"Bintang hanyut apa kamu benar-benar melupakan ku.. aku ini nona kuno mu" gumam rianty dalam hati membatin dan tak kuasa berbicara.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? " tanya jeky heran dengan tatapan rianty


"Kembali lah seperti jeky yg aku kenal, jadi lah bintang hanyut seperti dulu.. " ucap rianty penuh harap


"Apa maksud mu" jeky tertawa bingung.


"Kamu tak pernah mau mengalah bintang hanyut, itu lah kebiasaan mu"


"Apa kamu ingat,? kamu selalu memanggil ku nona kuno" rianty meyakinkan, mata nya mulai meneteskan air mata.


Jeky tanpa sadar mengusap air mata rianty dengan tangan nya.


"kamu ingat bintang hanyut" rianty tersenyum berharap jeky mengingat nya.


Jeky gelagapan karena bingung dengan perlakuan nya kepada rianty "kenapa aku bisa sangat peduli dengan wanita ini ya.. ingat rania jeky ingat rania.." gumam jeky dalam hatinya tersadar.


"Maaf aku terbawa suasana" jeky melepaskan usapan jari nya dari rianty.


Rianty hanya menunduk kecewa.

__ADS_1


__ADS_2