Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Kematian Ibunya!


__ADS_3

Maragerta kini terlihat menundukan kepalanya, sembari menangis di dekat pemakaman sang ibunda tercinta yang baru saja wafat tadi siang pada pukul 11 dini hari.


Dia benar-benar merasa kehilangan sesuatu hal yang sangat berharga di dalam hidupnya selama ini. Kepergian sang ibunda membuatnya langsung merasa terpuruk, dan juga bersedih karena belum siap untuk di tinggalkan secepat ini.


Margareta Prabowo, seorang gadis berusia 20 tahun yang sudah kehilangan sang ayah sejak dirinya dulu masih kecil, dan ayahnya Margareta merupakan seorang tentara perang yang meninggal sewaktu bertugas.


Ibundanya menikah lagi dengan seorang pengusaha yang bernama Bimo. Tetapi hingga sekarang Margareta tidak pernah tau jika ayah tirinya itu bekerja sebagai pengusaha apa. Karena dia sendiri juga tidak terlalu ingin mencampuri urusan orang lain, sekaligus juga Darmo merupakan seseorang yang sangat tertutup. Begitu pun juga dengan bundanya yang tidak tau apa pekerjaan Bimo yang sebenarnya, asalkan pria itu memberinya nafkah setiap bulan. Sehingga Margareta dan juga sang bunda tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


Suasana pemakaman sudah mulai sunyi, dan orang-orang sudah pada memilih untuk pulang. Sementara Margareta lebih memilih untuk tetap berada disana sembari mengelus batu nisannya secara perlahan.


"Bunda, bunda pasti akan kesepian malam ini. Margareta tidak ingin bunda kedinginan, biarkan Margareta untuk tetap berada disini dan menemani bunda sampai besok pagi." ucap gadis itu berbicara dengan nada lirih, menandakan betapa sangat hancurnya hatinya kala ini.


Sementara Bimo yang melihat anak tirinya tidak juga bangkit dari pemakaman itu, langsung saja dia menarik paksa lengan Margareta sehingga membuat gadis itu langsung terkejut dan hanya bisa meringis ketika merasakan tangannya yang sangat sakit. Akibat tarikan yang begitu sangat kuat.


"Jangan menangis! Dasar anak tidak berguna, kau hanya akan membuat bunda mu tidak tenang disana. Kalau begitu ikutlah dengan ku, aku akan menjual mu kepada Tuanku! Karena aku sudah sangat muak ketika melihat wajah polosmu yang begitu sangat menjijikan."


Bimo langsung menggeret anak tirinya secara paksa dan langsung membawa Margaret masuk menuju ke dalam mobil.


Kemudian Bimo bergegas melajukan mobilnya menuju ke suatu daerah untuk melakukan perdagangan manusia terhadap seorang Mafia yang belakangan ini menjadi momok menakutkan bagi para masyarakat.


Di sepanjang perjalanan Margaret benar-benar merasa ketakutan, namun dia juga tidak bisa melakukan apa-apa.


Situasi kini sedang memaksanya untuk pasrah, dan hanya bisa berdoa di dalam hati. Semoga Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup setelah ini.


...****************...


Bimo memaksa anak tirinya untuk segera turun dari mobil. Kini kondisi Margaret benar-benar sangat mengenaskan dengan keadaan rambut yang acak-acakan serta dengan mulut yang di bekap oleh sebuah kain, dan juga tangan yang di ikat. Agar nantinya Margaret tidak bisa lari kemana pun.

__ADS_1


Bimo dan juga Margaret mulai memasuki sebuah rumah yang sangat besar, namun sayangnya rumah tersebut berada di tengah-tengah hutan belantara yang begitu sangat gelap. Karena cahaya matahari yang sulit untuk menembus lebatnya pepohonan besar di hutan ini.


"Tuan!" sapa Bimo kepada seorang pria yang memiliki postur tubuh yang sangat tinggi dan juga besar.


Namanya adalah Alexandro, orang kepercayaan Wiliam.


"Siapa dia?" tanya Alex berbicara dingin, tanpa menunjukan sedikit ekspresi di wajahnya.


Membuat keringat dingin seketika keluar dari kening Margareta, pirasatnya benar-benar sangat buruk dan juga takut jika seandainya dia akan di bunuh oleh pria itu.


Sementara Bimo hanya bisa tertawa.


"Ada barang bagus! Kira-kira berapa harganya?" tanya pria tua itu, sehingga membuat Margareta spontan membrontak.


Namun dengan cepat Bimo langsung kembali memukul kakinya dan membuat Margareta menjadi lumpuh dan terbanting ke lantai.


Margareta rasanya begitu panik sekaligus merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. Dia tidak bodoh, dan sangat mengerti akan maksud yang di katakan oleh ayah tirinya. Jika dia akan di jual kepada pria dingin itu.


Sungguh menakutkan, dan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya setelah ini. Mungkinkah dia akan mati? Atau di perk*sa terlebih dahulu oleh pria bertubuh besar itu.


Sesaat Alexandro memperhatikan Margareta, sebelum akhirnya dia memilih untuk pergi meninggalkan Bimo.


Namun beberapa menit kemudian, pria itu terlihat sudah kembali dengan membawa pesan dari seseorang yang tak lain adalah Tuannya.


"Berapa umurnya?" tanya Alexandro.


"Masih 20 tahun dan sangat muda sekali Tuan. Tentu seluruh organ dalamnya pasti masih berpungsi dengan baik dan juga sehat." balas Bimo dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Bagus!" Alexandro langsung saja memberikan sebuah amplop tebal yang berisikan sebuah uang tunai.


Pria tua lantas tersenyum, dan tak lupa berjabat tangan dengan Alexandro.


"Senang berkerja sama dengan anda Tuan!" ucap Bimo, namun Alexandro tidak menjawab dan hanya diam saja.


Sebelum pergi, Bimo memutuskan untuk berjongkok terlebih dahulu di hadapan anak tirinya.


"Beruntung karena aku memiliki anak tiri seperti mu. Meskipun awalanya kau tidak berguna, namun setelah bunda yang kau cintai itu meninggal, aku bisa menjual mu kepada Tuan Wiliam dan mendapatkan uang yang sangat banyak." ucap Bimo sambil tersenyum smirk, dan tak lupa pula untuk mencium amplop yang baru saja di terimanya dari Alexandro.


"Pergilah dari sini! Jangan membuang-buang waktu ku!" bentak Alexandro secara tiba-tiba sehingga membuat Bimo menjadi kaget, dan bergegas pergi.


"Ba-baik Tuan!" ucapnya dengan badan yang bergetar.


Setelah melihat kepergian tua bangka itu. Langsung saja Alexandro mulai membuka tali yang mengikat kedua pergelangan tangan Margareta. Dan juga tak lupa untuk mengambil kain yang menyumpal mulut wanita itu.


"Siapa namamu!" tanya Alexandro.


"Dasar bajingan, kau laki-laki yang tidak berhati dan menjijikan."


Bukannya menjawab tetapi Margareta malah memaki habis-habisan pria yang tengah ada di hadapannya itu.


"Hm, baiklah! Jika aku memang tidak berhati, aku juga akan membuatmu tidak memiliki hati sama seperti ku. Lebih tepatnya aku akan mengambil jantung mu dan organ vital tubuhmu yang lainnya." jawab Alexandro dengan ringannya.


Dan langsung saja menarik rambut Margareta lalu membawa wanita itu pergi menuju ke bagian belakang Villa.


"Tolong, tolong!" teriak wanita malang itu mencoba untuk meminta bantuan, berharap agar ada seseorang yang mau menolongnya pergi dari cengkraman pria iblis ini.

__ADS_1


"Percuma kau berteriak, sampai titik penghabisan pun tidak akan ada orang yang mau menolongmu dari maut yang sudah ada di depan mata. Lihat lah neraka itu, dia sudah terpampang jelas di hadapan mu sekarang!" ucap Alexandro sembari menunjuk ke arah tumpukan tengkorak tubuh manusia yang sudah siap untuk di kubur di dalam tanah. Karena organ vital serta daging nya sudah di ambil untuk di jual oleh mereka.


__ADS_2