
setelah ibu keluar kamar rianty... rianty pun bingung dengan permintaan ibu dan ayah nya
" kenapa ibu meminta ku menikah dengan bintang hanyut itu sih... jangan kan menikah dengan dia,. bertemu pun aku sangat ogah" rianty ambruk dan tidur terlentang
hampir tiga jam rianty memikirkan itu sampai dia tida bisa tertidur
"heeyyyy.. kenapa aku tidak terpikir ya.. kalau aku menikah dengan nya aku kan bisa membalas kan kekesalan ku " rianty tersentak dengan ide gila nya itu
" aku tidak tau cara membalas nya.. tapi akan ku pikir kan nanti .. haha awas saja kau bintang hanyut.. akan ku balas nanti" rianty senang dgn rencana nya sendiri
rianty pun memutuskan kan untuk menerima pernikahan itu...
tanpa sadar rianty terlelap tidur dalam ambisi nya membalas jeky
********
mentari bersinar menembus jendela rianty.,
rianty mengeliat mengucek mata nya dan terbangun.. rianty terbangun menuju kamar mandi untuk membersih kan badan nya
rianty turun menemui ayah dan ibu untuk sarapan seperti biasa.,
__ADS_1
"selamat pagi ayah,ibu.. dan selamat pagi riko" rianty menyapa semua yg sedang duduk di meja makan
ayah dan ibu bingung,, karna tak biasanya rianty menyapa mereka
"selamat pagi rianty" ayah dan ibu kompak menjawab senang
"selamat pagi kak..." riko menatap senang ke arah kakak nya
"ayo kita sarapan na.. ibu masak nasi goreng" ibu menyinduki nasi ke piring untuk rianty dan menyerah kan nya
"terimakasih bu" ucapan rianty membuat ibu sumeringah
ayah menahan batin nya.. dia sangat ingin menanyakan tentang tawaran pernikahan kepada rianty,, tapi melihat ini semua ayah tidak ingin merusak suasana rianty yg sedang ceria entah kenapa
"soal tawaran ibu dan ayah .... aku setuju " rianti kembali menyuapi nasi kedalam mulut nya
" apa kamu serius rianty " ayah bertanya serius
"iya na,, ibu dan ayah tidak mekasa bila kamu tidak mau" ibu berusaha meyakinkan
"iya bu.. yah.. aku sudah memikirkan nya semalam.. dan aku setuju" jawab rianti sedikit acuh
__ADS_1
ibu dan ayah tersenyum bahagia., " baik lah na nanti ayah dan ibu akan bicara kepada pa ferdi dan menentukan waktu yg tepat untuk pernikahan kalian" ayah bersemangat
sarapan pun selesai ibu merapihkan meja makan di bantu bi ijah,, bi ijah adalah asisten rumah tangga di rumah rianty,, " sudah nyonya biar saya saja yg membawa nya ke dapur" bi ijah mengambil piring kotor dan yg lain nya dgn segan
"iya bi ... terimakasih" ibu tersenyum., dan bi ijah pun berlalu meninggal kan meja makan,,
"ayah berangkat dulu ya" ayah mulai berdiri
"kenapa berangkat yah... kan hari ini libur ahir pekan" riko bertanya
"ayah ada keperluan dengan pa ferdi" ayah tersenyum dan membelai kepala riko
ibu lngsung berdir dan merapih kan kerah kemeja suami nya " hati hati ya yah... beri tahu ibu kalau semua sudah pasti"
"iya pasti bu" ayah menatap ibu dan menoleh ke arah rianty
rianty yg tidak menyadari di perhatikan ayah.. dia hanya sibuk mengupas buah jeruk kesukaan nya.,
ayah pun berangkat mengendarai mobil menuju rumah ferdi..
setelah sarapan rianty kembali ke kamar nya., dan tak menghiraukan apa yg telah di sepakatinya tadi di meja makan..
__ADS_1
perasaan deg gegan,cemas dan risau biasanya di rasa kan oleh calon pengantin perempuan,. namun berbeda dgn rianty.. dia sangat antusias dengan pernikahan nya.,
bukan karna cinta atau ingin segera menjadi istri dari jeky.. tapi ambisi untuk balas dendam kepada jeky..