
Di satu tempat sepi dan gelap terdengar seorang wanita sedang di seret dua laki-laki berbadan kekar dan berbaju hijam lengkap..
"Lepas kan aku, siapa kalian . Aku tak pernah ada urusan dengan kalian" teriak rania kepada dua bodyguard ferdi
"Diam.. urusan mu bukan dengan kami tapi dengan tuan kami" ucap salah satu bodyguard dan terus menyeret rania masuk.
Di dalam seorang yg sedang menunggu duduk membelakangi pintu masuk, di sorot cahaya lampu remang, menambah suasana mencekam untuk rania
"siapa dia,seperti Nya aku mengenal Nya", gumam rania di dalam hati nya
"Tuan... kami sudah membawa orang yg anda cari" ucap keras satu bodyguard
Ferdi mengibas kan tangan nya ,tanda untuk kedua bodyguard itu keluar. anggukan mengerti dari kedua bodyguard itu dan langsung pergi meninggal kan rania yg mematung sendirian.
"Aku sudah memperingat kan mu wanita murahan" suara ferdi memenuhi ruangan sunyi itu.
TEGG... Rania mengenal jelas siapa pemilik suara itu..
"Apa maksud mu" tanya rania dengan badan bergetar hebat dan keringat dingin yg mulai membasahi badan nya
__ADS_1
"Kau bertanya apa maksud ku hah..." ferdi geram dan melangkah ke arah rania
PLAAAKKK... tamparan tangan ferdi mengenai pipi rania " Itu maksud ku.. "
"Aku sudah memperingati mu.. jangan sekali-kali lagi menemui jeky tapi kamu malah berani membantah ku hah.."
"Tapi itu bukan salah ku, jeky sendiri yg membanting setir Nya, hingga menabrak pohon" rania membela diri
"Hah.. mulut mu memang penuh dengan racun wanita murahan.. jelas kan itu nanti di pengadilan" ferdi meninggal kan rania sendiri di dalam ruangan itu.. tak lama ferdi keluar, banyak pihak kepolisian masuk dan membawa rania
"sial.. dia melaporkan ku ke polisi,, awas saja tunggu pembalasan ku" geram dalam hati rania
Di ruang ICU rianty menatap jeky yg sedang terbaring tak sadar kan diri dengan balutan perban di kepala dan terpasang beberapa alat bantu di tubuh nya.
Rianty merasakan rasa bersalah teramat besar kepada jeky karena pikir rianty semua yg menimpa jeky adalah kesalahan nya.
"Aku minta maaf jeky, semua ini salah ku. bila saja aku tak meminta mu untuk mengantar kan ku pulang , pasti semua ini tak akan terjadi." ucap rianty menyesal di dalam hati nya.
Rianty mendekati tempat tidur jeky dengan menggunakan korsi roda , rianty memutar kusri roda itu seorang diri, karna hanya satu orang yg boleh memasuki ruangan jeky.
__ADS_1
"Jeky aku minta maaf.." rianty menunduk dan terisak menetes kan air mata.
"aku mohon bangun, walau pun kamu tak mau mengalah dan sangat menyebal kan , tapi itu lebih baik dari pada kamu seperti ini bintang hanyut." mata rianty semakin berkaca-kaca
"Kamu pernah berjanji kelingking dengan ku bintang hanyut, kau akan menjadi sehabat ku. sekarang aku butuh sebahabat seperti mu bintang hanyut.. ayo bangun lah aku minta maaf" rianty menggoyang-goyang kan tangan jeky namun tidak ada hasil jeky tetap belum sadar.
Satu jam berlalu rianty berada di ruangan jeky, hingga tak terasa rianty tertidur di sisi jeky..
"Maaf nona" suara perawat membangunkan rianty dari tidur nya.
"Tuan jeky akan ada operasi setengah jam lagi, jadi kami harus mempersiap kan tuan jeky ke ruang operasi" jelas perawat kepada rianty
"Apa operasi.?" rianty kaget mendengar kabar dari seorang perawat itu
"Kenapa dia harus di operasi? memang luka nya sangat parah hah.." ucap rianty cemas .. rasa bersalah nya semakin bergejolak memenuhi hati nya..
"Iya nona operasi ini , menentukan hidup dan mati tuan jeky" jawab perawat kepada rianty
TEEGG.. wajah rianty berubah menjadi pias dan mulut nya tak lagi bisa berkata-kata.
__ADS_1