
Hujan deras mengguyur kota, Anna masih berdiri menunggu Jason di depan rumah sakit. Sudah setengah jam ia menunggu dan Jason tidak bisa dihubungi. Tampak gadis itu mondar-mandir sehingga kakinya sedikit lecet. Ia sangat menghawatirkan Jason. Karena, terakhir kali kala hujan sederas itu Jason terluka. Ia khawatir itu akan terulang lagi. Setelah menunggu lebih lama, di hentikannya langkah kakinya. Dilihatnya mobil Jason muncul dari kejauhan dan berhenti di dekatnya.
"Maaf An, ada yang perlu ku urus tadi jadi aku kembali ke kantor sebentar. Apa kamu terus menungguku di sini? " Tanya Jason setelah turun dari mobilnya.
"Ya. Hujan seperti ini mengingatkan ku pada seseorang" Jawab Anna sambil berjalan menuju mobil Jason. Jason pun segera menyusul masuk ke mobil. Ia melepaskan Jasnya lalu memberikannya pada Anna. "Nah.. pakailah! Jangan sampai kamu masuk angin! " Kata Jason. Ia mengantar Anna pulang hanya sampai di depan rumah gadis itu. "Apa kamu tidak masuk?" tanya Anna. "Tidak An. Aku pergi dulu, jangan lupa besok kita berangkat jam 8 ya. " kata Jason. "hm.. Hati-hati ya" jawab Anna.
***
Keesokan harinya. .
__ADS_1
Matahari hangat menyinari pagi yang cerah. Jason sedang minum secangkir kopi sambil menunggu Anna bersiap. "An, apa kamu belum selesai?" tanya Jason yang sudah dari tadi menunggu Anna. "Sebentar lagi" teriak gadis itu dari dalam kamarnya. Tak lama Anna pun keluar dari kamarnya. "Baiklah, ayo berangkat! " Kata Anna sambil menutup pintu kamarnya. Namun Jason hanya diam terpaku menatap gadis itu. Ia terpesona melihat Anna yang memakai gaun putih dengan rambut yang di tata rapi. Ia terlihat seperti putri dari Kerajaan Inggris. "Cantik sekali" celetuk Jason dalam hati. "Jason!! Ayo!! Kita harus bergegas kalau tidak kita akan melewatkan waktu makan malam bersama Ayahmu." kata Anna. "Ah.. iya, ayo kita berangkat. " jawab Jason
Begitu naik ke mobil Anna tidak bisa memasang sabuk pengaman, melihat itu Jason langsung membantunya. Mata gadis itu tak beralih dari wajah tampan Jason. Yah, Jason memang sangat tampan, hidung mancung, alis tebal dan rapi, bibir tipis, mata indah serta kulitnya putih dan halus layaknya seorang wanita. Gadis mana yang tidak terpesona dengan ketampanannya. Tak terkecuali Anna. Ia sangat gugup karena Wajah Jason yang terlalu dekat dengan wajahnya. "Nah, kita berangkat" kata Jason sambil menyalakan mobilnya. Sementara Anna masih saja mencuri-curi pandang untuk menatap polisi tampan itu.
Suasana jalan tol terlihat sepi. Hanya sedikit kendaraan yang melintas. Jarak kota Parta sekitar 700 kilometer dari kota Taishi tempat mereka tinggal. Di perjalanan Anna tertidur dan Jason tetap fokus melihat jalan di depannya. Sesekali dilihatnya wajah gadis itu. Ia menutupi sinar matahari yang mengenai wajah Anna dengan tangannya.
Beberapa jam kemudian Jason menghentikan mobilnya di depan sebuah warung makan. Ia membangunkan Anna. "An, Anna.. Bangunlah kita harus turun" kata Jason lembut. Namun Anna masih saja tak merespon. Jason kembali membangunkannya, "An.. Anna. Ayo bangunlah! kita harus turun untuk makan siang." panggil Jason lagi sambil menepuk pundak gadis itu. Anna pun membuka matanya.. "Ini di mana? Apa kita sudah sampai? " tanyanya. "Belum. Kita baru setengah perjalanan. Sekarang kita makan siang dulu. Aku merasa lapar. " Jelas Jason. "hm.. baiklah, ayo makan dulu. " jawab gadis itu.
Kring.. kriiing!!
__ADS_1
Handphone Jason berdering, ternyata itu telpon dari Anna. Jason segera menyambutnya "Halo.. Anna, ada apa?" tanya pria itu khawatir. "Jason kamu harus menolong ku.!" kata Anna sambil berbisik. "Ada apa?" tanya Jason lagi. Kali ini ia menyusul Anna ke toilet. "Jason, bisakah kamu belikan aku pembalut wanita? Tiba-tiba aku menstruasi. Tolong ya?" kata Anna. "Hah.. kamu. ah bagaimana aku membelinya? itu sangat memalukan! " kata Jason. "Kalau bukan kamu aku harus minta tolong pada siapa? Aku tidak bisa keluar dari sini." ucap Anna memohon. "Iya baiklah. Kamu tunggu dulu di sini! " kata Jason.
Pria itu pun pergi ke toko serba ada di dekat warung makan. Ia sedikit bingung memilih pembalut itu. "kenapa itu harus datang sekarang" gerutunya. Karena bingung Jason memilih beberapa jenis pembalut untuk di beli. "wah.. kamu sangat perhatian sekali pada istrimu. Apa tidak sekalian kamu belikan dia minuman jahe ini? " kata kasir di tempat itu. "Ah.. Apa ini juga dibutuhkan saat wanita mengalami ini? " tanya Jason. "Tentu saja. Mereka akan merasakan sakit di area perutnya saat sedang menstruasi. Minuman jahe ini sangat bagus untuk meredakan sakitnya." jelas kasir tersebut. "kalau begitu berikan itu 3 botol! kata Jason. " Baiklah. Semuanya $12" kata kasir itu. Jason pun segera mendatangi Anna. Ia mengetuk pintu toilet tempat Anna menunggunya. "Apa kamu mendapatkannya? " tanya Anna. "ini!! pakailah!! " kata Jason menyerahkan sekantong pembalut pada Anna. "Terima kasih" Kata Anna.
Jason dan Anna kembali ke meja makan. Tak lama pelayanan mengantarkan makanan yang sudah dipesan. "Apa yang kamu pesan? " tanya Anna. "Aku pesan udang bakar dan Japcae . Apa kamu tidak suka? kata Jason. " hem.. Ini terlihat enak. Mari makan!! kata Anna. Setelah selesai makan mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Di perjalanan Anna mulai memegangi perutnya. Wajahnya pucat dan berkeringat. Melihat itu Jason langsung memberikan minuman jahe yang ia beli tadi. "ini minumlah!! " kata Jason. "Hah.. kami tau aku sedang sakit perut? wah kamu hebat Jason. Apa kamu tau ini dari pacarmu? " tanya Anna sambil membuka botol minuman itu. "pacar siapa? kamu kan tau aku sedang tidak ada pacar. Kasir toko itulah yang memberitahukan padaku. " jelas Jason dengan wajah serius. "Baiklah.. baiklah.. aku tau" kata Anna sambil tersenyum.
***
Beberapa Jam kemudian mereka sampai di kota Parta. "Wah, indah sekali kota ini. Sudah lama aku tidak datang kemari, semua sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya. " Kata Anna memandang kota itu. "Apa kamu pernah ke sini sebelumnya? " tanya Jason. "Aku pernah tinggal di sini saat aku di sekolah menengah atas. " terang Anna. "Turunlah!! Kita akan menginap di sini!. " kata Jason seraya turun dari mobil. Mereka masuk ke hotel itu, Anna duduk di sofa sementara Jason memesan kamar. "Maaf tuan, hanya tersisa 1 kamar kosong." kata resepsionis hotel tersebut. "Di mana hotel terdekat selain hotel ini? " tanya Jason. "Sekitar 5 kilometer ada sebuah hotel, tapi saya rasa itu juga tidak ada kamar kosong karena akan ada acara perayaan hari jadi kota Parta, jadi banyak tamu dari luar daerah bahkan dari luar negeri yang menginap." jelas resepsionis itu. "Baiklah, berikan aku kamar yang tersisa" kata Jason.
__ADS_1
"An, ayo naik! " ajak Jason. Mereka pun naik ke lantai 5 di mana kamar mereka berada. Setelah masuk ke kamar, "Heh, kamu tidak pergi ke kamarmu?" tanya Anna. "Aku akan menginap di rumah ayahku saja. Hanya kamar ini yang tersisa di hotel ini. Akan ada perayaan, jadi semua hotel full. " jelas Jason. "Perayaan apa? " tanya Anna penasaran. "hari jadi kota Parta. Biasanya akan ada karnaval. " terang Jason. "Kamu ganti pakaian dulu, aku tunggu di sini. Setelah itu kita pergi menemui ayahku di rumahnya." kata Jason sambil duduk di sofa. "Hm.. baiklah". Jawab Anna. Beberapa saat kemudian keluar lah Anna dari kamar mandi. Gadis itu terlihat semakin cantik dengan gaun hitam panjangnya. Jason terpesona dengan penampilan Anna. " Apa ada yang salah dengan gaun ku? tanya Anna melihat Jason yang menatapnya terus. "Ah.. tidak. Itu sangat bagus, kamu cantik sekali An" Puji Jason. "Terimakasih, simpan dulu pujian lainnya mari kita pergi." kata Anna dengan wajah memerah.
bersambung....