Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Menjadi Korban Pemerk*saan


__ADS_3

Setelah Wiliam selesai membersihkan tubuhnya. Pria itu langsung saja bergegas pergi untuk mendatangi Alexandro yang merupakan orang kepercayaan nya selama ini.


Dengan penuh amarah Wiliam datang menghampiri pria itu, dan secara tiba-tiba saja langsung memukul wajah Alexandro sampai beberapa kali.


Melihat akan hal itu, Cantika yang memang juga kebetulan berada di sana langsung saja mencoba untuk menenangkan Wiliam meski pun dia sendiri agak kewalahan dan juga takut jika nanti dirinya lah yang akan menjadi sasaran yang selanjutnya.


"Wiliam berhenti. Kau akan membuat Alex mat* nantinya!" ucap Cantika berbicara dengan nada yang membentak.


Hingga pada akhirnya pria itu langsung mengentikan aksinya, dan memandang ke arah Alexandro yang terlihat sedang lemas dan juga terkapar di tanah karena bogeman yang baru saja dia berikan pada pria itu.


"Biarkan saja! Aku memang menunggu kematian nya, karena dia sudah tidak becus dalam bekerja." balas Wiliam dengan penuh penekanan.


Sesaat Cantika terlihat mengatur nafasnya yang kini sedang terasa ngos-ngosan, dan juga sekaligus mencoba untuk menelan ludahnya sendiri.


"Memangnya apa yang sudah dia lakukan terhadap mu? Kenapa kau bisa sampai semarah ini?" tanya Cantika yang di buat begitu penasaran dengan kesalahan yang sudah di perbuat oleh kakaknya itu. Sampai-sampai membuat Wiliam jadi sanga marah seperti sekarang.


Semua orang yang merupakan anak buah Wiliam juga tau, betapa mengerihkannya jika sampai pria itu menjadi marah. Maka nyawa akan menjadi taruhannya! Jujur Cantika menjadi sangat cemas dengan Alex, dan takut jika kakaknya akan di bun*h oleh kekasihnya sendiri.


Ya, Cantika memang adalah kekasih Wiliam selama 5 tahun lamanya. Namun selama 5 tahun itu pula sama sekali tidak ada kejelasan dari Wiliam tentang status hubungan keduanya. Pria itu terlihat sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya pernikahan.


Dan lebih sibuk untuk mengurusi Bisnis ilegal nya.


"Kau tau, dia sudah ceroboh dengan membawa wanita tidak berguna itu ke dalam kamar ku. Karena aku mabuk membuat ku jadi khilaf dan harus menidurinya secara terpaksa." ungkap Wiliam berkata dengan penuh penekanan.


Serasa jantungnya di remas, kini Cantika tak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


...****************...


Di dalam kamar!


Margareta terbangun dan merasakan sakit pada kedua matanya yang terasa sangat sulit untuk di buka. Mungkin karena dirinya habis menangis, sehingga membuatnya jadi seperti ini.


"Awwh!" ringis Margareta lagi ketika ikut merasakan bagian vagin* nya yang terasa sangat nyeri, sekaligus perih yang mendominasi sehingga membuat seluruh tubuhnya jadi ikut-ikutan sakit juga.


Dia pun langsung kembali menangis pada saat mengingat tentang kejadian-kejadian yang baru saja di alaminya.


Tak cukup dirinya berduka atas kematian sang bunda yang begitu sangat di cintainya. Namun kini dia harus di timpah oleh bencana yang sengaja di perbuat oleh ayah tirinya sendiri dengan cara menjualnya ke tempat kematian.


Margareta benar-benar tidak paham, setelah ia di jual kepada seorang pria dingin itu. Margareta berpikir jika dirinya akan langsung di bun*h olehnya. Namun ternyata dia sudah salah besar, karena faktanya dia harus mengalami kembali sebuah penderitaan yang sangat dahsyat. Yaitu dengan cara di perk*sa oleh seorang pria yang sangat menyeramkan. Hal itu tentu membuatnya menjadi depresi dan hampir gila. Mungkinkah setelah ia di perk*sa maka pria itu baru akan membunuhnya?


"Lalu aku harus memakai apa?" ucapnya yang benar-benar prustasi dan ingin segera mengakhiri hidupnya saja.


Namun beruntung karena Margareta memiliki iman yang kuat, sehingga membuatnya tak mudah untuk menyerah, sebelum dirinya bisa melarikan diri dari tempat yang sangat menakutkan ini.


Suara pintu kamar terbuka, membuat Margareta langsung panik setengah mat*. Dengan jantungnya yang langsung berdegub dengan sangat kencang.


Wanita itu perlahan mulai memundurkan langkahnya, sembari tangannya yang mencengkram dengan kuat selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuhnya saat ini.


Pria itu perlahan mulai mendekat, dengan langkah pasti akhirnya Wiliam berhasil merangkul pinggang Margareta lalu berkata.


"Kau gadis bodoh, cepat pakai bajumu! Dan ikut dengan ku sekarang juga." perintah Wiliam yang tanpa berbasa-basi langsung saja melemparkan sebuah baju pelayan tepat ke wajah Margareta.

__ADS_1


Gadis itu tersentak, dan langsung melihat baju pelayan itu dengan tatapan nanar sekaligus merasa tak percaya.


Apa-apaan ini? Mungkinkah setelah ini dia akan di jadikan pelayan terlebih dahulu baru akan di bun*h setelahnya.


Otak Margareta benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Satu-satunya hal yang yang terpikirkan olehnya saat ini adalah dia akan segera di bun*h, karena betapa jelasnya pada saat ia melihat banyaknya tumpukan tengkor*k manusia yang berada di belakang rumah besar ini.


Sungguh menakutkan, dan hingga sampai kini semuanya masih terbayang-bayang dengan sangat jelas di kepalanya.


"Aku tidak mau! Kau pembun*h dan juga brengsek. Aku sangat membencimu! Jadi lebih baik kau pergi sekarang juga dari sini." bentak Margareta dengan mulut yang bergetar karena pada saat ini dirinya merasa sangat ketakutan.


Namun Margareta mencoba untuk melawan, meskipun perlawanan yang ia berikan sama sekali tidak berarti apa-apa bagi Wiliam.


Pria itu hanya tertawa dengan sangat kerasnya, sehingga membuat Margareta semangkin menggigil ketakutan.


"Apa katamu? Kau menyuruh ku pergi? Memangnya siapa kau? Berani sekali memerintah ku!" bentak Wiliam dengan penuh amarah, dan langsung saja mencengkram dagu perempuan itu dengan sangat kuat.


"Kau sudah di jual oleh ayah tirimu, jadi jangan berani untuk melawanku! Dasar wanita tidak berguna." ucap Wiliam lagi yang langsung menghempaskan Margareta dengan sangat kasarnya, dan mampu membuat wanita malang itu terjatuh ke lantai kamar.


Dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk menahan tangisnya karena tidak ingin terlihat lemah di depan pria itu. Namun tetap saja, keadaan dirinya pada saat ini sangat tidak mendukung sehingga membuat air matanya terpaksa jatuh, dengan di iringi suara isakan tangis yang terdengar sangat pelan.


Wiliam tentu mendengar suara itu, meskipun suaranya sangatlah pelan. Membuatnya lantas langsung mengembangkan sebuah senyuman smirk pada sudut bibirnya.


Perlahan dia mulai berjongkok, dan mulai menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik Margareta.


"Kau tau, aku sangat tidak suka dengan orang-orang yang sudah membuatku menjadi rugi. Maka jadi lah sedikit berguna dengan menjadi pelayan pribadi ku mulai sekarang!" ungkap Wiliam dengan serius, dan tak lupa memandang lekat kedua bola mata hitam milik perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2