
Langkah kaki Jason sangat cepat. Ia melangkah sambil berlari kecil menuju mobilnya. Ia memasuki mobil namun bukan di tempat duduk penumpang melainkan tempat duduk pengemudi atau supir. Melihat hal itu tuan Feng yang berada di belakangnya pun ikut berlari kecil agar segera menghampiri Jason.
"Tuan Jason apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu duduk di situ tuan Jason?!" tanya nya heran.
"Tidak apa-apa tuan Feng aku ingin mengemudi sekarang . Ayo cepatlah masuk tuan Feng! aku sedang mengejar waktu!" perintah Jason yang sudah mulai memasang sabuk pengamannya.
Jason segera melajukan mobilnya setelah tuan Feng masuk. Ia memacu laju mobilnya dengan kencang. Tuan Feng hanya berdiam diri melihat apa yang Jason lakukan. Namun, setelah melihat Jason mengendarai ke arah berlawanan dengan arah rumah tuan Feng semakin bingung. Ia segera mempertanyakan hal itu pada Jason.
"Tuan Jason! Ini bukan ke arah jalan menuju rumah tuan. Mau ke mana kita sekarang?" tanya tuan Feng sambil melihat sekeliling dari dalam mobilnya.
"Tenanglah tuan Feng. Aku memang tidak ingin pulang sekarang. " kata Jason sambil tersenyum kecil.
"Tuan ini kan bandara? Apa tuan ingin pergi sekarang? " tanya tuan Feng karena hari semakin larut.
"Benar sekali. Kamu pulang lah. Aku harus menemui seseorang sekarang juga. " kata Jason seraya keluar dari mobil dan bergegas memasuki terminal keberangkatan bandara.
Tuan Feng hanya menuruti perintah Jason tanpa bertanya lagi ia meninggalkan bandara.
***
Miyu.. Miyu.. Miyu..
suara ambulance memenuhi halaman rumah sakit. Para petugas IGD termasuk Anna dan Dokter Eric yang sedang piket bergegas mendatangi ambulance untuk segera memeriksa pasien yang baru datang. sekujur tubuh pasien itu berlumuran darah.
"Apa yang terjadi? " tanya dokter Eric pada petugas medis ambulance.
"Kecelakaan beruntung di perempatan jalan arah bandara. Beliau diduga menderita patah tulang kaki dan rusuk sebelah kirinya. "kata petugas medis ambulance.
" Baiklah segera bawa masuk! " kata dokter Eric.
Belum lagi ambulance pertama beranjak dari IGD kemudian datang lagi dua buah ambulance yang membawa korban dari kecelakaan yang sama. Dari ambulance ke dua diangkatlah seorang gadis belia yang di duga mengalami luka serius di bagian punggungnya. Paramedis pun segera membawa mereka masuk. Selanjutnya ambulance ke tiga membawa seorang kakek tua yang terlihat tidak terluka namun tidak sadarkan diri.
"Baiklah semua sudah selesai bawa mereka ke dalam untuk segera di tangani!" kata Anna pada para perawat yang ada di situ. Namun, tak selang beberapa saat ada seseorang lagi yang berusaha turun dari mobil ambulance itu. Pria itu terhuyung-huyung melangkagkan kakinya. Sampai saat ia terjatuh kemudian semua mata tertuju padanya. Beberapa perawat mencoba membantunya untuk berdiri. Salah satu dari mereka mengenali pria itu dan sontak berteriak melihat pria dengan luka di pelipis matanya itu.
"Tuan Jason?!! " suster Mery kaget.
mendengar itu Anna langsung menoleh ke arah mereka. Ia langsung lari menghampiri Jason yg sebagian wajahnya berlumuran darah.
" Jason?!! Jason?!! sadarlah jangan sampai kamu tertidur" kata Anna.
Ia lalu menggandeng Jason ke ruang perawatan. Dengan sigap Anna segera memeriksa keadaan Jason setelah pria tampan itu di baringkan di atas ranjang. Dibersihkannya darah diwajah Jason. Dibantu suster Mery yang memeriksa tanda vitalnya.
__ADS_1
"Jason?!! Apa kamu mendengarkan aku? teruslah sadar jangan tertidur! " kata Anna terus memperingatkan Jason agar tetap sadar.
"Aku bisa mendengar suara mu An, jangan menghabiskan energimu dengan berteriak . . Hanya saja mataku tak sanggup ku buka. Tenanglah!! Obati Saja lukanya. " jawab Jason.
"Baiklah.." kata Anna.
Dijahit nya luka sobek di pelipis Jason. Dengan terampil dan tenang Anna menjahit lukanya. Setelah selesai dibalut ia mulai meminumkan beberapa obat pada Jason.
" suster Vina segera siapkan kamar VIP untuk tuan Jason. 15 menit lagi tuan Jason akan dipindahkan. " kata Anna.
"baik dokter.. " jawab suster Vina.
"Jason, kamu tunggulah di sini. Jika ada yang kamu butuhkan kamu bisa memanggil siapa saja. Aku akan membantu mengurus pasien lain dulu. " kata Anna.
" hm.. " jawab Jason singkat sambil menganggukan kepalanya.
Anna pun meninggalkan Jason yang memejamkan matanya. Ia pergi membantu dokter Eric dan dokter lainnya untuk mengurus pasien lainnya.Tak selang beberapa lama suster Vina menghampiri dokter cantik itu.
"Dokter Anna, ruangan VIP untuk tuan Jason sudah siap. Apa tuan Jason mau dipindahkan sekarang juga?" tanya Suster Vina.
"oke silahkan kalian pindahkan. Setelah menyelesaikan ini aku akan menyusul." kata Anna sambil menjahit lengan pasien.
"Baik dokter.. " jawab suster Vina.
***
" Nona apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan di rumah Jason.
"Panggil kan tuan Jason aku ingin bertemu dengan nya! " kata Julie dengan wajah datar sambil menatap sekitarnya.
"Maaf nona, tuan Jason sedang tidak di rumah. " jawab pelayan itu.
"Apa kau bilang?!! Dia sudah pulang dari tadi aku tau itu. Cepat panggil dia ke luar!" bentak Julie.
"Saya tidak berani berbohong nona. Kalau Anda tidak percaya saya akan panggilkan tuan Feng. Biar tuan Feng yang menjelaskan padamu." kata pelayan itu.
pelayan itu berjalan ke dalam memanggil tuan Feng agar bisa memberikan penjelasan kepada Julie. Tuan Feng pun dengan cepat mendatangi gadis itu.
"Selamat malam nona Julie. Apa ada yang bisa saya bantu? " tanya tuan Feng.
"Di mana Jason? Apa benar dia sedang tidak berada di rumah? " tanya Julie yang tidak percaya pada pelayan wanita sebelumnya.
__ADS_1
"Itu benar nona Julie. Tuan pergi menemui nona Anna. " jelas tuan Feng.
"Apa dia sudah tidak waras larut malam begini pergi menemui gadis itu..? " kata Julie gusar.
"Tuan pergi dengan pesawat satu jam yang lalu, aku rasa sekarang tuan sudah bertemu dengan nona Anna. " kata tuan Feng lagi.
"Baiklah. Aku pergi dulu. " Pamit Julie.
"Baik nona. Selamat malam dan hati-hati di jalan. " kata tuan Feng.
Julie pun berlalu pergi dari kediaman Jason.
***
Jason mulai merasa bosan. Ia yang hanya berbaring di atas tempat tidur dalam ruang VIP itu membuatnya jenuh. Ia mencoba bangun dari tempat tidurnya dan mulai berjalan ke luar perlahan. Namun, baru saja ia hendak membuka pintu tiba-tiba Anna datang membawa beberapa kudapan untuk Jason.
" Jason apa yang kau lakukan? " tanya Anna melihat Jason yang memaksakan diri berjalan ke luar.
" Aku hanya ingin mencari udara segar Anna. Di sini sangat tidak nyaman. "kata Jason.
" Mana boleh kamu keluar. Kamu harus beristirahat di sini. Ayo kembali ke tempat tidur mu! " kata Anna.
" Anna... Baiklah"Jason menatap gadis itu sesaat lalu menuruti perintahnya.
"Kamu harus istirahat dulu. Setelah lukamu kering baru boleh kamu keluar dari ruangan ini. " kata Anna.
Tanpa berkata sepatah katapun tiba-tiba saja pria itu memeluk Anna. Di peluknya erat kekasihnya itu.
"Ada apa? " tanya Anna.
"Aku takut.. Aku takut kehilangan dirimu Anna." kata Jason sambil terus memeluk erat dokter cantik itu.
"Maafkan aku Jason. Aku sangat egois dan tak mendengarkan alasanmu yang sebenarnya. Aku hanya mempercayai orang asing tanpa memikirkan perasaanmu. maafkan aku Jason. " kata Anna membalas pelukan Jason.
"Tidak apa-apa Anna. Yang terpenting sekarang kamu mempercayai ku kembali. Aku hanya membutuhkan mu. Aku tidak butuh yang lain lagi. " kata Jason.
"aku mencintaimu Jason" kata Anna.
"Aku juga An. Aku sangat mencintaimu. " balas Jason. .
merekapun berpelukan untuk waktu yang lama. Kekuatan cinta mereka kembali menyatukan keduanya.
__ADS_1
***
bersambung..