
duar,... duarrrr...
"Aaaaakh!!!" teriak Anna mendengar suara petir menyambar-nyambar. Ia sangat takut, apabila terjadi hujan petir gadis itu tidak pernah bisa tidur. Mendengar suara teriakan Anna, Jason pun berlari ke kamar gadis itu. "Ada apa? " tanya Jason dengan khawatir. " Aku.. Aku takut petir. " jawab Anna pelan sambil meremas kedua tangannya. "hiuh.. aku kira ada apa. Tidurlah!! Jangan takut aku di sini. Aku tidak akan meninggalkan mu. " Kata Jason membuat Anna tenang. Gadis itu kembali berbaring sementara Jason duduk di kursi dekat tempat tidur Anna.
Hari sudah pagi. Jason masih tertidur di kursi. Saat ia bangun Anna tak ada di tempat tidur. "An.. Anna.. Apa kamu di dalam? " tanya Jason di depan pintu kamar mandi. Merasa tak ada jawaban ia pun mulai menc
ari Anna di sekeliling rumah. Namun tetap saja ia tidak menemukan gadis itu. Ia mulai gusar, ia putuskan mencari Anna ke luar. Disusurinya setiap jalan di komplek tersebut akhirnya dijumpai nya gadis cantik itu sedang berolahraga di taman komplek.
"Jason! Kamu sudah bangun? " tanya Anna sambil melakukan peregangan. "Kenapa kamu tidak membangunkan aku sebelum pergi?! " tanya Jason. "Apa kamu mencari ku? " tanya Anna. Jason hanya diam dan memalingkan wajahnya. "Apa kamu marah? Maaf Jason, aku hanya ingin berolahraga sebentar." kata Anna. "Berjanjilah kamu tidak akan menghilang tanpa memberitahu aku lagi! " kata Jason. "Iya.. maaf. " jawab Anna pelan. "Ayo kembali ke rumah! " ajak Jason. Anna mengikutinya berjalan pulang. Sesekali di lihatnya wajah Jason yang masih tampak khawatir. "Apa dia khawatir padaku?" Anna bertanya-tanya di dalam hati.
__ADS_1
"Kamu segera mandi! Setelah itu kita sarapan." kata Jason. "hm.. " jawab Anna sambil menganggukkan kepalanya. Anna pun pergi mandi dan bersiap untuk pergi kerja. "Mari kita sarapan dulu! " Ajak Jason. "Apa yang kamu buat untuk sarapan kali ini? " tanya Anna. "Aku harus bergegas pulang karena harus mengganti pakaian dulu jadi aku hanya membuat sandwich untuk kita sarapan. " jawab Jason. "tidak apa-apa. Sandwich sudah cukup untuk sarapan." Jawab Anna. Belum sempat mereka menghabiskan sandwich nya ponsel Jason berdering.
krrrriiiing... kriiiing...
"halo" jawab Jason. "Halo tuan Jason. Ini aku Feng, tuan segera lah pulang! Ayahmu sedang sakit. Ayahmu terkena serangan jantung dan terjatuh dari kursinya. Sekarang Ia ingin bertemu denganmu! " kata tuan Feng Sekertaris tuan James. "Bagaimana kondisi ayah? " tanya Jason. "Tuan sudah sangat lemah. Kamu harus segera kemari tuan Jason!! " kata tuan Feng. "Baiklah, kamu jagalah dulu ayah, aku pergi sekarang". jawab Jason.
" An, maaf aku tidak bisa mengantar mu. Ayahku sedang sakit jadi aku harus segera pulang. " kata Jason sambil berjalan meninggalkan meja makan. "Tunggu Jason!! Aku ikut denganmu. " kata Anna sambil menyusul Jason.
"Jason!! Paman harus segera dirawat! Kita harus membawanya ke rumah sakit. denyut nadinya mulai lemah, aku khawatir!" Kata Anna. "Bagaimana Jason, menurut ku apa yang dikatakan Anna benar. Kita harus segera membawa ayahmu ke rumah sakit. " kata Nancy. "Baiklah, Kita bawa ayah ke rumah sakit. Aku akan membujuknya. " Jason setuju.
__ADS_1
"Ayah, kita harus ke rumah sakit agar ayah bisa dirawat dengan baik. Agar ayah segera pulih." bujuk Jason sambil memegang tangan ayahnya. Ayahnya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Jason. Sesampainya di rumah sakit, tim dokter elite langsung memeriksa menyeluruh tuan James. Semua peralatan bantu medis sudah dipasang.. "kondisi tuan James sangat buruk saat ini.. Kita harus berdoa semoga tidak ada serangan jantung ke dua. Jika itu bm terjadi, mungkin akan fatal. " terang dokter Lewis. Jason hanya terdiam menatap wajah ayahnya saat dokter Lewis menjelaskan kondisi ayahnya.
"Dokter, apa tidak ada yang bisa kita lakukan agar paman bisa segera pulih kembali? " tanya Anna. "Untuk sementara ini tidak ada yang bisa kita lakukan. kita hanya bisa menunggu respon tubuh pasien terhadap obat yang kita berikan. Terlebih beban psikologis kemungkinan adalah pemicu serangan jantung yang dialaminya. " jawab dokter Lewis. "Baiklah kalau begitu saya harus pergi. Kalau terjadi sesuatu silahkan hubungi saya. " katanya lagi.
"Jason, aku membawakan makanan, sekarang makanlah!" Kata Nancy. "Kalian saja yang makan. Aku tidak lapar." kata Jason. "Jason, makanlah sedikit. Aku tidak ingin kamu sakit nanti. Kalau kamu sakit aku pasti kerepotan. " bujuk Anna. "Tidak. Aku tidak akan merepotkanmu." jawab Jason masih kekeuh tidak mau makan. Tanpa berkata lagi Anna mengambil makanan yang diberikan Nancy lalu menarik Jason ke sofa. "Apa kamu lupa aku juga belum makan? kalau kamu tidak mau makan bagaimana aku makan. Lalu apa kamu mau aku jatuh sakit? " Tanya Anna. Jason hanya menatap sendu Anna. "Aaa!" kata Anna sambil menyodorkan makanan ke mulut Jason. Jason pun membuka mulutnya sambil terus menatap Anna. Gadis itu menyuapi nya. setelah beberapa suap, Jason mengambil sendok dan kotak makan dari Anna, kemudian balik menyuapi gadis itu. "Kamu juga makan! " katanya sambil memberikan suapan pada Anna.
tap... tap... tap...
Langkah kaki tuan Feng berlari mendatangi Jason. "Tuan!! Para pemegang saham mengadakan rapat darurat. Tuan harus menghadirinya! " ucap tuan Feng. "Apa yang mereka lakukan saat ayah sedang sakit?! " kata Jason. "Mereka menginginkan kejelasan tentang siapa yang menjadi pimpinan perusahaan. Orang-orang ini hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan kondisi tuan James. Sekarang tuan hadiri saja dulu rapatnya, setelah itu baru tuan putuskan bagaimana nantinya. " jawab tuan Feng. "Baiklah, aku akan pergi. " kata Jason. Pria itu mendekati ayahnya. "Ayah, aku akan pergi ke perusahaan sebentar. Saat aku kembali ayah harus sudah pulih ya." ucap Jason. "An, jagalah ayahku! " pinta Jason. "Iya.. Jangann khawatir. Kamu pergilah." Jawab Anna.
__ADS_1
Jason pergi ke perusahaan menghadiri rapat tersebut. Sesampainya di ruang rapat Jason langsung menduduki kursi pimpinan sebagai ahli waris presdir dan membuka rapat. "Silahkan mulai rapatnya! Aku ingin mendengar pemikiran kalian saat ayahku sedang berjuang di rumah sakit! Aku ingin melihat ketidaksabaran kalian ini akan bermanfaat atau tidak!! " Tegas Jason.