
Seorang wanita yang tak lain adalah Meghan terlihat sedang menuruni tangga.
"Iya, ayah benar! Putra mu akan menikah sebentar lagi." ucap wanita itu membalas omongan ayah nya.
Sehingga membuat Henry langsung tersenyum dengan sumeringah, dan juga sekaligus bahagia.
Tak pernah terbayangkan jika Wiliam mau menikah dengan seseorang. Karena sebelumnya pria itu terlihat tidak pernah tertarik sama sekali dengan hal yang seperti itu, dan selalu saja mengalihkan pembicaraan saat dirinya sedang menanyakan, kapan putranya itu akan menikah?
Hal itu lah yang membuat Henry mulai cemas. Di umurnya yang sekarang, rasanya ia sama sekali belum rela untuk meninggal sebelum melihat adanya seorang cucu sebagai calon penerus semua bisnis serta kekayaan nya.
Mengetahui bahwa putranya tidak ingin menikah, membuat Henry menjadi sangat cemas dan takut bahwa putra satu-satunya itu tidak akan memiliki anak sampai kapan pun.
__ADS_1
Lalu akan di kemanakan seluruh aset melimpah miliknya? Sementara Meghan pun juga tidak mau menikah, dan lebih suka hidup sendiri. Begitu lah perempuan, jika sudah memiliki segalanya. Maka laki-laki sama sekali tidak berarti di dalam hidupnya.
Dengan antusias Henry menyambut kedatangan menantunya. Acara pernikahan yang sederhana ini sudah berjalan dengan lancar, dan Margareta telah resmi menjadi istri dari seorang Wiliam, yang di mana dulunya pria itu adalah tuan nya sendiri.
Siapa yang mengira bahwa perubahan status seseorang akan secepat ini? Berawal dari seorang gadis terbuang yang di jual oleh ayah tirinya, namun berunjung menjadi pelayan pribadi seorang tuan Mafia. Namun kini status pelayan itu sudah lenyap dan bergantikan sudah dengan status yang jauh lebih tinggi, bahkan Margareta pun tak pernah terpikirkan jika dirinya akan menjadi istri tuan nya tersebut.
Bukan nya suatu kesenangan ketika menikah dengan Wiliam, karena jujur Margareta merasa sangat takut sampai benar-benar berada di titik yang hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Berhari-hari Wiliam meninggalkan nya di rumah yang sangat asing ini. Dan secara bersamaan pula Margareta tidak pernah keluar kamar, dan pelayan selalu datang untuk memberikan nya sebuah makanan 3 kali dalam sehari.
Lagi pula Meghan dan Henry juga mengetahui bahwa pernikahan yang terjadi pada Margareta adalah pernikahan paksa yang berada di luar kendalinya.
__ADS_1
Sebelumnya Wiliam memberitahukan bahwa dia yang memaksa gadis itu untuk menikah dengan nya, karena pelayan pribadinya itu sudah lancang membuatnya jatuh cinta dan juga sekaligus hatinya harus berpaling dari Cantika.
Henry sama sekali tidak keberatan meskipun wanita yang di nikahi oleh putranya adalah seorang pelayan sekalipun. Asalkan Wiliam mau menikah, itu sudah merupakan suatu mukjizat dari tuhan.
...****************...
Tepat pada hari ini Wiliam pulang dan kembali ke rumah ayah nya. Sebelum dia pergi menemui istrinya, Meghan sudah terlebih dahulu menyapa dan menghentikan nya.
"Hei, berhenti!" perintah Meghan dengan tegas, wanita itu langsung saja menghampiri adiknya, jadi mau tak mau Wiliam terpaksa menunggu.
"Apa?" Dengan malas Wiliam menjawab.
__ADS_1
Padahal dia sudah sangat merindukan Margareta dan ingin segera menemui wanita itu. Sebuah pekerjaan mengharuskan Wiliam untuk pergi meninggalkan istrinya di malam pengantin, sampai 5 hari berikutnya.