Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Mengungkap Tentang Identitas Wiliam


__ADS_3

Setelah selesai memakai baju, Margareta langsung keluar dari dalam kamarnya, dan melihat-lihat ke arah sekitarnya baru menyadari betapa luas dan juga mewahnya rumah ini.


Wiliam kembali datang dan langsung menarik tangan nya untuk pergi ke bawah.


Benar-benar sebuah penderitaan yang sangat luar biasa sakitnya bagi Margareta. Ketika bagian int*nya masih membengkak dan terasa perih, namun Wiliam terus memyuruhnya jalan dengan cepat.


Bisa di bayangkan seperti apa rasa sakitnya!


Setelah sampai di lantai dasar, mereka berdua sudah di sambut dengan barisan pelayan yang masing-masing memilih untuk menundukan kepalanya dan tidak berani untuk menatap wajah sang Tuan.


"Dengarkan aku Inggrid!" perintah Wiliam kepada seorang pelayan kepala di Villa ini.


"Siap Tuan!" Inggrid langsung menjawab dengan cepat dan tegas.


"Dia akan menjadi pelayan baru dan juga sekaligus pelayan pribadi ku! Ajari dia bagaimana caranya menjadi pelayan yang baik untuk ku. Dan jangan lupa ajarkan dia sopan santun agar mengormati ku sebagai Tuan nya. Karena ku lihat, dia sepertinya adalah gadis pembangkang dan juga tidak tau diri!" tekan Wiliam lagi.


Pria itu langsung mendorong Margareta ke depan dengan dorongan yang sangat kuat dan juga sengaja, sehingga membuat wanita itu menjadi tersungkur ke lantai.


Setelah itu Wiliam bergegas pergi meninggalkan Vila tersebut, hendak menuju ke Vila yang lainnya.


Para Pelayan yang melihat bahwa tuannya itu sudah pergi. Langsung saja menolong Margareta dan menanyai tentang keadaannya.


Karena sebelumnya mereka tidak berani untuk menolong Margareta di depan Wiliam. Bisa-bisa nantinya mereka akan mati berdiri pada detik itu juga. Maka dari itu, pada saat Margareta tersungkur sama sekali tidak ada yang mau menolongnya.


"Apa kau baik-baik saja? Siapa nama mu?" tanya Wulan yang merupakan salah satu pelayan di Vila ini.


Margareta terlihat diam sebentar. Hingga pada akhirnya dia menjawab. "Namaku Margareta, atau kau juga bisa memanggilku dengan sebutan Margaret."


Wulan mengangguk paham dan tak lupa untuk tersenyum lembut.


"Ikutlah dengan kami, kau pasti sedang terluka." ungkap Wulan lagi yang langsung membawa Margareta ke kamar bersama dengan 2 pelayan lainnya.

__ADS_1


Sementara Inggrid dan anak-anak pelayan nya memilih untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai.


Wulan adalah pelayan yang memang sangat perhatian kepada pelayan baru di Vila ini. Jadi jangan heran dengan perlakuan nya terhadap Margareta yang terlihat begitu peduli.


Di dalam kamar, dengan telaten Wulan mulai mengoleskan salep untuk mengobati luka di lutut Margareta.


"Kenapa bisa sampai separah ini?" tanya Wulan sambil pokus mengobati.


Sementara Margareta sendiri mencoba untuk menahan rasa sakitnya, meskipun dengan sesekali meringis.


"Aku bukan hanya sekali terjatuh! Dan hari ini aku banyak sekali mengalami penyiksaan." jawab Margareta.


Sehingga membuat Wulan langsung terdiam dan memilih untuk pokus mendengarkan wanita itu bercerita.


"Apa kau di culik?" tanya Wulan penasaran. Mengingat jika semua korban di Vila ini merupakan hasil dari penculikan.


Seperti dia sendiri contohnya. Pada saat itu dia culik oleh seorang pria bertubuh sedikit gemuk dan juga tua, yang Wulan ketahui jika nama pria itu adalah Bimo.


"Maksudku aku sengaja di jual oleh ayahku sendiri hanya untuk mendapatkan uang. Iya dia memang sengaja menjualku kesini, dan sampai sekarang aku tidak paham sebenarnya rumah ini di pergunakan untuk apa? Kenapa ada banyak tengkorak di belakang sana? Dan itu sangat membuat ku takut." sambung Margareta lagi berbicara dengan histeris, sehingga membuat Wulan spontan langsung memeluk tubuhnya. Bertujuan agar membuat wanita itu bisa tenang.


"Tenanglah Margaret, kau sudah aman di sini! Beruntung lah karena Tuhan masih berpihak kepada kita, karena Wiliam menjadikan mu sebagai salah satu pelayannya, dan bukan menjadikan mu sebagai korban penjualan org*n." jawab Wulan.


"Semua pelayan disini adalah wanita-wanita beruntung! Karena Tuan Wiliam adalah seorang Mafia yang sangat kejam dan tidak memiliki hati.


Dia menjalankan sebuah bisnis ileg*l, yaitu dengan menjual organ manusia ke rumah sakit milik keluarganya. Dan terlibat soal perdag*ngan manusia dengan rekan nya yaitu Bimo." jelas Wulan lagi.


Spontan Margareta terlihat kaget ketika mendengar pengakuan itu. Benar akan dugaan nya, jika tempat yang sangat menakutkan ini adalah sebuah neraka yang sangat menyiksa.


Tak pernah di sangka jika tengkorak yang ia lihat di belakang tadi, adalah mayit dari para korban yang org*n nya di jual oleh Wiliam.


Margareta pikir semua ini hanyalah sekedar pembunuh*n saja, tapi ternyata ada sebuah keuntungan yang sangat besar di dalamnya.

__ADS_1


"Ja-jadi, pria itu adalah mafia?" tanya Margareta dengan nada yang tersendat-sendat.


"Ya kau benar! Dia sudah lama menjalankan bisnis gelap ini, dan bayangkan saja sudah berapa korban yang kehilangan nyawa dan juga seluruh org*n ataupun kulit dan juga dagingnya, hanya demi keuntungan seorang manusia yang tidak berhati." jawab Wulan.


"Ini tidak mungkin!" sangkal Margareta yang menolak untuk percaya.


Ia pikir cerita seperti itu hanya ada di fiksi saja, namun faktanya bisnis yang melibatkan nyawa seseorang juga terjadi di dunia nyata.


"Siapa nama ayahmu? Kenapa dia tega menjualmu kepada Tuan Wiliam?" tanya Wulan.


"Namanya adalah Bimo, dia ayah tiriku! Hari ini bunda ku meninggal dan dia langsung menculik dan membawaku ke dalam hutan yang ternyata di dalam hutan ini menyimpan banyak kesengsaraan." jawab Margareta.


...****************...


"Apa kau yakin akan pergi?" tanya Wiliam kepada Cantika yang terlihat sedang memegang kopernya.


Wanita cantik itu langsung tersenyum. "Iya, kak Alex bilang ada pekerjaan di Jepang yang cocok untuk ku. Kebetulan Negara Jepang adalah Negara impian ku selama ini. Aku berharap suatu saat nanti bisa tinggal disana, dan mungkin ini adalah waktunya." jawab Cantika dengan antusias yang luar biasa.


"Padahal jika kau mau kita bisa pergi bersama." kata Wiliam.


Sementara Cantika hanya bisa membuang bola mata malas. "Kau selalu saja bilang seperti itu, padahal semuanya sangat mustahil untuk kau lakukan. Karena kau lebih menyayangi bisnis mu itu, dari pada aku!"


Tanpa berbasa-basi Cantika langsung masuk ke dalam mobil yang di dalamnya ada Alexandro yang sudah bersiap untuk mengantarkannya sampai ke Jepang.


Wiliam hanya tertawa. "Ya kau benar, pergilah! Karena aku tidak akan mau meninggalkan bisnis yang sangat menguntungkan ini hanya demi kau." balas Wiliam pula berkata dengan jujurnya.


Pria itu melihat ke arah mobil milik orang kepercayaan nya yang sudah mulai pergi menjauh dari lokasi Villa.


Wiliam Adipati, seorang pria berusia 38 tahun. Merupakan salah satu putra Konglomerat di Negara ini. Ayahnya merupakan pemilik satu-satunya rumah sakit terbesar dan tercanggih se-Asia.


Bekerja sebagai seorang Mafia yang terlibat dengan perdagangan manusia bersama Bimo yang merupakan rekannya selama ini. Selain itu dia juga merupakan boss dari bisnis penjualan org*n tubuh manusia kepada rumah sakit milik ayahnya sendiri. Dan penghasilan yang dia dapatkan dari bisnis gelap tersebut, nilainya sangatlah fantastis dan tidak main-main.

__ADS_1


Maka jangan heran kenapa sampai sekarang Wiliam belum tertangkap, itu di karenakan perlindungan penuh yang di berikan oleh sang ayah, selaku orang terkaya dan juga terpandang di Negara ini.


__ADS_2