Pelayan Milik Tuan Mafia

Pelayan Milik Tuan Mafia
Cinta Mati


__ADS_3

Alexandro mengingat betul ketika Wulan tak mempercayai jika dirinya terlanjur di buat cinta mati terhadap wanita itu.


Dan sekarang Alexandro akan membuktikannya, bahwa dia memang benar-benar cinta mati terhadap gadis pelayan yang memiliki nasib sangat tragis dan juga sebuah keadilan yang sama sekali tidak berpihak kepadanya.


Sungguh malang! Alexandro mulai meninggalkan area pemakaman.


Setelah kejadian pada saat itu, akhirnya dia memutuskan untuk memakamkan kekasihnya di tempat yang layak. Meskipun kondisi tubuhnya sudah tak utuh lagi, karena organ vitalnya sudah terlanjur di jual ke rumah sakit.


Dan Alexandro hanya berharap semoga itu semua bisa membantu seseorang yang benar-benar membutuhkannya.


Sementara kulit Wulan yang sudah terlanjur di pisahkan dari tubuhnya oleh seorang Dokter Bedah terpaksa di simpan oleh Alexandro yang nantinya akan ia jadikan sebagai bahan utama untuk pembuatan jaket kulit, yang nantinya akan menjadi sebuah kenang-kenangan di masa depan.


Bertujuan agar ia dapat mengingat selalu tentang wanita itu.


...****************...


Villa Andaru.

__ADS_1


Margareta masuk ke dalam kamar Wiliam dengan membawa semangkuk sop, lengkap dengan nasinya.


"Ini Tuan! Silahkan." ucap Margareta dengan sopan. Mempersilahkan pria itu untuk makan.


Wiliam hanya diam saja dan memperhatikan setiap rinci wajah wanita itu. Darahnya tiba-tiba berdesir, namun Wiliam tidak tau apa makna nya. Dan hanya mengabaikan kejadian tersebut, lalu memilih untuk melanjutkan aktivitas makan malam nya.


Seperti biasa, setelah menunggu sang tuan makan malam. Margareta tak juga beranjak, dan memilih untuk duduk di sofa yang berada di dalam kamar tersebut. Sembari menunggu sampai Wiliam tertidur dengan lelap. Barulah dia akan keluar setelah itu nantinya.


Namun sayang akibat terlalu lama menunggu Wiliam yang tak juga kunjung memejamkan matanya. Karena pria itu sedang terlihat sibuk menelpon seseorang di balkon kamar.


Setelah selesai menelpon, Wiliam pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamarnya. Namun pandangan matanya malah tertuju ke arah Margareta yang tengah terduduk diam sambil menundukan kepala.


Karena memang Wiliam tidak tau jika gadis itu sedang ketiduran. Jadi dia mencoba untuk memanggilnya sampai beberapa kali.


Karena tidak ada sahutan akhirnya pria itu memilih untuk meraih dagu Margareta. Dan benar saja akan dugaan nya, kalau wanita itu memang sedang tertidur pulas. Pantas saja Margareta mendadak menjadi tuli dan tidak mendengar panggilan dari Tuan nya.


Akibat merasa geram alhasil Wiliam langsung membentaknya. Sehingga membuat gadis itu menjadi kaget dan spontan bangun.

__ADS_1


Dia langsung melihat wajah sang tuan yang saat ini sedang berada di hadapan nya, sambil melayangkan tatapan amarah.


Margareta sudah bisa menebak jika pria itu tidak suka karena tindakan cerobohnya yang sudah ketiduran seperti tadi. Margareta benar-benar menyesal karena sudah melakukan hal itu. Jika saja waktu bisa kembali di ulang, maka dia akan berusaha untuk mencegah rasa kantuknya. Dari pada harus di tatap seperti itu oleh Wiliam. Rasanya nyawa wanita itu seperti hendak melayang dan tercabut dari tubuhnya.


"Berani sekali kau ketiduran seperti itu." tekan Wiliam yang langsung saja pergi meninggalkannya.


"Saya minta maaf tuan, karena saya benar-benar tidak sengaja melakukannya." balas Margareta pasrah dengan menatap Wiliam yang kini sudah naik ke atas ranjang.


Memperhatikan gerak-gerik pria itu hingga pada akhirnya sang tuan telah tertidur juga. Margareta berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke arah meja tempat dia menaruh piring kotor sisa dari bekas makan malam tadi.


Dan langsung pergi berlalu untuk membawanya keluar. Seperti inilah pekerjaan yang di lakukan oleh Margareta setiap malamnya, menunggu sang tuan tertidur, sudah seperti berada di dalam kandang singa.


Karena dapat menguji nyali, yang setiap saat mampu membuat jantungnya berdetak kuat dan sekaligus ketakutan.


Namun dia hanya bisa pasrah menerima keadaan. Meskipun beberapa kali gambaran tentang penembakan yang terjadi pada Wulan selalu saja terngiang-ngiang di kepalanya.


Malah semangkin membuat Margareta patuh dan takut terhadap Wiliam.

__ADS_1


__ADS_2