Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Sebuah Villa Andaru


__ADS_3

Setelah itu Inggrid pun pergi dengan meninggalkan Margareta sendirian.


Ya, Wulan memanglah kekasih Alexandro selama 2 tahun belakangan ini.


Di cintai oleh salah satu anak buah Wiliam. Membuat Wulan tentunya tau secara detail tentang siapa itu Tuan mereka.


Karena selama ini semua pelayan hanya di sibukan oleh beberapa pekerjaan yang tiada habisnya di sebuah Villa yang di beri nama sebagai Villa Aruga.


Setelah berpacaran dengan Alexandro, Wulan jadi tau tentang dunia yang ada di luar Villa ini.


Dan ternyata tak jauh dari letak Villa Aruga, terdapat sebuah Villa lainnya yang bahkan lebih mewah dan lebih besar yang di sebut sebagai Villa Andaru.


Namun nyatanya besar dan mewahnya Villa tersebut yang di lihat dari luar, tidak sama dengan kondisi di dalamnya.


Faktanya Villa sebesar dan se mewah itu malah di jadikan tempat pengelolaan bisinis ilegal oleh Wiliam. Sebagai tempat penyiksaan, dan di ambilnya seluruh org*n tubuh manusia. Dan lahan belakangnya di jadikan sebagai pemakaman masal tulang belulang manusia yang sudah di kuliti dan di ambil dagingnya untuk di jual ke restoran milik salah satu keluarganya. Dan daging manusia itu pastinya akan di jadikan sebagai bahan utama makanan, di berbagai menu Restoran tersebut.


Ternyata Wiliam memang benar-benar tidak mau rugi. Tak hanya org*n dalam nya saja yang dia ambil dari dalam tubuh para manusia itu. Daging serta kulitnya juga di ambil, karena dapat menghasilkan uang.


Apalagi kulit dari para korbannya! Sang kakak yang merupakan seorang Designer Tas atau pengusaha Tas, dapat memanfaatkan kulit para manusia itu sebagai bahan utama untuk pembuatan tas mewahnya. Dan akan di jual dengan harga yang sangat mahal, dan hasil semua karya buatan nya menjadi incaran para gadis kaya raya.

__ADS_1


Terbukti kini Brand miliknya sudah mampu menguasai pasar dunia, dan terkenal di mana-mana.


Note Dari Author: Gak masuk akal sih, dan terlalu sadis. Tapi hal kayak gini memang ada guys, karena Author tau makanya Author bikinin jadi cerita Novel.


Pembuatan tas dari kulit manusia, makanan yang terbuat dari bahan utamanya yaitu daging manusia. Apalagi organ vital, yang tepenting kalau di jual di rumah sakit (pasar gelap) harganya pasti sangat mahal.


"Alexandro kau sudah kembali?" tanya Wiliam, dan orang kepercayaan nya itu hanya bisa menjawab.


"Iya Tuan, saya sudah kembali. Bagaimana keadaan selama saya tidak ada? Apakah semua baik-baik saja dan tidak bermasalah?" tanya Alexandro ingin memastikan.


Sementara Wiliam hanya bisa menghela nafasnya. "Gadis tidak berguna itu, bukan hanya merugikan ku! Tapi dia bahkan ingin membunuhku, dan mampu membuat sebuah kekacauan yang sangat besar." balas pria itu dengan serius.


"Baiklah Tuan, tapi tuan baik-baik saja bukan?" tanya Alex lagi.


"Dasar bodoh, kau melihat ku sedang berada disini, itu berarti aku sedang baik-baik saja. Sebelumnya kepala ku memang bocor, tetapi sudah sembuh sekarang. Karena kejadiannya sudah lewat sejak 4 hari yang lalu." ungkap Wiliam.


Alex akhirnya bisa bernafas dengan lega. Karena keadaan Wiliam tidaklah buruk, jadi dia tidak perlu khawatir tentang keadaan Tuannya tersebut.


"Tapi Alexandro, apa kau mengenal pelayan di Villa Aruga yang bernama Wulan?" tanya Wiliam yang akhirnya mengingat tentang nasib seorang pelayan yang kini sudah meninggal karena di tembak mat* olehnya sendiri.

__ADS_1


Alexandro spontan mengangguk, karena mana mungkin dia tidak kenal. Sementara Wulan adalah pacarnya sendiri. Hubungan keduanya memang tidak di ketahui oleh Wiliam.


Tiba-tiba saja Alexandro tersenyum, karena ingin segera menemui kekasihnya tersebut dan akan memberikan oleh-oleh yang di belinya pada saat sedang berada di Negara Jepang.


"Aku membun*hnya!" sambung Wiliam lagi, yang seketika membuat Alexandro melotot dan senyuman pada bibirnya kini telah menghilang dan sirna secara tiba-tiba.


Pengakuan macam apa itu? Pikir Alexandro yang merasa sangat gila.


"Maksud Tuan? Kenapa tuan bisa membunuhnya? Memangnya apa kesalahan yang sudah dia perbuat kepada tuan? Sampai-sampai tuan harus membunuhnya tanpa sepengetahuan ku? Dan tanpa meminta izin dari ku." tanya Alexandro, nadanya terdengar sedang protes dan menuntut jawaban yang lebih cepat.


Berharap jika Wiliam sedang bercanda dan membuat lelucon terhadapnya. Tapi sepertinya hal itu sangatlah mustahil, mengingat jika tuan nya itu adalah seorang Mafia yang sangat kejam dan pastinya sama sekali tidak memiliki waktu untuk hal yang tidak berguna.


"Kau ini kenapa?" tanya Wiliam yang merasa sedikit curiga dengan gelagat aneh yang di tunjukan oleh anak buahnya itu.


"Kenapa malah kau yang mengaturku? Aku ini adalah tuan mu, terserah kehendak ku jika aku mau membun*h siapa pun. Kenapa aku harus meminta izin lebih dulu dari mu sebelum membun*h pelayan itu? Memangnya kau siapa? Aku bisa melakukan apapun hal yang ku inginkan dan ku mau. Karena aku adalah orang yang paling berkuasa di Negara ini." sambung Wiliam lagi dengan begitu sombongnya.


Membuat Alexandro benar-benar merasa sangat jenuh dengan tindakan angkuh yang di pertunjukan oleh Tuannya. Padahal ia juga sudah tau tanpa Wiliam mengucap kan nya.


Alexandro sudah tau betul siapa itu Wiliam. Lalu Kenapa Wiliam harus meminta izin terlebih dahulu kepadanya sebelum membun*h Wulan? Itu di karenakan Alexandro merasa sangat tidak terima dan membutuhkan penjelasan yang lebih lanjut atas tragedi pembun*han yang menimpa kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2