
Seminggu setelah kejadian di kepolisian banyak media yg ingin meliput keadaan jeky saat ini.
Tak bisa di pungkiri memang jeky adalah tokoh pigur, yg semua cerita kehidupan nya selalu di buru para media.
"Kak jeky apa yg terjadi" , "Kenapa bisa mengalami kecelakaan, "Ka jeky bagaimana kejadian kronologis nya" itulah sederet pertanyaan wartawan yg mengerumuni jeky, di depan rumah sakit.
Memang hari itu adalah waktu jeky untuk cek up, dia di temani ferdi.
"Kenapa mereka menyerang ku paman.?.. tolong aku paman" jeky menyeringai kaget.
"Ini kan hal biasa untuk mu jeky, ini keseharian mu". ucap ferdi di iringi senyum kecil di bibir nya.
"maksud paman,?" tanya jeky bingung sambil menghindari wartawan yg bertanya dengan menyodorkan mik ke hadapan nya.
Ferdi hanya tertawa kecil melihat jeky yg di desak pertanyaan oleh para wartawan.
"Ayolah paman, tolong aku" jeky yg sudah kesal dengan kerumunan wartawan yg mengelilinginya, bahkan jeky tidak bisa bergerak sedikit pun.
"Maaf teman-teman media semuanya, jeky perlu cek up ke dalam, saya harap semua bisa mengerti" suara lantang ferdi mengalah kan suara para wartawan.
Sekejap para wartawan itu pun berhenti bertanya dan memberi ruang jeky untuk masuk ke dalam rumah sakit.
"Ya ampun paman , bisa mati aku kalau paman tadi tidak bicara" ucap jeky sembari menarik tangan ferdi masuk ke dalam.
"Ada apa dengan mereka paman, memang di kota ini sudah kehabisan artis., sehingga mereka memburu ku" tanya jeky kesal
__ADS_1
"Ya jelas mereka memburu mu, kamu kan pelawak terkenal di kota ini" jawab santai ferdi dengan langkah tenang menusuri koridor rumah sakit.
"apa,?" jeky berhenti kaget
"paman bercanda, mana mungkin aku menjadi pelawak? melawak pun aku tidak bisa"
"Hahhhh.. kamu itu pelawak jeky, kamu menjadi pelawak karena sakit hati dengan rania yg pergi meninggalkan mu" ucapan ferdi membuat jeky kebingungan.
"Aaahh mana mungkin" jeky mendengus tidak percaya.
"Selamat siang tuan" sapa ramah dokter yg menangani jeky.
Dan di jawab anggukan oleh mereka berdua.
"Bagaimana apa ada kemajuan?" tanya dokter
"Seperti yg anda lihat dok, jeky belum ada kemajuan sedikit pun" ucap perdi melihat ke arah jeky.
"Sebaiknya tuan harus sering melatih ingatan tuan jeky, dengan hal-hal kecil dulu"
"Sudah saya coba dok, tapi nihil"
Sejenak waktu terasa hening karena tidak ada satu pun yg berbicara, hanya terdengar suara decitan kursi yg jeky putar sedari tadi.
Brrraakkkk... Jeky terguling dari kursi nya dan tersungkur di atas lantai.
__ADS_1
Sontak membuat dokter dan ferdi kaget, dan beranjak menolong nya.
"Kamu apa-apaan sih jeky" ferdi berusaha membangun kan badan jeky
"kamu tidak apa-apa.?"
"Tidak paman" jawab jeky memegangi kepalanya..
Hahah.. itulah hiburan terlucu untuk ku,....
sentak bayangan rianty muncul di kepala jeky, saat pembukaan super market di kota XXXX
"AAARRRGHH,, kepala ku sakit paman"
"Itu kamu ,karena tidak hati-hati"
"Kenapa dia bertepuk tangan dan menertawai ku paman, siapa sebenarnya wanita licik itu paman .? ARGGHHH"
"Wanita licik? maksud kamu rianty"
"Aku ingat, dia menertawai ku di acara pembukaan super market itu paman".
Ferdi hanya tersenyum haru,
semoga ada titik terang, jeky bisa mengingat semua nya.
__ADS_1