
Mungkin kenangan rianty terhadap nenek nya tak akan pernah hilang , kenangan di taman seminggu yg lalu kembali membuka tabir kesedihannya betapa rianty merindukan sosok nenek yg dia sayangi.
Tapi di sisi lain rianty dan jeky sudah mulai berdamai walaupun masih di bumbui dengan adu mulut dan saling mengerjai satu sama lain.
Rembulan purnama menambah keindahan langit malam yg cerah tanpa awah hitam yg menghalangi..
Seorang gadis cantik dengan mengenakan piama nya berdiri di atas balkon sebuah rumah mewah , dia menatap sang purnama dengan kagum
"Sedang apa kamu di sini" tanya jeky menghampiri rianty yg sedang berdiri di balkon
"bulan nya indah" ucap rianty tanpa menoleh ke arah jeky
"Kamu rindu kan dengan nenek mu" tanya jeky , dan hanya di jawab anggukan oleh rianty dengan mata berkaca-kaca
"Bayangkan saja bulan itu adalah nenek mu rianty, walaupun kamu tidak bisa menyentuh nya tapi bulan itu selalu bersamamu di mana pun kamu berada" ucap jeky mengusap punggung tangan rianty lembut.
"Kamu bisa bercerita,bisa menyapa,dan kamu juga bisa ngomel kepada nya. itu akan membuat mu lebih baik" jeky tersenyum menatap rianty
__ADS_1
"kamu benar. walaupun hanya memandang bulan hati ku merasa tenang seperti hal nya aku bersama nenek" wajah rianty tak berpaling dari bulan purnama
"Kamu tau jek,, aku sangat menyayangi nenek ku melebihi sayang ku kepada ibu dan ayah ku. dia yg merawat ku dari kecil dengan kasih sayang yg tulus" rianty menunduk dan terlihat tetesan bening keluar dari pelupuk mata nya.
jeky pun menenangkan rianty "ya nenek mu pasti sangat bangga sekarang karena melihat kamu tumbuh menjadi wanita yg sangat cantik,, tapi apa kamu tidak berpikir rianty pasti nenek mu sangat sedih melihat kamu seperti ini"
"Apa maksud mu" tatapan rianty tertuju ke arah jeky
"Ya... dengan kau bersikap seperti ini kamu akan membuat nenek mu di sana merasa sangat sedih rianty,, lihat lah orang-orang di sekitar mu, mereka sangat menyayangi mu" jeky menjelaskan dengan wajah penuh perhatian .
Rianty pun termenung dan mencerna semua yg di kata kan jeky, rianty pun menangis sejadi jadi nya dia teringat akan ayah dan ibu nya dan perlakuan nya selama ini
"Aku mau pulang jeky..aku mau pulang..ayah ibu maaf kan aku" rianty tanpa sadar merangul dan memeluk badan jeky dengan tangisan keras
Jeky kaget karena rianty memeluk nya .
untuk beberapa lama jeky mematung namun tangisan rianty membuat nya tersadar kembali
__ADS_1
"Sudah jangan menangis seperti ini, kalu memang kamu mau pulang , ayo aku antar" jeky menenangkan rianty dan mengelus kepala rianty lembut
"Kamu serius jek" wajah rianty mendongak menatap wajah jeky.
Jeky hanya tersenyum dan mengangguk
"Terimakasih jeky" rianty menguatkan pelukan nya
"Aduuhh kenapa dia jadi seperti ini ya" tanya hati jeky bingung dengan tingkah laku rianty.
"Tapi kamu baik-baik saja kan rianty" tanya jeky dan membuat rianty tersadar
Rianty langsung melepaskan pelukannya dengan rasa malu "Aduhh.. kenapa dengan ku.. kenapa aku bisa memeluk nya sih tadi" gumam rianty menyalahkan diri nya sendiri
"A..a..aku siap-siap dulu" ucap Rianty dengan terbata-bata
Rianty pun meninggal kan jeky dengan wajah merah padam. sedangkan jeky hanya berdiri bingung
__ADS_1