
"A..A..apa maksud paman" antara kaget dan bingung jeky bertanya terbata
"ya... kamu menikah dengan rianty putri dari pa mushab" ferdi berdiri dan menepuk bahu jeky
"hahah.. paman kalau bercanda jangan seperti ini.. tida lucu tau paman.. melawak di hadapan pelawk" jeky anggap ferdi sedang bercanda
"tida jek.. kamu harus berhenti bersandiwara dan segera menjalani kehidupan nyata.."
"lupa kan lah rania.. itu masa lalu.. jangan terus terpuruk dan bersandiwara seolah-olah kamu itu bahagia" ferdi menatap jeky kasihan
"aku sudah bicara dengan pa mushab tentang ini,, dan dia setuju .. karna aku lihat kalian membutuh kan satu sama lain" ucap ferdi tegas
"tidak paman... aku baik,,aku bahagia dengan kehidupan ku sekarang., masalah rania aku sudah melupakan nya... walau sakit nya tak pernah ku bisa lupakan,," jeky meyakinkan ferdi
"terusss... kenapa juga aku harus menikah dengan nona kuno itu... dan kenapa juga aku harus mau" jeky mendengus kesal ke arah ferdi
" karna dia membutuh kan mu jeky... bukti nya dia baru bertemu dgn mu dua kali ,, dia sudah tida murung dan mau bicara.. bukan itu kemajuan yg bagus" ferdi tak kalah meyakin kan
"bukan kah itu ikrar mu membuat seseorang tersenyum atas luka nya,,." ferdi mengingatkan tentang ikrar jeky
" dan inilah janji ku kepada kaka,, untuk membuat mu bahagia jeky" gumam hati ferdi
"baiklah paman... aku akan menikah dengan nya.. tapi aku punya satu syarat.."
__ADS_1
"apa" ferdi antusias dengan syarat jeky
"bila dia sudah tersenyum dan lupa akan luka nya .. aku ingin pernikahan kami di akhiri"
plleetaakkkk.... ferdi menjitak jeky
"dasar bodoh... terus bila dia sudah tertawa.. lalu kau meninggal kan nya dia masih bisa tersenyum hah.. bagaimana kalau dia kembali frustasi karna menjadi janda.. apa kau tida pernah memikir kan nya"
"aduuhhh..." jeky meringis
"tida paman,, setelah menikah aku tida akan pernah menyentuh nya.. akan ku buat dia sehabat dekat ku.. begitu pun dia menganggap ku.. jadi bila kita berpisah pun dia tidak akan rugi apa pun kan"
" tapi jeky ..." belum sempat ferdi bicara jeky sudah nemotong nya..
ferdi yg bingung mematung di dalam ruangan.. mencari smartphone nya..
Tuuuutthh..tuuutthhh... ferdi memanggil seseorang "pa mushab segera temui saya di ruangan" dan tak lain orang itu adalah ayah rianty..
"iya pa saya segera menemui anda" jawab dari seberang sana.. ferdi kmbali mematikan smartphone nya
* * * * *
TOK..TOK..TOK.. " Ya.. silahkan masuk" ferdi mempersilah kan untuk masuk
__ADS_1
CKREKK..." permisi pa" pa mushab masuk ke dalam ruangan..
"silah kan duduk pa mushab" " baik pa" pa mushab lngsung duduk di hadapan ferdi
" pa mushab jeky mau menikah dengan putri pa mushab" ferdi lngsung to the point
wajah pa mushab langsung sumeringah mendengar ucapan ferdi dan tersenyum..
"tapi jeky meminta syarat.."
"apa pa syarat nya" pa mushab penasaran
" dia akan mengakhiri pernikahan nya setelah rianty bisa tersenyum dan melupakan ke sedihan nya" fedi sedikit menunduk kecewa
ayah mendengar itu hanya bisa tertegun.. " terus bagai mana nasib anak saya setelah menikah pa.. mungkin dia akan bersedih karna di tinggal suami nya"
" tapi jeky .. akan membuat rianty hanya menganggap jeky sebagai sehabat nya bukan suami nya setelah menikah nanti pa.. jadi walau mereka sudah berpisah mereka tetap bisa menjadi sehabat" ferdi meyakinkan pa mushab
pa mushab terdiam dan berpikir...
hening tercipta di dalam ruangan pribadi itu..
" Baiklah pa.. saya terima syarat dari jeky.. kita lihat ke depan nya.. apa yg terjadi.." pa mushab dengan yakin menyetujui syarat dari jeky
__ADS_1