
Tak lama kemudian Margareta sudah kembali ke dalam kamar bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah anak buahnya
"Apa anda baik-baik saja tuan? Pelayan ini bilang bahwa tuan sedang terluka. Dokter akan datang sebentar lagi." ucap pria tersebut.
"Hm, hanya luka biasa! Berikan perintah kepada Alexandro untuk mengantarkan pesan bahwa hari ini aku tidak jadi pergi ke kota untuk menemui keluarga besar ku." balas Wiliam dengan tegas.
Karena mana mungkin dia akan pergi sementara keadaan nya sedang tidak memungkinkan seperti sekarang.
Tanpa ada penolakan, anak buah nya tersebut langsung saja menjalankan perintah dari nya, dan mengundurkan diri dengan sopan.
Margareta memperhatikan secara telaten di saat seorang Dokter tengah mengobati luka di kaki tuan nya tersebut.
Sehingga wanita itu tidak sadar jika Wiliam juga sedang memperhatikan nya saat ini. Setelah Margareta menyadarinya, barulah wanita itu membuang muka dan mencari-cari kesibukan lain.
Membuat Wiliam hanya bisa menahan tawanya ketika melihat pelayan pribadi nya itu sedang salah tingkah.
Setelah semuanya selesai Dokter tersebut langsung berpamitan untuk pergi, dan menyuruh agar Wiliam beristirahat di dalam kamar selama 2 hari agar penyembuhan pada kakinya tidak terhambat karena pergerakan.
Sementara di dapur, Margareta terlihat sedang memakan buah apel sembari memantatu ke sana kemari. Takut jika akan ada pelayan lain yang datang! Sungguh rasanya dia sangat lelah dan tidak kuat jika harus menghadapi perlakuan tidak enak dari mereka lagi.
Berharap semoga saja Inggrid tidak datang dan menyuruh untuk melakukan pekerjaan seperti pada sebelumnya.
Di saat Margareta tengah sibuk mengunyah, tiba-tiba saja matanya malah tak sengaja melihat ke arah sebuah jam dinding.
"Astaga, sudah siang rupanya! Bahkan Inggrid belum memasakan makan siang untuk Tuan Wiliam. Lalu aku harus apa?" gumam nya merasa bingung.
__ADS_1
Dia akan di marahi jika telat untuk membawakan makan siang. Tapi sepertinya Inggrid sengaja ingin melakukan hal tersebut agar dirinya mendapatkan amarah dari tuan mereka.
Bergegas gadis itu melangkah menuju lemari pendingin untuk melihat sayuran yang ada di dalam nya. Hanya ada daging serta beberapa sayuran segar.
Awalnya Margareta ingin memasakan tumis daging untuk Wiliam dan sudah mengambil daging nya. Namun entah mengapa tiba-tiba saja pikiran nya mengingat bahwa tuan nya tersebut merupakan seorang Mafia yang melakukan perdagan organ manusia. Sehingga membuat Margareta sangat terkejut dan langsung mengira bahwa semua daging yang ada di dalam kulkas itu merupakan daging manusia.
Rasanya begitu ragu sekaligus cemas. Ingin bertanya dan memastikan tapi sama sekali tidak ada pelayan di sekitaran sini, entah kemana perginya mereka semua. Karena Villa ini mendadak jadi kosong dan sunyi.
Karena tidak ada pilihan lagi, mau tak mau akhirnya Margareta tetap memasak daging tersebut karena melihat bahwa jarum jam terus berputar. Semangkin dia mengulur-ulur waktu, maka akan semangkin terlewat jam makan siang bagi tuan nya, bisa-bisa dia akan di bun*h setelah ini.
Setelah selesai mengiris kecil-kecil daging yang masih terlihat segar itu, Margareta langsung menghidupkan kompornya dan mulai menumis bumbu.
"Jika seandainya ini adalah daging manusia, ku mohon maafkan aku! Siapa pun kau tolong jangan menghantui ku ya, aku hanya tidak ingin membuat Tuan Wiliam mengamuk karena kelaparan. Jadi aku harus memasaknya!" ucap Margareta pelan sembari terus mengaduk-aduk bawang bombay yang tengah di tumis nya saat ini.
Sementara di sudut ruangan lain, Inggrid terlihat memperhatikan gerak-gerik Margareta sembari bersandar pada dinding tembok.
Setelah masakan nya sudah siap dan matang, gadis itu langsung bergegas menghidangkan tumis daging nya ke atas piring, dan langsung membawanya ke dalam kamar sang tuan.
Margareta masuk secara perlahan dengan membawa nampan makan siang seperti biasanya. Suasana kamar begitu gelap membuat Margareta menjadi kesusahan karena tidak bisa melihat dengan jelas.
Dia meletakan terlebih dahulu nampan makan siang tersebut ke atas meja yang ada di dalam kamar dan memilih untuk mencari Wiliam. Margareta berjalan menuju ke arah tempat tidur namun tidak menemukan keberadaan Wiliam disana.
Hingga pada akhirnya gadis itu malah tak sengaja menabrak kaki Wiliam yang kebetulan sedang berada di depan lemari untuk memakai baju. Alhasil Margareta pun menjadi tersandung dan hampir saja terjatuh ke lantai kamar jika seandainya Wiliam tidak segera menahan tubuhnya.
Margareta langsung menjadi jantungan, namun dia merasa sangat yakin jika saat ini Wiliam sedang berada di dekatnya dan bahkan sangat dekat. Karena gadis itu dapat merasakan nafas pria itu yang terasa hangat kini tengah berhembus di dekat wajahnya.
__ADS_1
Margareta memutuskan untuk menjauh karena merasa sangat tidak nyaman lalu memilih untuk pergi.
"Bau nafasnya sangat menyengat, dia menggunakan pasta gigi apa ya?" gumam gadis itu bertanya-tanya karena nafas Wiliam begitu wangi dan juga segar. Seperti wangi mint yang di campur dengan permen karet.
Margareta akhirnya sampai di sebuah dinding untuk mencari tombol lampu. Tangan nya mulai meraba-raba, dan di saat Margareta menemukan tombol itu, dia pun langsung menekan nya dan secara bersamaan langsung berbalik badan.
Tak di sangka jika Wiliam baru saja selesai mandi dan tengah bertel*njang di hadapan nya, membuat gadis itu spontan menjerit karena kaget.
"Hentikan suara mu! Kau membuat ku menjadi sangat pusing sekarang." ketus Wiliam merasa marah.
"Ma-maaf tuan!" balas Margareta berbicara sambil menutup kelopak matanya karena tidak ingin melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.
Sementara di ruangan lainnya, Alexandro yang tengah mengobrol dengan salah satu anak buahnya Wiliam terlihat langsung mengalihkan pandangan nya ke arah kamar sang tuan setelah mendengar teriakan seorang gadis yang Alxandro yakini jika gadis itu tak lain adalah Margareta.
"Apa menu sarapan ku hari ini?" tanya Wiliam mencoba untuk berbicara agar menghilangkan rasa canggung di antara keduanya.
Margareta spontan membuka mata dan melihat bahwa tuan nya itu sudah memakai pakaian lengkap. Barulah dia bisa bernafas dengan lega dan hendak menjawab.
Namun tiba-tiba saja pria itu malah semangkin mendekat kepadanya. Dari awal firasat Margareta memang sudah terasa sangat buruk sebelumnya.
Tak tau apa yang akan di lakukan oleh Wiliam kepadanya. Benar-benar bingung bagaimana caranya menghadapi pria kejam ini pada saat tuan nya tersebut memaksanya untuk kembali berhubungan s€x. Dari awal dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa akan melawan dan menolak jika seandainya Wiliam benar-benar akan melakukan hal itu.
Tapi bagaimana caranya untuk menghilangkam rasa takut yang ada pada dirinya? Karena belum apa-apa Margareta terlihat hanya bisa pasrah saja. Tekadnya tak sejalan dengan pikiran nya. Tekadnya memang berkata seperti itu, namun pikiran nya malah tertuju ke arah lain dan takut jika Wiliam akan mencelakainya seperti yang sudah-sudah bahkan sampai membun*hnya.
Rasanya Margareta begitu belum rela jika sampai harus mati lebih dulu di tangan pria kejam itu. Karena Margareta memiliki misi untuk bisa meloloskan diri dari Villa ini dan melaporkan perbuatan kejam Wiliam kepada polisi.
__ADS_1
Semoga saja ada jalan keluar yang bisa membawanya untuk kabur dengan selamat. Meskipun sampai saat ini dia masih berusaha untuk mencari tau walaupun sama sekali belum ada yang dapat ia ketahui.