Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Leo Kabur


__ADS_3

"Buletin siang ini. Empat orang tahanan berusaha kabur dari kawalan polisi saat melakukan perawatan di rumah sakit. Tiga diantaranya telah ditangkap kembali, namun ada satu tahanan masih belum diketahui keberadaannya. Diketahui tahanan yang kabur itu adalah seorang dokter bernama Leo dengan kasus penculikan. Polisi masih terus mengejar tahanan itu. Bagi anda yang melihat atau mengetahui keberadaannya silahkan hubungi kantor polisi terdekat. Sekian. " Berita siang ini pun sontak membuat kaget semua orang. Terutama Jason. Melihat berita itu ia langsung bergegas pergi. Ia melaju kencang dengan mobilnya untuk memastikan keadaan Anna. Ia sangat menghawatirkan dokter cantik itu.


"Tuan Feng! Tolong batalkan semua janjiku hari ini.. Aku dalam perjalanan ke rumah sakit tempat Anna bekerja. Leo kabur dari penjara aku khawatir terjadi sesuatu dengan Anna." Kata Jason di telponnya.


"Baik tuan Jason. " jawab tuan Feng.


Jason terus melaju. Ia hanya ingin secepatnya smpai di rumah sakit. Satu demi satu kendaraan lain disalipnya demi mempersingkat waktu.


"Anna.. Tunggulah aku.. " ucapnya lirih...


***


Sementara itu, Anna sangat terkejut mengetahui siapa yang sedang menariknya. Matanya terbelalak, tubuhnya gemetar tak berdaya seketika otot-ototnya terasa lunak. Sungguh ia merasa ketakutan dalam ruangan gelap itu.


"Kamu!!! A.. apa yang kamu lakukan di sini Le le Leo?!! " Tanya Anna terbata-bata dan hampir tak bersuara.


"Lama tidak berjumpa Anna. Kamu masih saja cantik luar biasa seperti biasanya. Aku sangat merindukanmu An. " kata Leo.


"Ja ja jangan dekati aku! Pergilah Leo aku mohon tinggalkan aku di sini. Aku mohon" pinta Anna.


"Bagaimana kamu bisa melupakanku begitu cepat Anna. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. Akan ku jadikan kamu milikku hari ini." kata Leo sambil mendekati Anna.


Ia menekan tubuh Anna disudut ruangan. Segera didekatkan nya wajahnya ke wajah gadis cantik itu. Anna hanya bisa menarik kepalanya sejauh mungkin namun usahanya sia-sia. Leo berhasil menempelkan wajahnya ke wajah Anna. Namun ketika ia ingin mencium gadis itu tiba-tiba ada yang menariknya dan Bugh!!! Sebuah tinju mendarat di wajahnya. Tepat di hidungnya tinju yang sangat keras itu mendarat. Disusul beberapa tendangan dan pukulan di dada dan perutnya yang membuat pria itu jatuh tersungkur. Dokter Eric segera menggendong Anna yang sangat lemas karena rasa takutnya pada Leo. Ia membawanya ke ruang perawatan. Seluruh mata tertuju pada mereka.


"Ada apa dengan dokter Anna? " tanya suster Mery.


"Dia sedang syok sekarang. Segera hubungi pihak kepolisian yang ada di IGD. Pria yang kabur itu sedang pingsan di ruang penyimpanan berkas pasien." kata dokter Eric.


Pria itu bergerak sangat cepat. Ia membaringkan Anna dan segera memeriksa kondisinya. Beruntung gadis itu hanya mengalami syok. Sehingga ia tidak perlu penanganan intensif. Dokter Eric hanya memberikan cairan infus dan obat penenang pada gadis itu. Pria itu tak beranjak dari sisi Anna. Ia menemani Anna tanpa memperdulikan yang lain.


"Wah, Apakah dokter Eric yang menyelamatkan dokter Anna? " tanya suster Sonya.


"Ya.. Sungguh dokter Leo sangat menakutkan. " kata Suster Mery.


" Dokter Eric terlihat sangat marah tadi. Dia sungguh mengkhawatirkan dokter Anna. Apa menurut mu dia menyukai dokter Anna? " tanya suster Sonya.


"Mungkin saja. Dilihat dari cara dia memperlakukan dokter Anna sepertinya dia memang menyukai dokter Anna. " jawab suster Mery.

__ADS_1


"Mereka terlihat sangat cocok berdua. Yang satu dokter cantik terampil dan berprestasi. Yang satunya lagi dokter tampan, terampil dan dia anak direktur rumah sakit. " kata suster Sonya.


"Lalu bagaimana dengan tuan Jason. Mereka juga tampak cocok. " kata suster Mery.


"Yah.. kita lihat saja nanti siapa yang akan mendapatkan cinta dokter Anna. " kata suster Sonya.


tap.. tap... tap.. langkah kaki Jason terdengar kuat. Pria itu berlari setelah turun dari mobilnya. Ia segera menghampiri suster Mery.


"Di mana Anna? " tanya pria itu dengan nafas terengah-engah.


"Dia ada di ruang perawatan VIP nomor 1" jawab Suster Mery.


"Terima kasih. " ucap Jason seraya berlari mendatangi ruang perawatan tempat Anna dirawat.


Tanpa mengetuk lagi Jason langsung menerobos masuk. Ia langsung menghampiri Anna yang baru saja terbangun dari tidurnya. Ia tidak lagi memperdulikan pria yang ada di samping Anna. Ia langsung saja memeluk gadis itu.


"Anna, apa kamu tidak apa-apa? " tanya Jason tanpa melepaskan pelukannya.


"Aku permisi dulu" kata dokter Eric seraya pergi meninggalkan mereka berdua.


"Apa dia menyakiti mu lagi? " tanya Jason.


"Hampir saja, untung saja dokter Eric datang. Dia telah menyelamatkan aku dan merawat ku di sini" jelas Anna.


"Maafkan aku datang terlambat An.. Terima kasih kamu baik-baik saja. Jika sesuatu terjadi padamu maka aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku. " kata Jason.


Perlahan ia melepaskan pelukan nya. Anna menatap dalam pria itu. Terlihat betapa pria itu mencemaskan nya.


"Bagaimana kamu bisa ada di sini? Bukan kah kamu seharusnya ada di Parta? " tanya Anna.


"Bagaimana mungkin aku tetap di sana sedang pikiran dan hatiku terus mengkhawatirkan mu? " kata Jason.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu? " tanya Anna?


"Aku sudah memberitahukan tuan Feng agar membatalkan semua janjiku hari ini. Aku akan berada di sini sampai kamu membaik". kata Jason.


" Aku tidak apa-apa Jason. Leo juga sudah diamankan polisi. " kata Anna.

__ADS_1


"Pria brengsek itu tidak pernah berubah bahkan setelah menjadi tahanan polisi. " Kata Jason sambil mengepalkan tangannya.


"Apa kamu sudah makan Jason? " tanya Anna.


"Bagaimana aku bisa makan saat ini? " kata Jason.


"Maukah kamu memelukku lagi. .? tanya Anna sambil membuka lebar kedua tangannya.


Jason pun memeluknya dengan lembut. Di belainya rambut gadis itu. Anna menyandarkan kepalanya di dada bidang pria tampan itu. Ia merasa sangat aman dan nyaman berada dalam pelukan Jason.


" Jason.. Aku sangat merindukanmu. Terima kasih kamu sudah datang menemuiku hari ini. Aku sangat bahagia bisa melihat mu lagi. Apa aku harus berterima kasih kepada Leo yang membuat mu datang menemuiku hari ini? "


"Apa yang kamu bicarakan. Bagaimana mungkin kamu bersyukur atas apa yang terjadi hari ini? " Tanya Jason kesal.


"Aku hanya merindukanmu. Jika hal seperti ini bisa membuatmu datang menemuiku maka aku akan mensyukurinya. " Jawab Anna.


"Anna.. Aku juga sangat merindukanmu. Aku hanya menyelesaikan pekerjaan ku di Parta dan segera pindah ke cabang perusahaan di kota ini." kata Jason.


Tok.. tok.. tok..


Suster Sonya mengetuk pintu.


"Maaf mengganggu dokter, Saya akan melepaskan cairan infus Anda. " Kata suster Sonya.


"Ya baiklah." jawab Anna seraya melepaskan pelukannya..


"Apa dia boleh pulang?" tanya Jason.


"Tentu saja. Istirahat di rumah akan membuat nya merasa lebih nyaman dan mempercepat kesembuhan psikologi nya." jelas suster Sonya.


"Ayo aku akan mengantarmu pulang! " kata Jason.


"Hm.. iya" Jawab Anna sambil menganggukkan kepalanya.


***


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2