Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Menjadi Pelayan Pribadi


__ADS_3

Cantika juga belakangan ini bekerja dengan Wiliam. Status nya yang merupakan seorang Dokter Bedah membuat Wiliam merekrutnya menjadi salah satu Dokter yang bergabung di dalam bisnis gelapnya tersebut.


Awalnya Cantika memang bekerja sebagai Dokter Bedah biasa di Rumah Sakit milik ayahnya Wiliam. Namun karena kepintaran dan kecantikan wanita itu mampu memikat seorang Mafia, sehingga menjadikan Cantika ikut terseret sebagai salah satu oknum yang begabung atas bisnis penjualan org*n ini. Karena pekerjaan nya selama 6 tahun belakangan adalah meng-operasi dan mengambil bagian-bagian terpenting milik manusia yang sudah di beli oleh Wiliam dari Bimo.


Sungguh sangat sadis tapi memang inilah pekerjaan seorang Mafia yang tidak pernah tidak kenal takut dan juga berkuasa di Negara ini.


...****************...


"Lalu kenapa salah satu dari kalian tidak ada yang mencoba untuk melarikan diri dan melaporkan kepada polisi atas tindakan keji yang mereka lakukan?" tanya Margareta, nada nya terdengar seperti sedang protes. Karena melihat betapa penakutnya semua orang yang ada disini.


"Saranmu akan percuma Margaret! Kami sudah tau banyak tentang Tuan Wiliam. Dia memiliki anak buah yang sangat banyak, bahkan di antaranya merupakan seorang tentara ataupun polisi yang turut menjadi agen (mata-mata) untuk Negara ataupun Presiden." jawab Wulan berbicara sambil menghela nafas.


Margaret tidak mengerti karena dia merupakan orang baru, dan belum mengenal siapa itu Wiliam dan juga kekuasaannya.


"Jadi para Tentara yang merupakan seorang pengabdi negara pun juga berkhianat?" tanya Margareta lagi.


"Iya, tidak semua tapi sebagian! Mereka melakukan itu karena gaji dari Wiliam lebih menjamin dari pada gaji yang di berikan oleh Negara. Sebelum terlibat oleh seorang Mafia, kurasa mereka semua sudah memikirkan tentang resiko besarnya." ucap Wulan menjelaskan.


Tiba-tiba saja Margareta kembali merasakan perih pada daerah kemalu*n nya. Tentu hal itu mampu mengalihkan perhatian Wulan.


"Pasti rasanya sangat sakit! Ternyata kami lebih beruntung karena sebelumnya tidak sampai menerima penyiksaan sebanyak yang Tuan Wiliam berikan kepadamu." ucap Wulan.


Karena pada saat di culik oleh Bimo, Alex langsung membawanya ke ruangan pribadi Wiliam. Lalu setelah itu Wiliam pun mengatakan jika dia ingin menjadikan Wulan sebagai Pelayan di Villa.


"Maksud kakak?" tanya Margareta bingung dan juga sedikit malu. Apakah mungkin dia tau jika Wiliam baru saja menyetubuhi nya hari ini?


"Iya aku tau! Wiliam memaksamu untuk menjadi penghangat ranjangnya bukan?" tanya Wulan. "Aku juga sempat mendengar jeritanmu di dalam kamar Tuan Wiliam." ucap wanita itu lagi.

__ADS_1


Rasanya campur aduk, dan Margareta spontan meremas bagian baju bawahnya sendiri.


"Kenapa dia jahat sekali?" tanya Margareta sembari menundukan wajahnya.


"Suuutttt!" ucap Wulan sembari meletakan jari telunjuk pada bibirnya.


"Tolong jangan katakan itu lagi kepadanya! Jangan sampai Tuan Wiliam berubah pikiran dan menjadikan mu sebagai korban yang selanjutnya. Patuhilah perintahnya, dan jangan pernah sesekali memberontak! Karena hanya itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup disini." perintah Wulan memberikan sebuah pesan yang sangat penting, berharap agar Margareta mau mendengarkan ucapannya barusan dan tidak melanggarnya.


Jujur dia sangat khawatir mengingat jika Margareta begitu masih muda dan tentunya masih terlalu labil dan tidak tau apa-apa. Wulan takut jika wanita itu akan bertindak ceroboh dan berlaku sesuka hatinya.


Apalagi posisi Margareta merupakan seorang pelayan pribadi Tuan Wiliam. Tugas kesehariannya adalah untuk melayani pria itu tentang segalanya, kecuali soal kebutuhan s€x. Karena sudah banyak pelayan pribadi yang melayani pria itu. Namun Wiliam tak pernah menjadikan mereka sebagai budak ranj*ng nya.


Hanya sekedar menjadi pelayan yang khusus melayani keseharian Wiliam, selama pria itu berada di Villa ini.


Saat sedang sibuk mengobrol, tiba-tiba saja Wulan di kejutkan dengan kedatangan seorang pelayan yang menginformasikan bahwa Tuan Wiliam akan segera datang ke Villa.


Wiliam datang dan langsung menatap ke arah Margareta yang sedang menundukan kepalanya.


"Kau siapkan makan malam untukku, dan antarkan ke dalam kamarku." perintahnya dengan tegas dan langsung pergi begitu saja.


Inggrid langsung membimbing Margareta dan membawa perempuan itu menuju ke dapur.


Sebelum Margareta pergi membawakan nampan makanan itu ke kamar Wiliam. Wulan langsung datang menghampirinya.


"Adik, ku mohon dengarkan pesanku tadi, jangan pernah melawan nya atau semuanya akan berakhir fatal. Tuan Wiliam sama sekali tidak mengenal kata ampun dan akan bertindak sesuai kehendaknya." pesan Wulan kembali mengingatkan.


Tentu Margareta langsung menjawab dengan anggukan kepalanya. Dan tak lupa untuk tersenyum.

__ADS_1


"Aku melakukan ini karena sayang padamu, dan tidak ingin saudara ku kenapa-napa!" ujar Wulan lagi.


"Ya, kita semua disini adalah saudara yang harus saling melindungi dan memberikan nasehat demi kebaikan." sahut Inggrid yang merasa sangat setuju dengan Wulan.


Beberapa pelayan lainnya ikut bergabung bersama Wulan dan juga Inggrid, setelah kepergian Margareta menuju ke dalam kamar Tuan mereka.


"Siapa namanya dan berapa umurnya?" tanya Pelayan itu secara serentak karena memang penasaran dengan pelayan baru tersebut.


"Namanya Margareta, masih terlalu kecil dan berusia 20 tahun. Kalian tau, ternyata tua bangka itu memang sangatlah kejam, dia bukan hanya menyulik orang lain. Bahkan Margaret yang merupakan putrinya sendiri juga dia jual kepada Tuan Wiliam. Sungguh tidak ber-prikemanusiaan." balas Wulan yang sekaligus menceritakan tentang Bimo, orang yang sudah menculik mereka semua.


"Oh, jadi Margaret adalah putrinya?" tanya mereka lagi yang jadi ikut bertanya-tanya sekaligus merasa kasihan.


"Iya, Margaret adalah putri tirinya Bimo."


...****************...


Setelah mempersiapkan makan malam untuk Wiliam. Margareta bahkan belum pergi dari sana. Karena Inggrid berpesan sebelumnya agar Margareta tidak meninggalkan Wiliam sampai pria itu selesai dengan makanan nya.


Bahkan harus menyiapkan kebutuhan pria itu, sampai menunggu agar Wiliam tidur. Barulah dia di persilahkan untuk keluar.


"Margo, kemarilah!" perintah Wiliam yang menyebut nama Margareta sebagai Margo.


"Margareta TUAN!" balas wanita itu membenarkan dengan menunduk sopan.


Namun Wiliam merasa marah dan tidak suka di salahkan oleh siapapun. Karena menurutnya dengan cara Margareta membenarkan ucapannya tadi, berarti wanita itu menganggap jika Wiliam salah.


Langsung dia bangkit dan mencekik leher Margareta dengan sangat kuat, sehingga membuat kaki wanita itu sampai mengambang dan tidak menyentuh lantai lagi.

__ADS_1


"Jika aku ingin memanggilmu dengan sebutan nama Margo, maka kau harus menerimanya. Jangan memprotes, karena aku tidak suka di perlakukan seperti itu. Apa Inggrid tidak mengajarkan caranya menghormati ku sebagai Tuan mu?" tanya Wiliam berbicara dengan nada yang membentak.


__ADS_2