Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Munafik


__ADS_3

"Mari kita lanjutkan atau aku akan membunuh mu." ancam Wiliam yang harus mengatakan hal itu, karena hanya dengan cara kekerasan seperti yang sebelumnya agar dapat membuat Margareta menjadi penurut dan mau melakukan hal itu dengan nya.


Padahal Wiliam tidak benar-benar akan membunuh gadis itu, hanya saja keinginan nya untuk berhubungan s€x sudah tidak dapat di tunda lagi. Dan ingin segera memuaskan dirinya sendiri yang sudah sejak lama tidak melakukan hal dewasa dengan seorang wanita.


Meskipun begitu Margareta tetap menolak dan mencoba untuk melepaskan cekalan tangan Wiliam dari pergelangan tangannya.


"Aku tidak mau Tuan! Jika Tuan ingin membunuh ku maka lakukan saja, karena aku memang sudah tidak pantas untuk hidup dan lebih baik mati saja."


Wiliam seakan tertegun ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulit gadis itu. Dia berfikir mungkin kah Margareta sudah bosan hidup, atau memang mengalami sesuatu hal yang tidak di ketahuinya, sampai-sampai berpikir bahwa dirinya tidak layak untuk hidup lebih lama lagi.


Namun Wiliam tidak ingin memperdulikan nya, karena sudah terlanjur di buat gelap mata langsung saja dia kembali, hendak meraih bibir Margareta.


Dan secara bersamaan dengan wanita itu yang langsung berjongkok, sehingga membuat Wiliam menjadi kesusahan.

__ADS_1


"Oh baiklah! Ternyata kau ingin agar kita melakukan nya di lantai kamar. Baik, akan aku pertimbangkan!" ucap Wiliam dengan penuh rencana serta senyuman yang mematikan.


Margareta kembali di serang secara mendadak oleh iblis tersebut tanpa ampun. Ingin rasanya dia berteriak sekuat mungkin untuk meminta tolong. Namun semua itu harus ia urungkan, karena mengingat jika semua orang di Villa ini begitu sangat membencinya.


Bukan nya mendapat pertolongan, dirinya akan malah semangkin di cemoh oleh mereka semua nantinya.


Jadi Margareta terpaksa dengan sekuat tenaga untuk menahan suaranya, meskipun harus merasakan sakit. Karena ini adalah kali keduanya dia di setubuhi secara paksa oleh pria tak berhati itu.


Hal seperti itu di lakukan oleh Wiliam sampai berulang-ulang kali, hingga pada akhirnya dia sudah merasa benar-benar sangat puas. Barulah pria itu menyudahi aktivitas ranjang mereka, dan Wiliam langsung tumbang tepat di samping tubuh Margareta yang tak berdaya.


Tidak ingin mengelak, jika wanita itu juga merasa sangat puas dengan permainan Wiliam yang mampu membuatnya mengalami pelepas*n yang begitu terasa nikmat.


Bisa di katakan jika dirinya adalah perempuan yang sangat munafik, menolak di awal namun malah ketagihan pada saat berada di tengah-tengah permainan.

__ADS_1


Margareta mau pun Wiliam akhirnya tertidur di atas ranjang yang sama. Pria itu tidak lagi mempermasalahkan jika pelayan nya tersebut tidur tepat di sampingnya. Karena biasanya, jangankan tidur! Bahkan untuk menyentuh sedikit bantal nya saja, maka Wiliam akan langsung marah besar.


Namun sekarang tidak, karena selain dia merasa kelelahan. Wiliam juga sangat berterima kasih, karena Margareta sudah bersedia menjadi tempat pelampiasan hasr*t terpendamnya.


Namun sayangnya ucapan terima kasih itu tidak di utarakan olehnya secara langsung kepada Margareta, melainkan di ucapkan hanya sebatas di dalam hatinya saja.


Positif Thingking, mungkin Margareta udah ada di dalam hatinya Tuan Wiliam. Jadi Wiliam memilih untuk mengucapkan kata terima kasih itu sekedar di dalam hatinya.


Sementara Margareta sendiri sudah teridur dengan pulas dan tidak memikirkan lagi siapa pria yang sedang ada di sampingnya tersebut.


Rasa traumanya seakan hilang secara tiba-tiba. Bergantikan dengan rasa yang lainnya.


Rasa apa ya? Mungkin aja rasa mangga, karena yang sebelumnya adalah rasa anggur.

__ADS_1


__ADS_2