Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Kem*tian Yang Tak Pernah Di Duga-Duga


__ADS_3

"A-ada apa Tuan?" tanya Wulan dengan bibir yang bergetar karena merasa sangat takut.


"Kau mengetahui banyak tentang ku! Kau tau dengan jelas bisnis apa yang ku kerjakan selama ini. Dari mana kau mengetahuinya? Apakah selama ini kau diam-diam menjadi seorang penguntit?" tanya Wiliam dengan penuh penekanan.


Namun karena Wulan bingung harus menjawab apa. Membuat kesabaran Wiliam menjadi hilang dan langsung saja meraih sebuah pistol dari balik jas hitamnya, dia menodongkan senjata api tersebut tepat pada bagian kepala Wulan.


Sementara di lain sisi, ternyata Margareta masih hidup dan mencoba untuk bangun kembali sambil memegangi bagian luka di lehernya.


Wulan sang pelayan malang itu spontan langsung mengangkat tangan dan bingung harus berbuat apa. Hatinya menjerit, dan ingin meminta tolong kepada yang lainnya.


Namun na'as sebuah peluru sudah terlepas dan mengenai bagian kepala wanita malang itu. Sehingga membuat otaknya menjadi pecah, dan Wulan langsung tew*s di tempat dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


"Kak Wulannn!!!!!" jerit Margareta dengan sangat histeris ketika secara langsung menyaksikan kejadian yang begitu sadis terjadi tepat di hadapannya.


Gadis itu menangis sambil memegangi wajahnya. Namun karena tangan Margareta penuh dengan dar*h membuat wajahnya jadi ikut-ikutan terkena oleh cairan berbau amis dan berwarna merah itu.

__ADS_1


"Dengarkan ucapkan ku! Aku memerintahkan kalian bekerja di Villa ini sebagai seorang pelayan, dan kalian tidak berhak mengetahui tentang pekerjaan ku di luar sana. Tetapi karena kalian sudah terlanjur mengetahuinya, maka aku sarankan untuk tutup mulut. Dan jangan memberitahukan informasi ini kepada pelayan yang baru, jika seandainya mereka mengetahuinya sama seperti wanita tidak berguna itu!" Tunjuk Wiliam ke arah Margareta.


"Maka nasib kalian akan sama seperti Wulan!" sambung Wilam lagi.


Setiap ucapan nya adalah sebuah janji yang pasti akan di laksanakan, dan tidak pernah ingkar ataupun tidak di lakukan.


...****************...


Beberapa Hari Kemudian.


Hari ini Alexandro telah kembali ke Villa Andaru, setelah beberapa hari menetap di Jepang untuk mengantarkan Cantika bekerja di sana.


Namun meskipun begitu Wiliam tetap memaksanya untuk terus bekerja dan menjadi pelayan pribadinya. Margareta pun tak bisa menolak, dan terpaksa harus melayani pria itu sebagai Tuannya.


Belakangan ini Margareta berubah menjadi seorang gadis yang pendiam dan tak pernah lagi membangkang ataupun melawan perintah Wiliam seperti yang sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Keperibadian nya benar-benar berubah, itu di karenakan rasa trauma yang sangat melekat karena atas kematian yang menimpa temannya Wulan.


Sampai saat ini Margareta masih berpikir jika itu semua terjadi atas kesalahannya sendiri. Jika seandainya dari awal dia mengingat pesan yang di berikan oleh Wulan maka semuanya tidak akan sampai sekacau ini, dan bahkan harus memakan korban. Wulan sudah memperingatinya jika Wiliam sangatlah kejam dan tidak mengenal kata maaf sekalipun. Tapi karena dia keras kepala, membuatnya sampai tak mendengarkan pesan penting itu.


Makan siang untuk Wiliam sudah selesai, dan akan di antarkan oleh Margareta nantinya ke dalam kamar pria itu.


"Aku sangat syok atas kematian saudari kita dan aku turut prihatin atas apa yang sudah menimpa Wulan. Dia gadis yang baik dan juga lugas maupun cekatan dalam menjalani perintah Tuan Wiliam." ucap Inggrid secara tiba-tiba, sehingga mampu mengalihkan perhatian Margareta.


Dia pun secara perlahan mulai mendekat untuk mendengarkan cerita lebih dari mulut wanita parubaya itu.


"Pesan yang bisa kita ambil adalah! Di saat sudah mengetahui sebuah informasi, maka kita tidak perlu membeberkan informasi tersebut kepada orang lain. Cukup di simpan saja di dalam hati. Dari pada ujungnya seseorang yang kita percayai harus membocorkan informasi tersebut secara seenaknya. Al hasil kita sendiri yang harus menanggung resikonya." sambung Inggrid lagi.


Wanita parubaya itu sengaja menyindir Margareta, karena memang Margareta lah akar dari permasalahan ini terjadi.


Jika seandainya gadis itu bisa menutup mulutnya dengan rapat, maka Tuan Wiliam tidak akan tau jika para pelayannya sudah mengetahui tentang rahasia besar ini dari Wulan. Bahwa pekerjaan Wiliam adalah merupakan seorang Mafia.

__ADS_1


"Aku juga tidak bisa menyalahkan mu Margareta! Karena memang seharusnya Wulan tidak pantas mengetahui tentang apa yang di lakukan oleh Tuan Wiliam. Dia hanya pelayan, dan juga sekaligus kekasih Tuan Alexandro. Yang merupakan orang kepercayaan nya Tuan Wiliam. Jadi pastinya dia sedikit bertanya-tanya tentang siapa itu Tuan Wiliam kepada kekasihnya, sehingga Wulan tau bahwa pekerjaan Tuan Wiliam adalah seorang Mafia." ujar Inggrid bekata dengan menekankan setiap kalimat yang di ucapkannya.


Berharap agar gadis yang tidak tau apa-apa itu bisa mengerti dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Karena kejadian seperti itu sangat merugikan bagi orang lain.


__ADS_2