Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Khilafnya Seorang Tuan Mafia


__ADS_3

Lututnya kini seakan terasa lemas ketika melihat banyaknya tulang tengkorak yang berserakan di sana.


Sementara kini salah seorang Dokter yang baru saja selesai dengan tugasnya, tiba-tiba malah tak sengaja melihat Alexandro, dan berinisiatif untuk mendatanginya.


"Alex!" panggil Cantika.


Keduanya lantas menoleh ke belakang. Melihat kehadiran seorang wanita dengan mengenakan sebuah jas berwarna biru, membuat Margareta langsung berlari ke arah wanita itu dengan menggunakan sekuat tenaganya. Sampai-sampai membuat Margareta terjerembab ke tanah, akibat tersandung oleh akar pohon yang ada di sekitarnya.


"Tolong aku! Ku mohon, beri aku kesempatan untuk hidup. Aku tidak ingin mati di tangan pria iblis itu! Dia penjahat, cepat telpon polisi." pinta Margareta berbicara dengan nada yang serak, karena suaranya yang sudah hampir habis.


Sementara Cantika, hanya bisa tersenyum sekilas ke arah Alexandro lalu bertanya. "Siapa dia? Apakah pasienku selanjutnya?" tanya wanita itu dengan penuh semangat.


Dan Alexandro langsung saja mengangguk!


"Baiklah, sebelum itu akan memeriksa keadaannya terlebih dahulu."


Dengan cepat Cantika langsung membawa Margareta kembali ke dalam Villa.

__ADS_1


"Apakah harus di periksa?" tanya Alexandro.


"Tentu saja! Organ Vitalnya harus sehat dan sempurna. Jika ada cacat sedikit pun, akan membuat harganya menjadi sangat murah, dan Wiliam tidak akan mendapat untung dengan itu." sahut Cantika dengan cepat.


Sementara Alexandro hanya bisa mengangguk, dengan menatap kedua punggung wanita itu yang secara perlahan mulai menjauh darinya.


...****************...


Margareta terbangun dari tidurnya dan mendapati jika saat ini ia sedang berada di sebuah kamar yang sangat mewah dan juga besar.


Margareta mencoba untuk bangun dari tidurnya dan berinisiatif untuk membuka tirai jendela yang menutupi jendela besar kamar tersebut.


Setelah di buka, wanita itu baru menyadari jika dirinya sedang berada di sebuah rumah yang begitu sangat besar, dan kemungkinan dia sedang berada di lantai paling atas.


Karena terbukti, Margareta dapat melihat orang-orang yang berada di bawah sana sangat lah tampak kecil.


Dadanya langsung bergemuruh secara bersamaan ketika dia mengingat tentang kejadian tadi.

__ADS_1


Margareta memilih untuk mundur ke belakang, hingga pada akhirnya bagian punggungnya terasa seperti menabrak sesuatu. Dia sangat yakin jika jarak tembok masih sangat lah jauh, tapi kenapa dia sudah sampai secepat ini?


Hingga pada akhirnya, dengan bersusah payah Margareta mencoba untuk menelan ludahnya sendiri, lalu mulai membalikan badan untuk melihat secara pasti makhluk apa yang sebenarnya sedang berada di belakang tubuhnya.


Karena Margareta yakin jika sesuatu yang di tabraknya bukanlah tembok, karena dia dapat merasakan dengan jelas angin yang terasa hangat dan juga mengenai bagian belakang ceruk lehernya.


Saat Margareta sudah berbalik badan, tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah serangan mendadak dari seorang pria yang tidak di kenalnya sama sekali.


Pria itu langsung mencium bibirnya dengan sangat bringas dan juga kasar. Memaksa tubuhnya agar jatuh ke atas ranjang. Setelah Margareta terjatuh, pria itu langsung mengukungnya, dan kembali menyambar bibirnya yang kini terasa kebas atau mati rasa akibat ciuman yang di berikan oleh pria itu sebelum nya.


...****************...


Wiliam terbangun ketika merasakan rasa sakit di kepalanya, melihat ke arah samping tempat tidur di mana terdapat seorang wanita tak berdosa yang baru saja habis di gaulinya secara brutal, akibat terpengaruh oleh efek minuman yang memabukan.


Wiliam mengingat dengan jelas setiap rinci adegan panas yang mereka lakukan. Semuanya terekam dan masih segar di dalam otaknya. Dia benar-benar menggila pada saat itu, sampai tak menghiraukan lagi jeritan kesakitan dan memohon ampunan dari mulut wanita muda itu.


"Akhhhhh! Alex benar-benar gila, kenapa dia membawa gadis sialan ini ke dalam kamar ku? Benar-benar ceroboh, sudah berapa kali dia melakukan sebuah kesalahan. Aku akan memberikan nya pelajaran setelah ini." ucap Wiliam yang sudah terlanjur di buat geram oleh ulah anak buahnya sendiri yang sama sekali tidak becus dalam bekerja.

__ADS_1


__ADS_2