
"kamu harus banyak bersabar rianty" senyum ferdi..
rianty hanya menatap kesal ke arah jeky yg berjalan meninggal mereka..
jeky memutuskan pergi meninggalkan mereka terlebih dahulu.. karena tidak ingin ferdi atau yg lain mekihat nya bersedih..
******
" selamat datang di rumah baru mu rianty " ucap ferdi membuka kan pintu rumah nya kepada rianty
rianty dan ibu hanya mematung di ambang pintu,, karna baru pertama bagi mereka memasuki rumah yg sangat besar bak istana..
" apa benar aku akan tinggal di sini,, apa aku tidak akan tersesat" gumam rianty..
ibu hanya membayang kan .. rumah nya brsar namun ini jauh lebih besar..
" ibu tenang saja.. aku akan menjamin kehidupan dan keselamatan jeky dan rianty " ferdi bicara karena melihat ibu bengong
" oh..iya.. pa ferdi terimakasih " ibu tersadar dari lamunan nya
tak beberapa lama muncul dua orang pelayan menghampiri mereka..
"bawa barang barang nona ke kamar baru nya" perintah ferdi kepada dua pelayan itu..
" baik tuan " jawab kompak dua pelayan
mereka berjalan ke arah ruang tamu.. dan duduk berbincang ringan..
__ADS_1
" oh iya rianty.. kalau kamu bosan dan kamu ingin bertemu orang tua mu.. silah kan kamu boleh berkunjung ke rumah lama mu " ferdi mengijin kan
" terimakasih pa ferdi" ucap rianty dan di sambung senyuman oleh ibu..
" kamu mau melihat kamar baru mu rianty.,? silah kan.," ferdi menepukan tangan nya dua kali dan muncul lah seorang pelayan..
"antar nona ke kamar baru nya" ucap ferdi di balas anggukan pelayan itu
" mari nona ,, ikuti saya " pelayan itu mempersilakan..
rianty pun mengikuti pelayan itu dari belakang..
" cih.. aku seperti akan menginap di hotel saja " gerutu di dalam hati rianty
mereka sampai di salah satu pintu kamar yg besar.. " maaf nona ini kamar anda " pelayan itu menunjuk dan mempersilakan rianty untuk masuk
" iya terimakasih.. aku boleh masuk " tanya rianty
" silahkan nona,, kapan pun anda mau .. saya mohon undur diri " pelayan itu menunduk
" oh iya aku kira kamu akan mengantar ku ke dalam " ajak rianty
" tidak nona.. saya tidak berani" pelayan itu menolak..
" oh... iya kamu boleh pergi" rianty mengijinkan pelayan itu pergi..
rianty membuka pintu kamar nya setelah pelayan itu berlalu pergi..
__ADS_1
" astaga... ini benar kamar ku.. " rianty berdecak kagum melangkah dan mata nya menelusuri kamar.. bahkan kamar itu empat kali lipat lebih besar dari kamar rianty sebelumnya..
" kamar ku besar.. tapi ini jauuuuhh lebih besar " ucap rianty berjalan menyusuri kamar besar itu..
di bawah shower seorang yg sedang membersihkan badan nya.. tak mengetahui bahwa ada orang yg masuk ke dalam kamar nya...
ckereekk... pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah jeky hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang nya...
rianty yg sedang terpaku menatapi isi kamar tersentak kaget mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
" AAAAA..... sedang apa kamu di sini " rianty menutupi wajah nya dengan tangan
jeky tak kalah kaget menempel di dingding.. "seharusnya aku yg bertanya.. kenapa kamu ada di kamar ku"
"apa kamar mu..? kata pa ferdi ini kamar ku" rianty berteriak..
"sial.. paman ingin dia tidur sekamar dengan ku" geram di dalam hati jeky
" ya sudah.. aku Mengijinkan.. sekarang ini kamar kita" jeky berjalan dan menatap rianty yg sedang menutupi wajah nya
rianty hanya terdiam..dia berpikir kemana mana.. bila dia sekamar.. rianty takut jeky melakukan hal yg menjijikkan pada nya..
"jangan macam-macam kamu bintang hanyut" rianty bertekiak dari lama nya dia terdiam..
rianty berteriak dan membuka tangan nya.. rianty tersentak karena jeky tak lagi ada di hadapan nya..
" kemana dia " rianty mencari keberadaan jeky
__ADS_1