
"Perhatian semuanya!!! Tim Elang semua berkumpul di ruang rapat. Segera!! Kata kapten tim elang divisi Narkotika Pak Nando. Semua tim pun berkumpul tak terkecuali Jason. l"Nick sedang bergerak melakukan transaksi sekarang. Ini kesempatan kita melakukan penangkapan. Persiapkan senjata dan pelindung kalian, liima menit lagi kita berangkat ke lokasi!! perintah pak Nando. " Siap Kapten!!!" jawab tim Elang serentak.
Seluruh tim Elang telah siap kemudian bergegas berangkat ke lokasi transaksi. Nick adalah seorang pria keturunan Jerman dan Tiongkok. Ia seorang bandar narkoba yang sudah lama di awasi. Kepolisian sangat berharap bisa menangkapnya hari ini.
"Semuanya!! Bersiap di posisi masing-masing dan tunggu aba-aba dariku!" perintah pak Nando. semua tim menganggukan kepala. Beberapa saat kemudian Nick mulai menyerahkan narkoba dalam sebuah tas hitam besar dan menerima sebuah koper berisi uang pembayaran narkoba tersebut. "Sekarang!! " perintah Nando. "Semuanya jangan bergerak!!!" Serunya sambil menodongkan senjata kepada sekelompok orang yang sedang melakukan transaksi narkoba ilegal. Namun Nick dan kawan-kawan nya tidak serta merta menyerahkan diri. Mereka melakukan perlawanan dan terjadilah perkelahian sengit.
"Kamu mau menangkap ku? Cobalah kalau kau bisa! " kata Nick yang segera berlari menuju mobilnya. Namun tak berhasil karena Jason segera menangkapnya. Polisi tampan itu menjatuhkannya dengan sekali pukulan. Jason memang sangat terampil dalam bela diri. Pada akhirnya semua tertangkap dan di bawa ke markas kepolisian. Saat di perjalanan, Nick mencoba kabur dengan melompat dari mobil. Jason bergerak cepat mengejarnya. "Ah.. sial!!" kata Nick sambil meringis menahan sakit karena kakinya terluka akibat terkena batu tajam saat melompat tadi. Ia terus memaksakan berlari. Namun sekali lagi, Jason menangkapnya dan segera memborgol dirinya. "sudahlah. Menyerah saja! Buat ini mudah untuk kita berdua" kata Jason dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
***
Sore itu suasana IGD nampak sepi. Tak banyak pasien gawat yang datang untuk dirawat. Anna sedang bertugas di IGD hari ini. Ia hanya bolak-balik melihat ponselnya menunggu kabar dari Jason yang tak kunjung datang. "Dokter Anna, bisakah kamu lihat pasien di ranjang no 5? Ia mengeluh sakit tak tertahankan di bagian perutnya." Kata suster Sandra. Anna segera meletakkan ponselnya di saku dan mendatangi pasien tersebut.
"Permisi, saya dokter Anna. Bapak silahkan beritahu saya apa keluhannya?! " kata Anna. "Perut saya sangat sakit dokter." kata pasien itu. Anna kemudian memeriksanya dengan menekan setiap sisi perutnya. Terlihat pasien itu sangat kesakitan saat Anna menekan perut bagian kirinya. "Kemungkinan ini Infeksi saluran kemih, tapi kita harus lakukan uji laboratorium untuk memastikan. " jelas Anna. "Baiklah dokter". Jawab pasien tersebut. " Suster Sandra, silahkan mengantar bapak ini untuk uji laboratorium! " kata Anna.
Anna kembali mengecek ponselnya. "huh.. Apa yang sedang Jason lakukan? Apa dia sangat sibuk? " gerutu Anna. "Apa kamu sibuk?" Tanya seorang pria yang sangat familiar suaranya. Anna membalikan badannya. Ternyata orang yang sedari tadi ditunggu kabarnya malah mendatanginya. "Ah.. Apa ada yang bisa dibantu? " tanya gadis itu. "Hah..! Kamu terluka lagi Jason?! " Anna khawatir melihat Jason datang dengan darah di bajunya. "Ayo! Aku obati..! " Kata Anna sambil menarik tangan Jason dan membawanya ke ranjang pasien tanpa mendengarkan penjelasan dari Jason. "An, bukan aku yang terluka. Dia.. " Kata Jason sambil menunjuk Nick yang tengah berdiri didampingi Diky dan Miko. "Lantas darah di bajumu?" tanya Anna lagi. "Darahnya" jawab Jason dengan tenang. "Baiklah.. bisa bawa dia ke sini? " kata Anna. Dikunjungi dan Miko pun mengantarkan Nick ke ranjang pasien. "Baiklah.. kalian tunggu di sana! " Kata Anna.
__ADS_1
"Tuan lukamu ini sedikit dalam dan harus dijahit. Ini akan cepat tolong kau tahan sedikit" kata Anna. Nick sedikit terpesona dengan gadis itu. Selama Anna membersihkan dan menjahit lukanya, ia hanya memandangi dokter cantik itu. "Apa aku harus dirawat inap di sini dokter?" tanya Nick. "itu tidak perlu tuan. Setelah aku selesai menjahit dan membalut lukamu kau sudah bisa pergi dari sini. " terang Anna. "Yah.. sayang sekali. Aku berharap bisa melihatmu setiap hari. " kata Jason yang kedua bola matanya terus memandang wajar Anna. "Benar,, sayang sekali. Nah.. sudah selesai!! Minumlah obat secara teratur dan jangan biarkan lukamu terkena air selama seminggu! " kata Anna sambil berdiri dari duduk nya.
Kemudian sesuatu hal tak terduga terjadi. Tiba-tiba.. "Aaaaaaaaaaa... " teriak Anna. Ternyata Nick mengambil sebuah pisau bedah dan meletakannya di leher gadis cantik itu. Ia menjadikan Anna sebagai sandera agar bisa kabur. "Nick!! Tenanglah!! Jangan berbuat hal bodoh!! berikan pisaunya padaku! kata Jason berusaha membujuk Nick. " Jangan mendekat!! biarkan aku pergi!!" kata Nick yang semakin kuat menahan Anna. "Ayolah.. kamu bisa mendapatkan hukuman berlipat. Jangan coba-coba melukainya!!" bujuk Jason. "Maka biarkan aku pergi! Kalau tidak ku bunuh dokter cantik ini! " Kata Nick dengan menekan pisaunya ke leher Anna hingga leher gadis itu tergores kecil dan mengeluarkan sedikit darah.
"Jangan!! Anna apa kamu baik-baik saja? " Tanya Jason khawatir. "Anna hanya memejamkan matanya seolah percaya pada Jason. " wah.. ternyata gadis ini lumayan berharga untuk mu. Kalau begitu biarkan aku pergi makan akan ku lepaskan dia! " kata Nick. Jason sudah tidak bisa bersabar. Diselesaikannya negosiasi itu dengan tendangan ke arah kaki Nick yang terluka. Nick pun langsung terjatuh dan kesakitan. Diky dan Miko segera mengamankannya.
Anna segera berlari dan memeluk Jason. "Sudah tidak apa-apa An. Kamu aman sekarang. Tidak apa-apa.. " Kata Jason sambil memeluk Anna. Jason bisa merasakan betapa takutnya gadis itu sampai seluruh tubuhnya gemetar. Ia menangis dalam pelukan polisi tampan itu. "Sudah.. tidak apa-apa An.. Setelah aku mengantar berandal itu ke markas, aku akan menjemputmu yah.. " Anna menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya. "Baiklah. coba aku lihat. " kata Jason sambil memegang luka kecil di leher gadis itu. "hanya goresan kecil. Apa ini sakit? " tanyanya lembut. Anna hanya menggelengkan kepalanya. "Baiklah.. aku akan pergi mengantar berandal itu dulu, mintalah mereka merawat lukamu. Tunggu aku menjemputmu.. ok?" kata Jason . "suster!! Tolong obatilah lukanya!" kata Jason pada suster Sandra. Jason pun pergi sambimelihat ke arah Anna. Begitupun sebaliknya..
__ADS_1
***
bersambung...