
Namun sayangnya, tentu tidak akan mudah bagi Margareta untuk mempercayai ucapan Wiliam yang mengatakan bahwa pria itu ingin menikahinya karena rasa cinta.
Margareta tidak bodoh, dan tidak akan semudah itu mau percaya. Sudah jelas-jelas bahwa selama ini pria itu selalu bertindak kasar kepadanya. Apakah itu yang di sebut sebagai cinta?
"Bulshit!" umpat Margareta yang langsung memberontak dari cekalan tangan Wiliam.
Gadis itu langsung berlari ke tengah-tengah hutan. Seketika membuat Wiliam juga ikut berlari untuk mengejarnya.
Alexandro di buat sangat terkejut atas kejadian yang baru saja di saksikan nya secara langsung. Tapi tak menutup kemungkinan jika dirinya akan turut ikut bahagia ketika melihat bahwa tuannya Wiliam memutuskan untuk menikahi Margareta.
Sesuai dengan yang di harapkan nya sejak awal.
"Ayolah Margo, terima saja cintanya. Lebih baik hidup sebagai nyonya, dari pada menjadi pelayan yang tersiksa.
Aku tau bahwa selama ini kau menjadi korban bullyan para pelayan lain. Setelah kau menikah dengan tuan Wiliam, aku pastikan bahwa status mu akan menjadi jauh lebih baik." gumam Alexandro sembari melihat dari arah kejauhan tuan nya yang masih berusaha untuk mengejar sang pelayan pribadi.
__ADS_1
Tak menjelang lama kemudian. Akhirnya Wiliam pun berhasil menangkap Margareta dan langsung meraih tangan wanita itu agar tidak bisa pergi kemana-mana lagi.
"Sudah ku katakan bahwa aku sangat mencintai mu, ku mohon mengerti lah Margaret! Aku ingin menikahi mu secara sah, dan menjadikan mu sebagai istriku, sekaligus ibu dari calon anak-anak ku." ucap Wiliam dengan bersungguh-sungguh.
Wajah mereka berjarak sangat dekat, sehingga keduanya dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain.
Margareta tetap bersikekeh untu tidak mempercayainya, dan terus menangis sembari menggelengkan kepalanya.
"Ku mohon lepaskan aku, aku ingin pergi. Sampai kapan pun aku tidak akan mau menikah dengan pria iblis seperti mu." bentak nya dengan napas yang memburu.
Jika tatapan Margareta mengisyaratkan sebuah ketidakrelaan ketika harus menikah dengan tuan nya itu. Bukan tanpa alasan, karena ada banyak alasan mengapa dirinya harus menolak untuk di nikahi oleh pria seperti Wiliam.
Selain Wiliam adalah iblis yang berwujud manusia, sekaligus Margareta juga sama sekali tidak mencintai pria itu. Hari-hari bukan nya perasaan yang tumbuh di hatinya, tapi melainkan rasa benci dan ingin segera mencari cara untuk membunuhnya.
Sementara itu tatapan tajam dari mata Wiliam, mengisyaratkan sebuah obsesi jika dirinya memang benar-benar sangat menginginkan pelayan pribadi nya itu. Bagaimana pun caranya, Margareta harus tetap menjadi istrinya dan harus menikah dengannya. Tidak peduli, karena ini bukanlah tawaran, dan dia sama sekali tidak menerima sebuah penolakan dari gadis itu.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau adalah milik ku, dan akan tetap menjadi milik ku selamanya." ucap Wiliam dengan penuh penekanan.
...****************...
Pernikahan sederhana akan di lakukan pada malam ini. Pada sore itu juga Wiliam memutuskan untuk pergi ke kota dan menemui keluarganya.
Setelah sampai di kediaman mewah bagai kan istana. Wiliam langsung melangkah masuk, dan mengabaikan begitu saja sambutan dari para pelayan yang ada di sana.
Pria dewasa itu langsung menghadap kepada ayahnya secara langsung, dan mengutarakan niat hatinya yang sesungguhnya.
"Aku akan menikah malam ini. Ku rasa tanpa ayah banyak bertanya itu jauh lebih baik. Biar Alex yang mengurusnya, lagi pula tidak akan ada pesta. Dan hanya akan di hadiri oleh kita yang ada di rumah ini." jelas Wiliam tanpa mau berbasa-basi.
Pria itu langsung kembali pergi meninggalkan Henry yang terlihat sedang bengong ketika baru saja mendengar ucapan yang terdengar sangat mustahil keluar dari mulut putranya.
"Kau dengar? Dia akan menikah dan memiliki istri? Apakah itu memang benar di katakan oleh Wiliam? Atau aku yang salah mendengarnya?"
__ADS_1