
Namun ternyata dugaan yang sebelumnya malah meleset, karena rupanya Wiliam hanya ingin mengambil makan siang nya yang tengah berada di atas meja tepat di belakang tubuh Margareta.
Wanita itu langsung terlonjak sementara Wiliam hanya bisa tersenyum miring ketika melihat kelakuan pelayan pribadinya itu.
Wiliam mulai menyantap makan siangnya, dan entah kenapa beberapa hari ini dia merasakan bahwa masakan Inggrid terasa jauh lebih enak.
"Selama Inggrid memasak, apa kau pernah memperhatikan nya?" tanya Wiliam kepada Margareta, sementara gadis itu langsung menggeleng.
Karena buat apa dia memperhatikan Inggrid ketika sedang memasak. Sementara pekerjaan nya begitu banyak dan sama sekali tidak sempat.
"Mulai sekarang cobalah untuk memantaunya sekaligus kau harus belajar skil memasak dengan wanita itu. Aku yakin kau sendiri pasti tidak bisa memasak!" ucap Wiliam yang meremehkan Margareta dan mengira bahwa gadis itu sama sekali tidak memasak.
Sementara Margareta pun dengan polosnya malah menjawab. "Baik tuan, saya memang tidak terlalu bisa memasak."
Di dalam hati gadis itu berbicara. "Ku rasa masakan ku rasanya pasti tidak enak. Maka dari itu Tuan Wiliam menyuruh ku untuk belajar masak dengan Pelayan Inggrid." batin nya sudah menduga.
Margareta keluar dari dalam kamar setelah Wiliam selesai dengan makan siang nya. Pria itu saat ini sedang beristirahat jadi Margareta tidak ingin mengganggunya.
Namun pada saat gadis itu baru saja menutup kembali pintu kamarnya. Dia malah sudah kembali di pertemukan dengan pria dingin itu yang tak lain adalah Alexandro.
Rasa canggung sekaligus tidak enak membuat Margareta ingin segera kabur saja, apalagi ketika melihat tatapan tajam dari mata pria itu. Sungguh menakutkan!
"Permisi, ngomong-ngomong jaket anda bagus tuan. Beli dimana?" tanya Margareta dengan bodohnya dan malah kabur setelah itu.
Membuat Alexandro hanya bisa tersenyum ketika melihat kelakuan dari pelayan pribadi tuan nya tersebut.
Alexandro menekan handel pintu dan langsung masuk ke dalam kamar Wiliam.
"Ada apa kau datang kemari?" tanya Wiliam tanpa mau membuka matanya dan sudah mengetahui jelas bahwa orang yang masuk merupakan anak buahnya sendiri.
"Aku mendengar teriakan tadi, ku pikir tuan melakukan sesuatu terhadap Margo." ucap Alexandro yang seketika membuat Wiliam langsung spontan membuka matanya dan memilih untuk mengubah posisinya menjadi duduk sekaligus menyandar di bagian kepala ranjang.
"Kau terlalu peduli kepadanya, itu bukan urusan mu! Atau jangan-jangan kau malah menyukai pelayan pribadi ku?" tanya Wiliam dengan penuh penekanan.
Sementara anak buahnya tersebut hanya mampu di buat untuk tertawa. Karena begitu lucu atas pertanyaan yang sudah di berikan oleh Wiliam kepadanya. Padahal sudah jelas-jelas jika pria itu lah yang menyukai pelayan pribadinya sendiri, tapi malah menuduhnya sembarangan.
"Apakah anda cemburu tuan?" tanya Alexandro sehingga membuat Wiliam langsung mengerutkan dahinya.
"Apa maksud mu?" Bukan nya menjawab tetapi Wiliam malah balik bertanya dan langsung turun dari atas tempat tidurnya.
"Tidak usah menutupi nya karena aku tau dengan jelas lewat raut serta ekspresi yang Tuan berikan barusan." jelas Alexandro.
Sementara Wiliam sendiri merasa bingung harus menjawab apa dia hanya bisa tersenyum sekilas karena tak bisa mengelak dengan kenyataan ini.
"Kalau kau sudah tau, kenapa masih banyak bertanya?" bentak Wiliam sembari meninju bagian dada Alexandro secara pelan.
Pria itu langsung duduk di atas sofa dan memandang anak buahnya dengan tatapan yang tajam.
"Apa kau tidak marah karena aku sudah menghianati adik kandung mu?" tanya Wiliam benar-benar bingung, karena pasalnya sebagai seorang kakak mana mungkin tidak akan marah ketika melihat adik kandungnya di khianati oleh seorang pria.
__ADS_1
"Aku tidak punya kuasa untuk memarahi mu tuan! Aku hanyalah seorang bawahan. Aku hanya mau jika memang tuan mencintai Margaret, tolong jangan mencintai adik ku lagi. Akhiri hubungan kalian sampai disini." balas Alexandro dengan serius.
Sementara Wiliam benar-benar merasa bingung. "Tapi aku bingung harus memilih siapa, di lain sisi aku juga masih mencintai Cantika." jawab Wiliam yang tak kalah seriusnya.
"Tapi anda lebih cenderung mencintai Margaret bukan? Selama belakangan ini adik ku sudah terlupakan. Jika tuan benar-benar mencintai Cantika, tuan pasti tidak akan bisa untuk berpaling kepada wanita lain." tukas Alexandro sehingga membuat Wiliam menjadi paham akan isi hatinya sekarang.
Dengan ragu-ragu dia menjawab. "Maafkan aku, tapi apa yang kau ucapkan sepertinya memang benar! Aku sudah terbawa perasaan terhadap pelayan pribadi ku sendiri, padahal dengan para pelayan pribadi ku yang sebelumnya aku sama sekali tidak pernah seperti ini. Margo benar-benar mampu membuat ku jadi gila dan hilang akal."
"Ya, cinta memang seperti itu. Kadang membuat gila serta membuat manusia kehilangan akal. Sama seperti tuan sekarang!" balas Alexandro yang langsung membalikan badan serta langsung pergi meninggalkan tuan nya itu.
...****************...
"Ku rasa, mulai sekarang Pelayan Inggrid harus kembali memasakan makanan untuk Tuan Wiliam karena tuan sama sekali tidak menyukai masakan ku. Dia bilang makanan ku tidak enak dan harus belajar lagi dengan pelayan Inggrid." ucap Maragreta berbicara dengan wanita parubaya itu di dapur.
Lantas Inggrid langsung tertawa dengan kerasnya. "Apa tuan Wiliam mengatakan secara langsung bahwa makanan mu tidak enak? Kasihan sekali." balasnya dengan tertawa puas.
Sementara itu, Margareta memilih untuk pergi menuju ke dalam kamarnya karena ingin beristirahat. Namun baru saja kaki melangkah, Alexandro malah menegurnya dan memerintahkan agar Margareta datang ke kamar tuan Wiliam.
Dengan terpaksa dia pun harus kembali lagi dengan langkah kaki yang terburu-buru. "Ya, tuhan! Kapan aku bisa istirahat? Bahkan untuk makan siang saja aku sama sekali tidak sempat." gumam wanita itu yang hanya bisa menangis di dalam hatinya.
Setelah sampai di dalam kamar. Margareta sudah di sambut oleh tatapan tajam dari tuan nya itu yang sedang duduk di sebuah sofa.
"Ada apa tuan?"
"Layani aku sekarang juga!" perintah Wiliam langsung tutup point.
Entah mengapa tiba-tiba saja dia bisa berani mengatakan hal itu kepada Wiliam. Namun sekarang keberanian nya tersebut sudah habis. Mungkin karena Margareta sudah terlalu lelah dan ingin beristirahat namun Wiliam malah menyuruhnya untuk melayani pria itu.
Benar-benar tak habis pikir, hingga pada akhirnya Margareta terpikir akan sesuatu.
"Atau jangan-jangan maksud dari arti kata melayani bukan tertuju ke arah situ?" tanya nya berbicara dengan sangat pelan sembari berpikir keras.
Karena bisa saja Wiliam meminta nya untuk melayani kebutuhan lain seperti menyiapkan air mandi atau pakaian.
Kelelahan membuat otak nya jadi tidak bisa berpikir jernih dan selalu tertuju ke arah yang negatif.
Pada saat Margareta sedang sibuk berpikir, sehingga membuat nya tak menyadari akan kedatangan Wiliam.
"Pelayan pribadi ku menolak? Bisa-bisanya kau memfitnah ku sembarangan. Siapa yang berani menolak ku? Mereka tidak pernah menolak ku, bahkan aku tidak pernah mengajak mereka untuk melakukan hubungan int*m karena aku merasa jijik dengan yang namanya seorang pelayan." bentak Wiliam merasa sangat marah atas tuduhan yang di berikan oleh Margareta, karena sudah berani mengatakan bahwa sebelum-sebelumnya dia sudah di tolak oleh pelayan pribadi nya yang dulu untuk melakukan hubungan s€x.
Entah mendapatkan cerita dari mana sehingga membuat Margareta bisa seenaknya saja saat berbicara kepadanya.
Padahal kenyataan. Jangan kan di tolak oleh mantan pelayan pribadinya, mengajak mereka berbicara saja pun Wiliam tidak pernah apalagi sampai ingin mengajak mereka berhubungan int*m. Rasanya sangat tidak masuk akal!
"Eh," ujar Margareta yang jadi bingung sendiri.
Dia masih mengingat dengan jelas ketika Inggrid mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang wanita murahan karena bersedia untuk menjadi budak ranjang tuan Wiliam. Dan pelayan kepala itu juga mengatakan bahwa pelayan-pelayan yang sebelumnya sama sekali tidak mau untuk di jadikan pemuas nafsu oleh Wiliam. Jadi sebenarnya cerita yang benar terdapat pada siapa? Jika seandainya Inggrid berbohong hanya demi untuk merendahkan nya, hal itu benar-benar sangat keterlaluan dan sekarang mampu menimbulkan masalah baginya.
"Kenapa kau terdiam? Apakah sudah puas karena menuduh ku sembarangan?" tanya Wiliam dengan meraih dagu Margaret lalu membuat wajah keduanya menjadi sangat dekat.
__ADS_1
"Asalkan kan kau tau aku sama sekali tidak pernah tergiur untuk meniduri pelayan pribadi ku karena aku sama sekali tidak berselera melihat mereka. Tapi entah mengapa ketika bersama mu aku jadi bernafs* dan ingin terus-terusan memperk*sa mu." sambung Wiliam lagi.
Dengan berusah payah Margareta mencoba untuk menelan ludahnya sendiri, sehingga membuat gadis itu sampai tersedak.
"Apakah tuan ingin mandi atau makan? Aku akan melayani tuan, kalau begitu biarkan aku pergi." ucap Margareta yang benar-benar merasa menciut dan ingin segera melarikan diri dari dalam kamar ini.
Melihat tatapan tuan nya sudah seperti layaknya seekor harimau yang sedang membidik mangsa.
"Ya, aku memang ingin makan.
Dan akan segera memakan mu sekarang juga." Tanpa berbasa-basi Wiliam langsung menyerang bagian leher gadis itu sehingga membuat Margareta menjadi meronta-ronta minta di lepaskan.
"Tadinya aku hanya ingin meminta mu untuk melayani ku makan sore. Tapi karena otak mesum mu itu malah tertuju pada hal lain, maka aku akan semangkin melakukan nya." gumam Wiliam di tengah-tengah aktivitas panas nya.
Margareta merasa tak berdaya pada saat pria itu sudah mendorong tubuhnya untuk terjatuh ke atas ranjang. Ketika Wiliam mulai mencium bibirnya, tiba-tiba saja pria itu harus menjerit karena kesakitan akibat ulah Margareta yang dengan nakalnya malah menggigit bagian bibir atasnya.
"Sial, dasar gadis nakal!" umpat Wiliam merasa geram dan langsung mengelap darah segar pada bibirnya yang terluka akibat gigitan tersebut.
Karena tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya Margareta langsung mundur dan turun dari atas ranjang.
"Berhenti, dan jangan berani lakukan itu lagi. Atau tidak aku akan membunuh mu tuan! Kenapa kau bersikap sebejat ini kepada pelayan mu? Apa aku memiliki kesalahan terhadap mu sehingga kau dengan seenaknya menikmati tubuh ku?Aku bukan pelayan di atas ranjang mu! Wanita yang masih waras tidak akan pernah mau memberikan tubuhnya terkecuali kepada suaminya sendiri. Sementara kau hanyalah sebatas majikan ku dan tidak berhak atas tubuh ku. Ku mohon, hentikan semua ini!" perintah Margareta berbicara dengan nafas yang sama sekali tidak teratur.
Seketika mampu membuat Wiliam langsung terdiam dan kembali mencerna ucapan dari pelayan pribadinya itu.
"Jadi maksud mu aku harus menikahi mu dulu, maka dengan itu barulah aku bisa menikmati tubuh mu dengan sepuasnya? Bukan kah itu yang kau mau? Kalau begitu aku akan segera menikahi mu hari ini." balas Wiliam sembari mengulas senyuman smirk dan tatapan yang penuh arti.
Karena seperti itulah kesimpulan yang dia dapatkan dari dalam kalimat ucapan Margareta.
...****************...
Wiliam langsung menarik tangan Margareta untuk di bawa keluar dari Villa. Tentu hal itu di saksikan oleh banyak pelayan, mereka semua melihat rekan nya tersebut tengah menangis sembari di tarik secara paksa oleh Tuan Wiliam.
Margareta merasa menyesal karena telah mengucapkan kalimat sehingga membuat tuan nya itu menjadi salah paham.
"Kau menangis? Bukankah hal ini yang kau inginkan? Kau menyuruh ku untuk menikahi mu agar aku bisa menikmati tubuh mu dengan sepuasnya, lalu apa ini? Kau malah menangis, sungguh wanita memang sulit untuk di pahami." ujar Wilian merasa tak percaya ketika melihat Margareta tengah menangis.
"Kau memang brengsek! Aku sangat membencimu, kau menikahi ku hanya untuk mendapatkan sebuah kepuasaan. Sampai kapan pun aku sama sekali tidak akan pernah rela ketika kau harus menyetubuhi ku." balas Margareta, dia menangis bukan karena sedih tapi melainkan karena marah atas apa yang hendak di lakukan oleh pria itu.
Mempermainkan sebuah ikatan suci hanya untuk kepentingan diri sendiri. Wanita mana yang mau pada saat dirinya hendak di nikahi oleh seorang pria hanya karena suatu tujuan. Padahal sejak dulu Margareta sangat ingin menikah dengan pria yang mencintai nya sepenuh hati. Bukan nya menikah dengan seorang pria kejam dan tak berhati seperti Wiliam.
Apalagi Wiliam sengaja ingin menikahi nya hanya demi ingin menghalalkan perbuatan bejatnya.
Merupakan suatu mimpi buruk bagi Margareta.
Di saat gadis itu tengah sibuk menangis. Lalu tiba-tiba saja Wiliam berkata.
"Siapa bilang aku menikahi mu hanya karena demi ingin mendapatkan sebuah kepuasan? Aku menikahi mu karena memang benar-benar ingin memiliki mu seutuhnya. Percayalah pada ku bahwa aku sangat mencintai mu! Meski kedengaran nya sangat mustahil, tapi memang itu lah yang terjadi." jelas Wiliam agar tidak membuat Margareta menjadi salah paham kepadanya.
Memang tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa dia akan mengambil keputusan untuk menikah dengan pelayan pribadi nya sendiri. Tapi setelah di pertimbangkan lebih dalam, karena rasa cinta nya yang membuat Wiliam tidak ingin memperlakukan Margareta seperti seorang wanita murahan dan ingin menjadikan gadis itu sebagai istrinya.
__ADS_1