Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Tidak Rela Jika Margareta Harus Pergi Meninggalkannya


__ADS_3

Pada saat Margareta memberikan obat pada luka di kaki Wiliam. Dia sempat mendengarkan beberapa kali ringisan yang keluar dari mulut pria itu.


Spontan Margareta tersenyum singkat.


"Ku kira dia tidak bisa merasakan rasa sakit." ucap nya dengan sangat pelan.


"Tentu saja bisa bodoh! Aku juga manusia biasa sama seperti mu." sahut Wiliam secara tiba-tiba, sehingga membuat Margareta langsung spontan melotot karena terkejut.


Dia pikir Wiliam tidak akan mendengar ucapan nya, tapi ternyata pria itu dapat mendengarnya meskipun suaranya terdengar sangat pelan.


Setelah selesai, Margareta bergegas bangkit dan menyimpan kembali kotak obat tersebut ke tempat yang semula.


Margareta berjalan menuju ke arah sofa dan memilih untuk duduk disana. Dia tau kalau Wiliam pasti akan marah jika dia meninggalkan nya sekarang. Al hasil wanita itu terpaksa menunggu seperti biasanya sampai sang tuan benar-benar sudah tertidur.


"Tuan tidurlah, jika tuan tidak tidur aku tidak akan bisa beristirahat. Sementara besok aku harus bekerja lagi." keluh Margareta akibat Wiliam yang sejak tadi masih saja membuka matanya.


Al hasil pria itu langsung membalikan badan, dan kini posisinya sedang membelakangi pelayan nya tersebut.


Sungguh sebenarnya Wiliam sama sekali tidak bisa tidur. Dia ingin menyuruh agar Margareta keluar saja dari dalam kamarnya, namun mulutnya memilih untuk diam saja dan begitu berat untuk memberikan perintah tersebut, seolah-olah jika dirinya sama sekali tidak rela kalau wanita itu pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Dan tanpa Wiliam sadari jika Margareta sudah ketiduran di atas sofa tersebut.


Pria itu kembali membalikan tubuhnya, dan kini sudah menghadap ke arah Margareta yang telihat sedang meringkuk seperti sedang kedinginan.


Wiliam memandang lekat wajah gadis itu. Ada hasrat yang mendorongnya untuk memberikan sebuah kehangatan. Pada saat Wiliam sudah berniat ingin mengambilkan selimut, namun tiba-tiba saja kakinya terasa sakit. Al hasil terpaksa dia tidur kembali, dan tidak jadi memberikan selimut itu kepada Margareta.


Dia membiarkan agar malam ini Margareta tidur di dalam kamarnya. Karena merasa tidak tega untuk membangunkan nya lagi seperti tadi.


Wiliam yakin pada saat dia sedang mengamuk, pasti Margareta sudah tertidur. Hanya saja terpaksa bangun untuk melayani nya, dan di tambah harus terkena amarah nya yang tidak jelas.


...****************...


Namun Wiliam malah menolaknya, dan sekarang pria itu jadi tidak bisa berjalan dan malah menyalahkan dirinya atas kejadian itu.


Sungguh rasanya Margareta ingin marah saja, namun dia tidak bisa. Mengingat bahwa pria itu adalah seorang Mafia yang pastinya sangat menakutkan jika sedang marah atau emosi.


"Sudah..Sudah! Minggirlah kau dari hadapan ku, wajahmu benar-benar membuat ku muak dan ingin muntah saja." ucap Wiliam yang mendorong pelan tubuh Margareta, karena tadinya wanita itu sedang berusaha ingin membantu nya untuk bangkit.


"Lalu apa tuan akan tetap berada di dalam kamar selama seharian?" tanya Margareta.

__ADS_1


"Tentu saja tidak!"


"Kalau begitu berdirilah, biar aku bantu!" jawab Margareta dengan cepat, dan sudah ingin kembali lagi mengangkat tubuh tuan nya itu.


Sungguh Wiliam tak habis pikir dengan keinginan pelayan nya tersebut. "Apa kau bodoh? Sadar dirilah, lihat tubuh mu yang kurus itu. Mana mungkin akan tahan untuk membantu ku berjalan turun ke lantai bawah." ucap Wiliam, yang spontan membuat Margareta sadar.


Wanita itu langsung melihat ke arah tubuhnya sendiri. Dan merutuki apa yang sudah ingin ia lakukan tadinya.


"Margareta kenapa kau bisa se tolol ini?" tanya nya di dalam hati.


Al hasil wanita itu kembali membantu Wiliam untuk merebahkan diri ke atas tempat tidur. Setelah itu dia lantas langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh tuan nya. Namun selimut tersebut malah tak sengaja tertarik sampai menutupi seluruh bagian wajah Wiliam.


Sehingga membuat pria itu jadi marah. Margareta yang baru sadar langsung saja segera meminta maaf.


"Maaf kan aku tuan! Aku tidak sengaja." ucap Margareta yang merasa bersalah.


"Jangan mencari alasan, aku tau kau pasti melakukan nya secara sengaja karena ingin membunuhku." sahut Wiliam berbicara dengan nada membentak.


"Aku tau kau pasti merasa sangat senang ketika melihat ku merasakan sakit seperti sekarang." sambung Wiliam lagi yang malah melampiaskan seluruh kemarahan nya kepada Margareta.

__ADS_1


__ADS_2