
dua hari berlangsung cepat setelah ayah memberi tau rianty tentang undangan ferdi, hari ini pembukaan pusat perbelanjaan di kota XXX
Rianty bersiap di kamar nya dia mengenakan gaun anggun berwarna merah marun dan mengikat tinggi rambut nya.
selesai nya bersiap rianty langsung turun menemui ibu dan ayah
"wah cantik nya putri ayah ini, apalagi bila di iringi senyum manis" ayah menatap kagum kepada putri nya itu
namun rianty hanya menunduk diam,
"semua sudah siap yah,kita langsung saja berangkat" ibu mengajak menggandeng rianty untuk berangkat
\*\*\*\*\*\*
sesampai nya di tempat pembukaan rianty merasa risih karna banyak orang yg datang.
"bu aku ke toilet"
"mau ibu antar"
"aku sendiri saja bu" . rianty pun pergi tergesa dan menundukan kepala
"seharusnya aku tida datang ke tempat ini" gumam hati rianty menyesal
BBRRUUGG.... rianty menabrak punggung seseorang di depan nya
__ADS_1
"heeyy... ada apa nona kenapa kau terburu buru.. mana kertas dan pena mu"
"maksud mu..?"
"iya tanda tangan.. atau kamu mau poto" dengan pd nya jeky bicara di depan rianty
"apa kamu gila,, aku mau ke toilet bukan minta tanda tangan atw poto dengan mu" riany bingung dengan orang di hadapan nya
"heyy.. apa kamu tida tau siapa aku hah"
"tida.. emang siapa kamu" dengan polos nya rianty bertanya
"ya ampun apa kamu di rumah tida punya tv atw apa" jeky mulai kesal
"hhmm sukur aku tida tahu siapa kamu,, kalau aku tahu pasti aku menyesal" rianty lngsung meninggal kan jeky dari tempat nya
"terserah" rianty menggerutu sendiri
stelah sekian lama rianty tida bicara dengan orang lain baru kini rianty mau adu mulut walau dia tida mengenal nya sama sekali
setelah percekcokan antara rianty dan jeky, rianty kembali ke dekat ibu ,
rianty mengurunhkan niat nya untuk ke toilet.
"mending aku kembali dari pada aku bertemu orang aneh itu lagi" hati rianty terus mengumpat jeky
__ADS_1
"ada apa na,, wajah mu terlihat kesal sekali.. tida ter jadi apa pun kan" ibu sembari membelai wajah rianty cemas
rianty hanya menggeleng kan kepala..
"ibu tida perlu tau aku bertemu orang aneh itu" bisik rianty dalam hati nya
ayah datang mengampiri rianty dan ibu..
"ayo.. kita di tunggu pa ferdi.. pa ferdi inggin bertemu dengan kalian". rianty pun mengikuti langkah ayah
di satu ruangan pribadi dua orang laki-laki yg sedang duduk dan bercanda kecil..
"jekjek nanti jaga bicara mu saat keluarga pa mushab datang jangan sampai salah bicara"
"memang apa yg akan ku kata kan, wali kota dan para pejabat pun tertawa mendengar perkataan ku" jawab nya ringan
"kamu ini" ferdi pasrah apa yg akan keluar dari mulut jeky
TOK..TOK..TOK " ya silah kan masuk pa mushab" ferdi sudah tau siapa yg datang
"permisi pa.. maaf sudah membuat anda menunggu lama" dengan sopan ayah menunduk kan kepala di dekat pintu
"ya ... masuk lah" ferdi mempersilakan ayah untuk masuk ibu dan rianty masuk mengikuti ayah
jeky yg tida menyadari ke datangan rianty karna sibuk dengan smartphone nya,. begitu pun rianty karna menundukkan kepala Nya
__ADS_1
"perkenalkan pa ini istri saya maharani,, ini putri saya rianty azahra., yg kecil tida ikut karna harus sekolah" rianty dan ibu menyalami tamgam ferdi
"dan kenal kan ini keponakan saya jeky pratama" fedi menepuk bahu jeky yg duduk membelakangi mereka