
Setelah itu dia langsung melepaskan Margaret karena tentunya Wiliam tidak bodoh dan tidak mau rugi jika seandainya wanita itu sampai mat*.
Margaret langsung menjadi lemas dan terbatuk sambil memegangi lehernya yang tengah memerah.
Melihat Wiliam yang hendak pergi menuju ke dalam kamar mandi. Margaret secara perlahan mulai mengambil sebuah vas bunga dari atas meja nakas, dan langsung memukul kepala Wiliam dengan menggunakan benda keramik tersebut.
Sehingga mengakibatkan kepala pria itu menjadi bocor dan mengeluarkan tak sedikit darah. Wiliam terdiam, bersamaan dengan Margaret yang mundur ke belakang.
Ia pikir dengan begitu pria tersebut akan mat*, namun nyatanya tidak! Wiliam masih hidup dan langsung kembali membalikan badan ke arahnya.
Pria itu menatap tajam ke arah Margareta. Dan langsung kembali mencekik leher wanita malang itu dengan tenaga sepenuhnya.
"Kau melawan dan berani mencelakai ku?" bentak Wiliam yang langsung menampar wajah Margareta dengan sangat kuat. Sehingga membuat wanita itu terjatuh ke lantai dengan rasa sakit akibat tamparan yang di terimanya dari Wiliam.
Kini Margareta hanya bisa menangis dengan kondisi wajah dan juga leher yang sudah memar dan juga sudut bibirnya yang berdarah.
Wiliam kembali meraih tangannya dengan sangat kasar. Namun Margareta mencoba untuk memberontak.
"Lepaskan pembun*h sialan!" bentak Margareta yang benar-benar sangat membenci Wiliam.
"Kau yang sialan!" sahut pria itu berbicara dengan nada yang tak kalah kuatnya.
Tak menyangka jika gadis tak berguna ini akan melakukan hal di luar batas yang sangat tidak di sukainya. Bahkan hampir ingin membunuhnya dengan cara mencelakai kepalanya dengan benda yang keras.
"Kenapa kau tega membunuh semua orang dan mengambil org*n mereka hanya untuk mendapatkan uang? Kau iblis, karena manusia tidak akan mungkin bisa berbuat seperti mu." ucap Margareta berbicara dengan lantangnya, seolah ingin melepaskan seluruh beban yang tersumbat di dalam dadanya.
Dia sangat membenci Wiliam, karena pria itu sungguh tidak memiliki hati dan rasa kasihan terhadap siapapun. Begitu egois dan juga serakah.
__ADS_1
Wiliam hanya bisa tersenyum menyeringai ketika mendengar ucapan dari gadis itu.
"Oh ternyata kau sudah tau jelas bagaimana cara kerja sistem bisnis yang ku jalani selama bertahun-tahun? Kalau boleh tau memangnya siapa yang sudah memberi tahu mu? Ayo cepat katakan!" balas Wiliam memberikan perintah agar wanita itu mau memberitahukan siapa orang yang sudah membocorkan itu semua.
Karena menurutnya Margareta baru saja tinggal di Villa tersembunyi ini. Tapi gadis itu sudah melangkah terlalu jauh, dan mengetahui begitu banyak rahasia yang seharusnya tidak boleh di ketahui oleh seorang pelayan sepertinya.
"Aku mengetahuinya dari Wulan, dia menjelaskan semuanya tentang mu.
Dan pada saat itu aku benar-benar tak percaya jika ada seorang manusia sekejam dirimu, yang sudah berhasil merenggut nyawa ratusan bahkan ribuan orang hanya demi kepentingan personal." ucap Margareta dengan tangan yang mengepal dengan sempurna.
"Kau tidak akan mengerti dengan yang namanya bisnis! Itu bukan kepentingan personal, aku mengambil org*n mereka untuk ku jual di rumah sakit milik ayahku. Dan org*n-org*n tersebut di pergunakan untuk para orang yang sedang membutuhkannya dan bersedia membayar mahal atas imbalannya." jawab Wiliam dengan sangat entengnya.
Dan malah semangkin memperjelas secara detail tentang bisnis ilegalnya tersebut kepada Margareta.
Membuat Margareta sendiri benar-benar merasa tak percaya, dan sudah bersiap ingin kembali menyerang pria itu dengan menggunakan sebuah benda tajam atau pisau yang ia dapatkan dari dalam keranjang buah yang kebetulan berada tepat di belakangnya.
Wilian merasa sangat geram karena keberanian yang ada di dalam tubuh gadis ini tidak ada habisnya, dan masih berani mencoba untuk membun*hnya.
Meskipun untuk kedua kalinya percobaan yang di lakukan oleh Margareta sama sekali tidak berhasil, dan malah imbas kepada dirinya sendiri.
"Kau menjual org*n mereka kepada orang-orang yang sedang membutuhkan, tapi korban mu juga membutuhkan sebuah keadilan atas kematian mereka semua yang kau perbuat secara sadis dan tidak manusiawi. Suatu saat kau akan menerima karma atas perbuataanmu. Dan mendapat imbalan atas penyiksaan yang kau lakukan kepada mereka!!!!!" bentak Margareta yang seolah sama sekali tidak ada takutnya, meskipun kematian nya kini sudah berada tepat di depan matanya.
Sehingga membuat Wiliam benar-benar prustasi karena ucapan tersebut, dan langsung saja berteriak dengan sangat kuat. Lalu dia pun menancapkan ujung pisau itu sehingga mengenai bagian leher Margareta, yang membuat wanita itu menjerit kuat karena kesakitan.
Wiliam semangkin menahan tancapan pisau tersebut, hingga pada akhirnya dia langsung kembali mencabutnya.
Dan menyisahkan begitu banyaknya dar*h yang mengalir deras dari asal luka yang di akibatkan oleh benda tajam pada leher Margareta.
__ADS_1
Langsung saja Wiliam menarik perempuan itu untuk keluar dari dalam kamar.
Melihat bahwa Tuan mereka sedang turun. Membuat semua pelayan yang tadinya tengah berkumpul langsung spontan mendundukan kepalanya. Mereka begitu sangat khawatir dan cemas, terutama Wulan.
Dia mendengar dengan jelas suara teriakan yang berasal dari kamar Tuan Wiliam. Dan Wulan yakin jika Margareta pasti sedang melakukan kesalahan terhadap Tuan mereka.
Dan benar saja, betapa terkejutnya Wulan pada saat dia mencoba untuk mencuri-curi pandang dan malah melihat keadaan tubuh Margareta yang penuh dengan dar*h segar.
"Jangan tundukan pandangan kalian!" perintah Wiliam dengan suara yang kuat.
Membuat semua pelayan spontan melihat ke arah Tuan mereka. Secara bersamaan dengan Wiliam yang langsung melepaskan Margareta dari cekalan tangannya.
Sehingga membuat gadis lemah itu terjatuh ke lantai seperti may*t, dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Semua orang tentu di buat terkejut, namun mereka semua tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya diam.
"Apakah dia masih hidup?" tanya Wulan dengan suara yang pelan.
Sangat tidak memungkinkan dengan kondisi yang seperti itu, nyawa Margareta masih bisa terselamatkan.
Akibat terlalu fokus menatap ke arah Margareta, membuat wanita itu tidak sadar jika kini Wiliam sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Kau adalah pelayan yang bernama Wulan bukan?" tanya Wiliam sehingga membuat wanita itu menjadi tersadar dan menatap ke arah Tuan nya dengan tatapan yang bingung.
"Apakah ada pelayan lain yang bernama Wulan disini?" tanya Wiliam lagi, dan mereka semua langsung menjawab "Tidak!" Sambil menggelengkan kepalanya.
Wulan benar-benar tak tau harus berbuat apa dan perasaan nya merasa sangat tidak enak dan juga buruk. Pertanda apakah ini?
__ADS_1