Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Desas desus


__ADS_3

Pagi yang cerah menambah semangat Anna pergi bekerja ke rumah sakit. Ia sedang dalam suasana hati yang baik karena mendapatkan panggilan telepon dari 0 semalam. Senyuman manis selalu tersimpul di wajah cantiknya. Ia bahkan berjalan sambil menyanyikan lagu up bit dengan ekspresi bahagianya. Para rekan kerja yang melihat tingkahnya pun ikut tertawa karena tak biasanya dokter cantik kan anggun itu bertingkah seperti itu. Terlihat jelas bahwa gadis itu sedang jatuh cinta. Merekapun menerka-nerka tentang siapa yang membuat dokter cantik itu bertingkah seperti itu.


"Ini sangat menarik.. Apa yang membuat gadis cantik yang elegan menjadi gadis tengil seperti itu? " kata suster Debby yang sedang mengamati tingkah Anna sedari tadi.


"Ya, ia bertingkah seperti itu sejak turun dari mobilnya." kata suster Sonya.


"Apa yang kalian bincangkan? sepertinya sangat serius? " tanya suster Mery.


"Apa kamu lihat tingkah tengil dokter Anna? " tanya suster Debby.


"Memangnya ada apa dengan dokter Anna? " tanya suster Mery lagi.


"Dia bertingkah aneh. Seperti bukan dirinya. " kata suster Debby.


"Aneh bagaimana maksudmu? " suster Mery penasaran.


"Ia berjalan sambil menyanyikan lagu bit up sambil terus menerus tersenyum dan sesekali memutar tasnya. Tak biasanya ia bertingkah seperti itu. " celetuk suster Sonya.


"Iya.. Seperti orang yang sedang jatuh cinta." sambung suster Debby.


"Oh seperti itu. Sepertinya aku tau siapa orangnya yang membuat dokter Anna seperti itu.. " kata Suster Mery membuat mereka penasaran.


"Siapa dia? Apa dia tampan? " tanya mereka bersamaan.


"Apa kalian sangat ingin tau? " goda suster Mery.


"Aah cepat katakan!! mereka berdua tidak sabar.


" Hahaha.. tenanglah.. Sini ku beritahu. Pria itu bernama Jason. Seorang polisi yang tak kalah dari selebriti. Dia tampan, atletis, wah.. idaman semua wanita. Tapi sekarang ku dengar, dia sudah tidak menjadi seorang polisi lagi melainkan seorang Presdir dari grup Max. " kata suster Mery.


"Apa itu benar yang kamu katakan? Itu perusahaan yang sangat besar." tanya suster Sonya.


"Tentu saja. Apa kamu ingat pria yang tertidur di ruangan dokter Anna? " tanya suster Mery.


"Oh aku ingat. Jadi pria itu! wah memang pria yang sangat sempurna." kata suster Sonya.


"Wah itu kedengarannya sangat bagus. Sangat cocok untuk dokter cantik kita itu. " kata suster Debby.


***

__ADS_1


Jason sedang sibuk menandatangani berkas di mejanya. Saat makan siang tiba, Julie datang menemuinya. Gadis itu menerobos masuk ruangan Jason.


"Tunggu nona kamu tidak boleh masuk seperti ini. " Seru nona Tasya salah satu sekretaris Jason. Namun Julie tak menghiraukannya. Ia tetap saja menerobos masuk ruang kerja Jason tanpa persetujuan siapapun. Ia membawakan makan siang untuk Jason.


"Tuan Jason?!! " kata nona Tasya gugup.


"Tidak apa-apa nona Tasya, kamu boleh pergi. " kata Jason


"Oooh Jason aku membawakan makan siang untuk mu. " kata Julie sambil menaruh makan siangnya di meja dan segera duduk di pangkuan Jason.


"Apa yang kamu lakukan Julie? " kata Jason sambil mencoba menyingkirkan Julie dari pangkuannya.


"Jasoon, aku sangat merindukanmu. Apa kamu juga merindukan aku? " kata Julie sambil melingkarkan tangannya di leher Jason.


"Hentikan Julie! Apa sebenarnya yang kamu inginkan?! " Bentak Jason seraya mendorong tubuh gadis itu dari pangkuannya.


"Aku ingin makan siang bersama dengan mu. Itu saja. " kata Julie.


"Aku tidak ingin makan siang, kamu bawa saja pergi makan siang mu itu! " kata Jason.


"Ayolah Jason, jangan seperti itu. Aku susah payah memasaknya untukmu! Bisakah kamu tidak terlalu kasar seperti ini? Sekali ini saja makan siang dengan ku oke?! " rengek Julie.


Menurut nya gadis itu akan lebih cepat pergi kalau permintaannya dituruti.


Julie mengulurkan tangannya hendak menyuapi makanan untuk Jason. Namun dengan sigap pria itu menghindari suapan Julie. Namun bukan Julie namanya jika tidak memaksakan kehendaknya. Ia terus berusaha menyuapi Jason.


"Jason! Ayolah.. sekali saja aku menyuapi mu ya!" rengek Julie.


"Itu tidak perlu Julie. Aku masih memiliki kedua tangan ku. Aku bisa melakukannya sendiri. " tolak Jason.


"Jason sekali saja! Aku berjanji setelah ini tidak lagi. " bujuk Julie.


"Hentikan Julie. Kalau kamu tetap seperti itu maka aku tidak akan segan lagi. Akan aku panggil petugas keamanan untuk membawamu pergi dari sini...!!" Bentak Jason.


Gadis itupun menghentikan rengekannya. Ia melanjutkan makan dengan wajah kesal.


***


Ditengah suasana kantin rumah sakit yang sangat ramai Anna menyantap makan siangnya. Ia makan dengan sangat anggun. Dokter Eric memperhatikan dari kejauhan. Ia mengambil makanan dan segera menghampiri gadis cantik itu.

__ADS_1


"Ehm.. Dokter Anna, apa aku boleh duduk di sini? " tanya Dokter Eric.


"Oh kamu.. Baiklah silahkan saja. " Jawab Anna.


"Apa aku mengganggu makan siang mu? " tanya dokter Eric lagi.


"Tidak.. Tidak sama sekali. " Jawab Anna dengan senyuman yang membuat dokter Eric semakin tertarik kepadanya.


"Oh iya, sepulang dari rumah sakit waktu itu, aku melihatmu berlari mengejar sebuah mobil. Sebenarnya siapa yang berada dalam mobil itu? tanya dokter Eric.


" Oh.. Apa kamu melihatnya?" Tanya Anna kaget.


"Ya. Sebenarnya apa yang membuat mu berlari seperti itu? siapa yang berada di mobil itu?" tanya dokter Eric lagi.


"Itu.. Hanya seorang temanku saja. " jawab Anna sambil mengaduk-aduk makanan nya.


"Apa sepenting itu hingga membuatmu berlari dengan sepatu hak tinggi mu? " tanya Eric.


"Sebenarnya tidak juga. " Jawab Anna menyangkal.


"Lain kali hati-hati. Jika kakimu terkilir itu akan sangat merepotkan mu nanti.


" Ah iya.. Terima kasih. "ucap Anna.


Mereka terdiam sesaat dan melanjutkan kembali makan siangnya. Anna menjadi sedikit canggung berada di dekat dokter Eric. Ia tak menyangka ada yang melihatnya saat ia mengejar Jason waktu itu. Ia segera menghabiskan makanannya agar bisa segera pergi dari tempat itu.


" Apa kamu ingin tersedak jika makan seperti itu?" tanya dokter Eric.


"Ah.. tidak. Aku baru ingat ada yang harus segera ku urus di ruang kerjaku" Jawab Anna beralasan.


"Makanlah perlahan agar kamu bisa mengurusnya dengan baik nanti! " kata dokter Eric.


"i.. iya" jawab Anna.


Dokter Eric pun pergi lebih dulu meninggalkan Anna. Ia menyadari bahwa Anna merasa malu dan tidak nyaman berada di dekatnya. Anna semakin malu saat melihat dokter Eric pergi seperti itu. Ia khawatir akan apa yang dipikirkan saat dokter Eric kepadanya. Ia pun bergegas kembali ke ruangannya. Sepanjang perjalanan ke ruangannya, semua mata tertuju pada Anna. Para perawat dan staf rumah sakit yang berada di kantin melihat dokter Eric dan gadis itu makan siang bersama. Mereka pun beranggapan bahwa Anna dan dokter Eric mempunyai hubungan. Tiba-tiba ada yang menarik Anna masuk ke dalam ruang penyimpanan berkas pasien.


"Ah.. Kamu?!! " Kata Anna Kaget mengetahui siapa yang menariknya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2