
Pagi itu nampak cerah. Jalan pun nampak padat. Dokter Eric mengemudikan mobilnya pelan. Anna yang duduk sambil menatap ke luar tak sadar bahwa pria yang duduk di sebelahnya juga sedang mencuri-curi pandang menatap dirinya.Saking sibuknya Ia menatap gadis itu, dokter Eric tak menyadari mobilnya melewati jalan yang berlubang sehingga membuat mobilnya sedikit terguncang. Melihat hal itu dokter Eric dengan sigap memegangi pundak Anna dan segera menghentikan mobilnya.
"Ah.. Anna, apa kamu baik-baik saja? " tanya dokter Eric.
"Ehm.. iya. Aku baik-baik saja. Ada apa? Apa kamu tidak melihat lubang sebesar itu? konsentrasilah, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Anna.
"Tidak ada An." jawab dokter Eric.
"Apa kamu mau berganti aku saja yang menyetir mobilnya? " tanya Anna menawarkan diri melihat dokter Eric yang sedikit gugup.
"Tidak tidak.. itu tidak perlu. Aku baik-baik saja. Sungguh.. " kata dokter Eric.
"Baiklah kalau begitu." kata Anna.
Mereka pun melanjutkan perjalanan. Sesampainya di rumah sakit mereka menjadi pusat perhatian para karyawan rumah sakit lagi. Mereka mulai menerka-nerka hubungan Anna dengan dokter Eric.
" Hei lihatlah! " kata salah seorang perawat menunjukkan kebersamaan Anna dengan dokter Eric di Koridor dekat ruang kerja Anna.
"Wah..tidak biasanya mereka pergi bekerja bersama. Kelihatannya dokter Anna dan dokter Eric memiliki hubungan yang tidak biasa. " kata perawat lainnya.
"Kalau memang benar seperti dugaan kita, itu tidak akan menjadi masalah kan. Dokter Anna sangat cantik dan elegant, Ia juga sangat kompeten di bidangnya. Sangat pantas disandingkan dengan dokter Eric yang juga tampan dan berprestasi. Terlebih dokter Eric adalah putra satu-satunya presdir." ucap perawat itu.
Dokter Eric mengantar Anna sampai ke ruangannya kemudian ia pergi ke ruang kerjanya yang berada tepat di sebrang ruang kerja Anna.
***
Jason tampak sibuk mempelajari isi kontrak yang ada di hadapannya. Ia sangat serius ketika bekerja. setelah beberapa jam akhirnya selesai juga pekerjaannya. Ia teringat janjinya dengan tuan Marko dua hari lagi akan menjadi pasangan Julie di pesta ulang tahun konglomerat kaya itu.
"Tuan Feng, bisa kah kau masuk sebentar?!" kata Jason dari saluran telpon yang terhubung dengan meja sekertaris di depan ruangannya.
Mendengar perintah presdir itu tuan Feng langsung masuk memenuhi permintaan Jason.
tok.. tok.. tok..
"Masuklah tuan Feng! " kata Jason.
"Ada yang bisa saya bantu Presdir Jason? " tanya tuan Feng.
__ADS_1
"Bisakah kamu menemaniku mencari stelan jas untuk menghadiri pesta tuan Marko besok lusa? " tanya Jason.
"Baiklah tuan Jason. Saya mengenal desainer ternama di kota ini. Apa tuan mau berangkat sekarang?" kata tuan Feng.
"Baiklah. Mari kita pergi!" kata Jason seraya berdiri dari tempat duduknya dan beranjak pergi disusul oleh tuan Feng yang mengikuti langkahnya.
Ketika hendak memasuki lift Jason menghentikan langkah kakinya. Tampak seorang wanita yang ia kenal ada di dalam lift itu. Yah, wanita itu tak lain adalah Julie. Wanita yang berasal dari masa lalunya Jason yang sebenarnya tak berarti apa-apa lagi untuknya.
"Hai Jason! kebetulan sekali aku ingin menemuimu. " kata Julie.
"Ada urusan apa kamu ingin menemuiku? Aku ingin pergi ke luar, kalau tidak terlalu penting nanti saja kamu kembali." kata Jason sambil masuk ke dalam lift.
"Tidak masalah, aku akan ikut denganmu." kata Julie.
"Tapi nona, tuan Jason ingin pergi membeli jas untuk pesta ulang tahun tuan Marko." kata tuan Feng.
"Oh.. itu bagus sekali. Aku juga bisa membantumu memilih jasnya.. bagaimana Jason?"tanya Julie.
" Terserah kamu saja!". kata Jason ketus.
***
Siang itu kantin nampak ramai. Terlihat Anna sedang duduk menikmati makan siangnya di salah satu meja makan di dekat balkon. Tak lama dokter Eric pun menghampiri mejanya dengan membawa piring makannya. Para karyawan yang ada di kantin pun dibuat heboh oleh situasi yang ada di hadapan mereka.
"Hai An, apa aku boleh duduk di sini?" tanya dokter Eric.
"Oh tentu saja. silahkan!" jawab Anna.
"Apa kamu sabtu ini ada waktu luang?" tanya dokter Eric.
"Ehm.. Sabtu ini ya? Sepertinya aku tidak ada kepentingan apapun. Ada apa Eric? " tanya Anna.
"Aku ingin minta bantuan mu, bisakah kamu membantuku?" tanya dokter Eric lagi.
"Membantumu? tentu saja kalau itu mungkin pasti akan aku bantu. Tapi, apa yang harus aku bantu Eric?" tanya Anna lagi seraya mengambil gelasnya yang berisi air mineral.
"Begini An, ayahku memintaku untuk mewakili rumah sakit untuk hadir di acara pesta ulang tahun salah satu pemegang saham rumah sakit kita yaitu tuan Marko. Apa kamu bersedia jadi pasanganku di pesta itu?" tanya dokter Eric.
__ADS_1
"karena kamu sudah berbaik hati meminjamkan noveLmu padaku, Baiklah aku akan menemanimu pergi ke pesta itu sebagai pasangan mu. " kata Anna setuju.
"Tapi pesta itu diadakan besok lusa di kota Parta. Apa tidak apa-apa? jaraknya cukup jauh dari sini. " kata dokter Eric.
"oh ya, di kota Parta? tidak masalah.. aku mungkin akan menemukan seseorang di sana." kata Anna.
"Itu bagus kalau kamu tidak masalah.. Aku akan menjemputmu jam 11 ." kata dokter Eric.
***
Hari pesta ulang tahun tuan Marko
Dokter Eric menjemput Anna dengan mobilnya. Ia terperangah saat melihat gadis cantik itu memakai gaun hitam nan anggun dengan riasan yang pas dan rambut di ikat tinggi sedang menuju ke mobilnya. Ia bahkan lupa membukakan pintu untuk Anna. Anna masuk tapi dokter Eric masih saja terpaku menatapnya. Anna pun menyadari hal itu dan langsung memanggilnya.
"Hey!!! Ayo berangkat! " kata Anna sambil tersenyum.
"Ah, iya An. Kita berangkat ya."kata dokter Eric sambil menjalankan mobilnya.
mereka sampai di Parta tepat jam 7 malam. Mereka memasuki hotel tempat acara pesta digelar.
Gedung tempat acara terlihat megah.. dihiasi bunga-bunga dan lampu yang sangat indah. Banyak konglomerat yang hadir di pesta itu. Dokter Eric dan Anna menikmati minuman sambil berbincang-bincang. Tak lama kemudian Pembawa Acara mengumumkan sesuatu.
"Halo hadirin semuanya, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk hadir di acara ulang tahun Presdir grup Luo tuan Marko!!" kata Pembawa acara disambut dengan tepuk tangan para undangan yang hadir.
"Sekarang kita sambut ini dia tuan Marko!!!"
Tuan Marko memasuki tempat acara. Disusul oleh Julie yang menggandeng Jason sebagai pasangannya malam itu. Melihat hal itu Anna langsung terdiam tak berhenti menatap ke arah Jason. Ia mengira Jason telah menghianatinya. Tanpa sengaja Jason melihat Anna yang sedang berdiri di hadapannya. Mata mereka saling bertemu. Air mata Anna pun tak terasa jatuh begitu saja. Jason sudah menduga kalau Anna pasti salah paham dengannya. Namun belum sempat ia menjelaskan Anna beranjak pergi dari pesta itu. Dokter Eric pun menyusulnya.
"An, ada apa? Apa yang salah? katakan padaku?" tanya dokter Eric.
"Tidak Eric. Maafkan aku, aku harus pergi sekarang. " kata Anna seraya melanjutkan langkahnya.
"Tunggu aku akan ikut denganmu." kata dokter Eric.
***
bersambung...
__ADS_1