
Detik demi detik di lewati ferdi menunggu kesadaran jeky.
Bahkan ferdi tak memperdulikan dirinya sendiri dia terus menunggu jeky tersadar dari tidur nya.
" Pa ferdi biar saya yg menemani jeky
pa ferdi sudah dua hari tidak pulang pa" ucap rianty masuk ke dalam ruangan dengan kondisi sudah mulai membaik.
"Tidak rianty aku akan menunggu nya" jawab ferdi tak mau bergeser dari duduk nya.
"Percaya lah pa bila jeky sadar aku akan langsung menghubungi pa ferdi"
ferdi berpikir sejenak " Baik lah karena kamu istri dari jeky, aku percaya kan dia pada mu rianty, tolong jaga dia" ucap ferdi serius dan berdiri dari duduk nya
"Iya pa" rianty mengangguk sopan
Ferdi keluar dengan berat hati meninggal kan jeky yg belum tersadar.
"Bintang hanyut ayo dong sadar, buka mata mu. Kamu tidak lihat hah.. paman mu sangat menghawatirkan mu" ucap rianty melihat ke arah jeky.
"Hmmmm" rianty menghela nafas nya keras dan duduk di samping jeky
__ADS_1
"kamu tau bintang hanyut , selama dua hari ini aku juga menghawatirkan mu"
"Tapi kamu jangan senang dulu, aku menghawatirkan mu karena aku merasa bersalah dan yg pasti kamu itu adalah teman ,sahabatku satu-satunya . jadi cepat lah sadar" rianty bicara tiada henti berharap jeky mendengar dan membalas ucapan rianty.
"Kamu tau kan dari pertama kita bertemu kita tidak pernah akur, karena apa ? karena kamu sangat menyebalkan" dengan wajah khas rianty mendumel.
"Tapi akhir-akhir ini kamu berubah bintang hanyut, kenapa.?" rianty bertanya apa yg menjadi pertanyaan dalam hati nya selama ini.
"Setelah perjanjian kelingking itu, kamu banyak berubah, dan aku sadar kamu adalah orang baik bintang hanyut, maafkan aku karena sering mengerjai mu" ucap rianty menyesal.
Rianty termenung beberapa saat menyesali perbuatan nya selama ini kepada jeky.
"Eeehh apa.. apa aku tak salah melihat.. kamu tadi menggerakkan jari mu" rianty kaget dan berusaha menggoyangkan tangan jeky.
"Ra..niii..aaa" suara jeky terdengar sangat pelan walaupun mata nya tertutup
Rianty yg mendengar suara jeky terkejut.
"Hah.. kamu bicara apa bintang hanyut" rianty mendekat kan telinga nya ke arah jeky
"Ra..nia" ucap jeky jelas terdengar oleh rianty
__ADS_1
"Rania, bukan kah itu nama mantan kekasih jeky yg mencelakai kami malam itu ya" gumam rianty dalam hati nya bingung
"Dokter...Dokter.." panggil rianty keras ke arah pintu keluar
seorang dokter jaga pun berlari menghampiri rianty
"Dokter.. itu jeky tadi bicara,sepertinya dia sudah mulai sadar dok." ucap rianty kepada dokter yg masuk ke dalam ruangan jeky
"Biar saya periksa dulu" dokter pun memeriksa keadaan jeky
"Ya benar pasien mulai membaik dan mungkin akan segera sadar, " dokter tersenyum ke arah rianty
"Syukur lah dok terimakasih" rianty mengangguk sopan ke arah dokter.
"Saya kembali ke ruangan saya, permisi" dokter pamit dan di jawab anggukan oleh rianty.
"Aku harus segera memberi tahu pa ferdi" gumam rianty mengeluarkan smartphone dari tas nya.
tuuutthhhh.. rianty menghubungi ferdi dan tak lama ada sahutan dari sebrang sana
" Apa yg terjadi dengan jeky rianty, katakan" ferdi langsung bertanya tanpa mendengar rianty bicara sepatah kata pun.
__ADS_1
"Maaf pa ferdi, saya hanya ingin memberi tahu pa ferdi. Sekarang jeky mulai membaik, dan dokter mengatakan mungkin jeky akan segera sadar..." rianty belum menyelesaikan ucapan nya tersentak karena ferdi langsung mematikan sambungan telpon nya.