Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Bubur Ayam Cinta


__ADS_3

Jason menggandeng Anna berjalan menuju mobilnya. Suster Mery dan suster Sonya saling melempar isyarat. Menurut mereka akan ada persaingan antara dokter Eric dan Jason. Tidak tahan ingin berkomentar suster Sonya pun segera menghampiri suster Mery.


"Apa kamu lihat? Mereka sangat serasi. Lalu bagaimana dengan dokter Eric?" tanya suster Sonya.


"Sepertinya akan ada persaingan yang ketat antara dokter Eric dan tuan Jason. Tapi dilihat dari tingkah dokter Anna, gadis itu menyukai tuan Jason. " kata suster Mery.


"Beruntung sekali dokter Anna di perebutkan oleh dua pria tampan dan kaya raya. " kata suster Sonya.


Jason membukakan pintu mobilnya untuk Anna. Terlihat pria itu sangat memperhatikannya. Kemudian Jason menyusul masuk dan menjalankan mobilnya. Dokter Eric yang sedari tadi memperhatikan mereka mulai merasa gelisah melihat kedekatan Anna dan Jason.


"Jason, apa kamu ingin memakan sesuatu dulu baru mengantarkan aku pulang? " tanya Anna.


"Tidak usah, aku akan langsung mengantarkan mu pulang agar kamu cepat bisa beristirahat." Jawab Jason.


"Tapi kamu kan belum memakan apapun sejak tadi siang. " kata Anna.


"Aku tidak lapar Anna." Jawab Jason lembut.


"Kalau begitu kamu temani saja aku makan dulu, kebetulan aku merasa lapar. " kata Anna berusaha membuat Jason agar setuju untuk makan.


"Baiklah, kamu ingin makan apa?" tanya Jason.


"Ada restauran enak di persimpangan jalan itu. Bebek gorengnya sangat lezat." jawab Anna.


"Baiklah kita makan disitu saja. " kata Jason.


Anna tersenyum karena usahanya membuat Jason mau makan telah berhasil.


***


Jason menggandeng Anna sampai ke kamarnya. Dengan raut wajah berseri Anna tersenyum sepanjang perjalanan sampai ia berbaring di tempat tidurnya.


"Ada apa? Kenapa kamu terus saja tersenyum dari tadi? Apa yang membuat mu begitu bahagia? " tanya Jason ingin tahu.


"Kamu." jawab Anna singkat.


"Aku?" tanya Jason heran.


"Ya, kamu. Kamu sudah datang jauh-jauh hanya untuk memastikan keselamatan ku." kata Anna.

__ADS_1


"Sejujurnya aku sangat merindukanmu. Aku hanya butuh alasan untuk menemuimu. " kata Jason sambil menatap wajah gadis itu dengan lembut.


"Apa kamu tau? Aku juga sangat rindu padamu. Entah apa aku harus berterimakasih pada Leo yang telah mengantarkan mu kemari. " kata Anna.


Mereka saling menatap sesaat. Tanpa berkata sepatah katapun keduanya sadar bahwa mereka saling mencintai. Rasa itu sudah tak bisa dibendung lagi. Jason memeluk Anna dengan erat sambil berbisik.


"I love you An. Sangat sangat mencintai kamu. Tak sanggup sudah aku memendam perasaan ku ini. Maaf aku sudah merusak persahabatan kita karena berharap lebih padamu An?! " Ucap Jason.


"Jason, kamu tidak salah. Kita masih bisa tetap bersahabat bahkan jika kita berdua sepasang kekasih. I love you too Jason." Jawab Anna.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya. Jason mulai bisa bernafas lega mengetahui bahwa gadis yang dicintainya memiliki perasaan yang sama terhadapnya.


"Sekarang kamu tidur ya. Kamu harus banyak istirahat agar cepat pulih. " Kata Jason lembut.


"Hm.. iya.. lalu bagaimana dengan mu? Apa kamu akan pergi lagi?" tanya Anna dengan nada memelas.


" Tentu saja aku harus kembali ke parta menyelesaikan pekerjaan ku. Namun tidak untuk malam ini. Aku akan menginap disini. Aku akan tidur di sofa." jawab Jason.


"Benarkah? " tanya Anna sumringah.


"Ya.. Aku akan kembali ke Parta besok siang." Jawab Jason.


Jason mendekatinya dan membelai lembut rambut gadis itu.


"Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku di sana. Kalau memungkinkan aku akan menyelesaikan dalam waktu satu bulan, setelah itu aku akan bekerja dari sini. Akan ku pindahkan kantor pusat di kota ini. " Jelas Jason.


Anna kembali memeluk pria tampan itu. Ia mendekap erat tubuh Jason.


"Baiklah, selesaikanlah dengan cepat. Aku akan menunggumu di sini. " kata Anna.


"Hm.. tunggu lah aku sebentar lagi. Aku akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan ku di sana. " kata Jason sambil terus membelai rambut Anna yang sedang memeluknya.


"Tidurlah.. Besok akan ku buatkan sarapan yang lezat untukmu.".kata Jason.


" Kamu.. Tidur saja di sini. "ucap Anna pelan.


" Apa tidak masalah? " tanya Jason.


"Hm.. bukankah kita sudah pernah tidur di tempat tidur yang sama?!" kata Anna.

__ADS_1


"Ini berbeda Anna. Sekarang kamu kekasihku. " kata Jason.


"Bukankah kita ha.. hanya tidur.? " kata Anna gugup.


"Baiklah.. aku akan berusaha mengendalikan diri ku" kata Jason seraya naik ke tempat tidur.


Jason berbaring di samping Anna. Mereka saling berhadapan dan berbagi selimut yang sama. Perasaan gugup menyelimuti hati dan pikiran mereka berdua. Jason mencoba menutup matanya dan kembali mengusap kepala Anna dan membelai mesra rambut dokter cantik itu. Sementara itu Anna terus menatap wajah tampan kekasih yang ada di hadapannya.


"Tidurlah..!! Satu menit lagi wajahku akan berlubang kalau kamu tatap seperti itu terus. " Kata Jason menyadari bahwa Anna sedang menatapnya terus menerus.


Gadis itu hanya bisa tersipu malu. Mereka berdua pun tidur saling berhadapan. Kebun bunga sedang berada di hati Anna. Ia sangat senang sampai-sampai tak mau menutup matanya. Ia masih sesekali menatap wajah tampan kekasihnya itu.


***


Keesokan harinya...


Anna membuka lebar kedua matanya. Dia mendapati bahwa Jason tak berada disampingnya. Ia bergegas bangun dan keluar kamar untuk mencari Jason. Namun begitu membuka pintu kamar tercium aroma masakan yang sangat menggoda. Aroma makanan yang dimasak Jason memenuhi dapur. Anna yang menyadari itu langsung ke dapur menghampiri pria itu.


"Apa yang kamu masak? Aromanya sangat lezat." tanya Anna sambil menghirup aroma masakan Jason.


"Aku membuatkan mu sup ayam An. Ini akan membantu menyegarkan pikiran. " kata Jason sambil menyodorkan sendok berisi kuah sup.


"cobalah!!" kata Jason.


Anna mencoba masakan Jason. Begitu masuk di mulut nya ia merasa ingin memakan nya lagi. Ia mengambil sendok dari tangan Jason dan menyendok sendiri sup panas yang ada di hadapannya.


"Ehm.. Kamu yang terbaik Jason! " seru Anna.


"Baiklah.. Mari kita sarapan. Aku akn menyiapkannya untukmu, tunggulah di meja makan nona manis! " kata Jason.


Anna menuju meja makan dan membawa dua gelas air putih di tangannya. Disusul Jason dengan dua porsi sup ayam. Jason memang sangat handal dalam urusan masak. Masakannya sangat lezat. Sehingga membuat setiap orang yang memakan nya. Anna lah yang paling sering menyantap masakan Jason.


" Makanlah yang banyak! Aku membuat lebih untukmu." kata Jason


"tanpa kamu suruh juga aku pasti akan menghabiskan semua yang kamu masak. Tapi Jason, aku sangat penasaran bagaimana kamu bisa memasak sehebat ini? Aku yang seorang wanita saja tidak sehebat dirimu. Coba kamu beritahu aku apa rahasia masakan mu yang selalu bisa memanjakan lidah setiap orang yang memakannya. "Kata Anna.


" Itu sangat mudah Anna. Kamu hanya tinggal menambahkan sedikit cinta untuk setiap masakanmu. Pasti akan terasa lezat. Kapan-kapan kamu harus mencobanya." kata Jason.


***

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2