Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Menahan Rasa


__ADS_3

rambut hitam Anna menutupi wajahnya saat ia menunduk menikmati makanannya. Jason yang melihat hal itu segera berdiri dan mengikat rambut Anna. Tidak terlalu rapi namun tidak buruk.. Anna pun sedikit salah tingkah karenanya. Jason kembali ke kursinya dan berkata " Jangan biarkan rambut mu tergerai saat kita sedang makan.! " kata Jason.


"Kenapa? Apa kamu ada masalah dengan rambutku? " tanya Anna sedikit bingung dengan perkataan Jason.


" kalau tidak aku yang akan memakan mu! " kata Jason dengan wajah menggoda Anna.


"A.. apa maksudmu? " tanya Anna dengan wajah memerah.


"hahaha.. aku hanya bercanda An. " kata Jason sambil menertawai gadis itu.


***


Tap....tap....tap... langkah kaki Julie kian pasti menuju ruangan Jason. Ia sangat bersemangat ingin mengajak pria itu menemaninya berbelanja. Namun hal yang diinginkan oleh nya tak bisa terwujud karena Jason sedang tidak ada.


"Nona apa Anda ingin bertemu dengan tuan Jason?" Tanya sekretaris Jason.


"Menurut mu aku kesini untuk bertemu dengan siapa lagi selain dengan Jason? " jawab Julie ketus.


"Tapi nona tuan sedang tidak ada.Anda bisa kembali nanti kalau tuan sudah datang. " kata sekretaris itu.


" pergi kemana memangnya? "tanya Julie dengan nada kesal.


"Saya juga tidak tahu. Anda bisa menanyakannya pada tuan Feng kalau Anda mau." Jawa.b sekretaris itu.


Julie pun pergi dengan wajah penuh amarah. Ia sangat kesal tidak bisa menemukan Jason hari ini.


Jason dan Anna mencuci piring bersama sambil saling menggoda dengan percikan-percikan air. Raut bahagia tampak di wajah keduanya. Mereka menikmati tawa canda mereka. Mereka saling memercikkan air dan tak sengaja wajah mereka saling bertemu.. sangat dekat sehingga rambut mereka pun saling menempel. Mereka pun terbawa suasana romantis yang tercipta karena candaan kecil yang mereka lakukan. Jason menatap dalam mata Anna. Begitu pula sebaliknya Anna juga menatap dalam wajah kekasihnya itu. Jason sudah tak sanggup lagi menahan gejolak emosi di dadanya. Ia sangat ingin mencium gadis cantik itu.


"An, bolehkah aku mencium mu? " tanya Jason.


Mendengar pertanyaan Jason itu Anna sedikit terkejut sekaligus merasa senang. Ia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan keinginan kekasihnya itu. Tak menunggu waktu lama, Jason sudah sangat ingin mencium gadis itu. Bibir mereka saling bersentuhan, dan Jason hanya memberi kecupan mesra dengan lembut di bibir Anna. Ia berusaha mengontrol emosinya. Jason memeluk Anna dengan erat sambil berkata "huh.. rasanya aku tidak ingin pergi dari sini. " kata Jason.


"Apakah seberat itu meninggalkan aku disini? " tanya Anna.


"Tentu saja. Bagaimana kalau aku merindukanmu?" tanya Jason.


"Kau kan bisa menelpon ku. Aku juga akan menelpon mu " kata Anna.

__ADS_1


"Apa kamu tak akan merindukan aku? " tanya pria dewasa yang terlihat seperti anak kecil sekarang.


" Tentu saja Jason. Tak perlu kamu tanyakan itu padaku. Sudah pasti aku akan sangat merindukanmu. "kata Anna.


" Apa cukup hanya dengan menelpon? " tanya Jason.


"Tentu saja tidak akan cukup. " kata Anna sambil mempererat pelukannya.


"Aku akan mengunjungi mu di akhir pekan. Apa kamu setuju?" tanya Jason.


"Hm.. baiklah". jawab Anna seraya melepaskan pelukannya.


" kalau begitu aku pergi dulu yah? " kata Jason.


"Hati-hati lah di jalan. Jangan melewatkan makan siangmu! " pesan Anna


"Kamu juga harus berhati-hati di sini. Jangan membuat aku khawatir! " kata Jason.


"hm. iya.. " jawab Anna singkat.


Jason pun bersiap untuk kembali ke kota Parta. Anna mengantarnya keluar. Dengan berat hati Jason membuka pintu mobilnya lalu menutupnya kembali.. Ia berlari memeluk Anna lagi.


"Pergilah.. selesai pekerjaan mu agar kita bisa tinggal di kota yang sama. " kata Anna.


Jason melepaskan pelukannya dan kembali menuju mobilnya. Setelah menghidupkan mesin mobilnya Jason melambaikan tangannya lewat jendela. Anna pun sama, ia melambaikan tangannya mengantarkan kepergian pria tampan itu.


Jason pun benar-benar telah pergi. Seketika Anna merasakan sepi. Ia masuk dan mulai membersihkan rumahnya.


***


Deretan bunga-bunga yang terpampang di toko itu sangat indah hingga membuat dokter Eric bingung. Ia ingin menjenguk Anna dan membawakan bunga untuknya. Semua nampak indah dan wangi. Akhirnya ia meminta nyona Mely pemilik toko bunga itu yang memilihkan untuknya.


" Permisi tuan apa tuan ingin membeli bunga? " tanya nyonya Mely


"Yah.. Aku ingin menjenguk seorang gadis tapi aku sangat bingung untuk memilih yang mana yang cocok. " kata Dokter Eric.


"Apa mau saya bantu pilihkan? " tanya nyonya Mely lagi.

__ADS_1


"Oh itu sangat membantu.. silahkan pilihkan untuk ku.! " kata Dokter Eric lega.


"Bagaimana karakter gadis ini? Apa tuan ingin menyampaikan nilai dirinya bagi tuan? " tanya nyonya Mely lagi


"Yah, dia gadis yang cantik, elegant, ramah dan sangat hebat di bidang nya. Untuk nilai dirinya bagiku dia seseorang yang spesial. " kata Dokter Eric.


"Baiklah, akan aku rangkaian bunga Lili dan di padukan dengan bunga mawar merah. Itu cocok untuk karakter gadis ini. " kata nyonya Mely.


"Oh terimakasih nyonya Anda telah membantu ku memecahkan kebingungan ku" kata dokter Eric sambil tersenyum lega.


Ding dong.. ding dong..


Suara bel rumah sedikit mengejutkan Anna. Gadis itu pun berlari kecil untuk membuka pintunya. Sesampainya di depan pintu ia langsung membukanya tanpa bertanua. Begitu di buka tampak seorang pria tampan tinggi memakai setelan jas Abu-Abu sedang berdiri memegang seikat bunga yang tak lain adalah dokter Eric. Gadis itu sedikit terkejut karena ini pertama kalinya dokter tampan itu datang ke rumahnya.


"Oh, dokter Eric? Silahkan masuk! " kata Anna mempersilahkan dokter Eric untuk masuk.


"Baiklah, ini aku bawakan untukmu. Semoga kamu menyukainya. " kata dokter Eric sambil menyerahkan seikat bunga itu dan melangkah memasuki rumah Anna.


"Bagaimana kamu tau alamat rumahku? " tanya Anna.


"Aku bertanya pada suster Mery tadi. Lalu apa aku boleh duduk?" kata dokter Eric.


"Ah iya.. silahkan duduk dokter. Maaf aku sampai lupa mempersilahkan mu. " kata Anna sambil tertawa kecil.


"Tidak masalah. Apa kamu tinggal sendiri di rumah ini? " tanya dokter Eric.


"Ya.. oh iya tunggulah sebentar aku akan membuatkan minuman untukmu. " kata Anna.


"Hm.. baiklah" jawab dokter Eric.


selagi Anna membuatkan minuman untuknya, dokter tampan itu melihat-lihat rak buku yang ada di sudut ruang tamu. Ia menemukan sebuah buku yang menarik. Sebuah novel yang sangat disukainya.


"Apa kamu juga membaca novel ini? " tanya dokter Eric


"Ah ya. . saat ada waktu luang biasanya ku habiskan untuk membaca, adalah satu nya novel itu. Aku sangat suka sekali series yang itu." kata Anna sambil membawa tehnya dan memberikannya ke dokter Eric.


"Aku juga menyukainya. Bahkan aku sudah punya series berikutnya. Akan ku pinjamkan jika kamu mau. " kata dokter Eric.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2