
"oh benarkah? Aku sangat ingin membaca kelanjutan kisahnya." kata Anna .
"kalau kamu mau aku akan membawakannya besok. " kata Dokter Eric.
"Tentu saja aku mau. Aku sudah menunggu lama series terbarunya. Tapi bagaimana kamu bisa lebih dulu memilikinya?" tanya Anna penasaran.
"Penulisnya adalah orang yang sangat dekat denganku. Kalau kamu mau aku bisa memperkenalkannya kepadamu. " kata dokter Eric.
"Apa itu mungkin? Ah aku sangat senang bila bisa bertemu dengannya." kata Anna bersemangat.
"Baiklah.. kapan-kapan akan aku ajak kamu menemuinya.
" Oh aku sangat berterima kasih pada mu kalau itu terjadi. Aku akan mengabulkan satu permintaan mu. " kata Anna.
"oh itu bagus. Kamu sudah berjanji padaku ya.. janji ini harus kamu tepati ya..! " kata dokter Eric sambil tersenyum.
"ok.. aku pasti akan menepati janji yang sudah aku buat. " kata Anna.
"Baiklah An.. karena aku lihat kamu sudah pulih kalau begitu aku permisi pulang dulu ya.. " kata dokter Eric.
"oh.. iya ok.." kata Anna.
***
Hujan mulai turun saat matahari belum menunjukkan wajahnya. Pagi yang seharusnya cerah menjadi gelap segelap hati Jason yang tengah merindukan kekasihnya Anna. Pagi-pagi sekali ia berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia sangat menantikan hari di mana ia tak berjarak dengan Anna. Dokumen demi dokumen, surat-menyurat, semua diteliti olehnya dengan cekatan.
tok.. tok.. tok.. suara seseorang sedang mengetuk pintu ruangan kerja Jason.
"Ya.. Masuklah! " ucap Jason mendengar suara ketukan pintu ruang kerja nya.
"Selamat siang tuan Jason. Ini laporan investasi grup Luo yang tuan minta" kata Hendri salah satu sekertaris Jason.
"Baiklah, Kamu boleh pergi! " kata Jason.
Setelah membaca laporan investasi grup Luo itu wajah Jason nampak tegang. Laporan investasi itu menunjukkan bahwa grup Luo membatalkan investasi nya. Hal ini cukup membuat pening kepala Jason. Hambatan seperti inilah yang ditakutkan olenya. Ia berpikir keras selama beberapa saat lalu memutuskan untuk pergi menemui presdir Marko.
"Tuan Feng!! segera buat janji dengan presdir Marko dari grup Luo! " kata Jason.
"Ya, baiklah tuan Jason. " jawab tuan Feng.
__ADS_1
beberapa saat kemudian..
"Tuan Jason! Aku sudah mengatur pertemuan mu dengan presdir Marko." kata tuan Feng.
"Oh ya, kapan waktunya?
" Jam 4 sore ini di kantor presdir Marko. " jelas tuan Feng.
"Baiklah.. kamu boleh pergi! " kata Jason.
Dengan langkah tegap Jason mendatangi kantor Presdir Marko. Semua mata tertuju pada Jason. Bagaimana tidak, Jason sungguh sangat tampan sehingga mencuri perhatian baik lawan jenis maupun sesama pria. Tatapan tajam mata Jason mampu membuat wanita yang melihatnya tak berdaya menahan kharismanya. Siapapun akan merasakan ketertarikan padanya. Wajah tampannya menyuguhkan pemandangan yang mampu membuat orang lain menunda pekerjaan dengan hanya memperhatikannya. Alis tebal, tatapan tajam, hidung mancung, bibir tipis, dan kulit putih mulus siapa yang tidak akan takhluk melihatnya.
"Wah, siapa pria itu? Sungguh aku menginginkan nya! " kata salah satu resepsionis grup Luo.
" Itu adalah tuan Jason presdir muda dari grup Max" kata resepsionis lainnya.
"Apa dia akan menemui presdir Marko? " tanya resepsionis itu lagi.
"Sepertinya begitu. Tuan Feng sekertaris nya telah membuat janji sebelumnya. " kata resepsionis lainnya.
Saat akan memasuki lift, Tiba-tiba terdengar suara manja seorang wanita yang tak lain adalah Julie.
"Ya, aku ada janji menemui ayah mu tuan Marko. " jawab Jason.
"Oh ya? baiklah aku tidak akan menggangu kalian." kata Julie.
Jason pun keluar lift lebih dulu. Julie hanya memandangi pria itu sambil tersenyum licik. Sepertinya ia sedang merencanakan sesuatu untuk Jason.
"Silahkan masuk tuan Jason, Presdir Sudah menunggu di dalam! " kata sekertaris tuan Marko mempersilahkan Jason dan tuan Feng untuk memasuki ruang kerja tuan Marko.
" Terima kasih! " ucap Jason.
Ia pun memasuki ruang kerja tuan Marko yang sangat Megah. Terlihat presdir Marko tengah menyalakan sebatang rokok.
"Selamat sore presdir Marko! " ucap Jason.
"Ya, selamat sore Jason. Silahkan duduk! " jawab presdir Marko.
"Aku akan langsung saja pada maksud dan tujuan ku menemui presdir Marko sekarang ini.Sebelumnya kita telah menyepakati kerja sama untuk pembangunan kantor cabang di kota Padri. Namun setelah beberapa hari Anda membatalkan investasi. Apa yang membuat Presdir Marko mengurungkan niat berinvestasi di proyek ini? " tanya Jason.
__ADS_1
" Sebenarnya aku tidak pernah ada masalah dengan proyek ini. Namun kelihatannya presdir Jason sangat tidak menyukai putriku. Jadi tidak ada alasan untukku tetap berkerjasama dan berinvestasi dalam proyek ini." kata presdir Marko.
"Apa hanya alasan pribadi Anda membatalkan investasi? ini sangat tidak profesional tuan Marko. " kata Jason.
"Yah, mau bagaimana lagi, aku adalah seorang ayah yang mementingkan kebahagiaan putrinya. Terlebih Julie adalah putri ku satu-satunya. " kata tuan Marko.
"Apa yang harus ku lakukan agar tuan kembali berinvestasi dalam proyek ini? Selain memberi hatiku untuk putrimu. "kata Jason.
" Huh.. kamu terlalu percaya diri Jason. Padahal seharusnya kamu memohon sambil berlutut kepada ku untuk menyerahkan putri ku. Tapi apa yang kamu lakukan? kamu menolak mentah-mentah perasaannya. "kata tuan Marko.
" Ayah, berikan dia kesempatan menemaniku di acara pesta ulang tahun mu akhir minggu ini. Itu sudah cukup ayah. " kata Julie yang datang tiba-tiba.
"Baiklah, aku akan melanjutkan investasi jika kamu menemani dan menjadi pasangan Julie di pesta perayaan ulang tahunku akhir minggu ini. " kata tuan Marko.
"Baiklah.. terimakasih banyak tuan Marko" ucap Jason.
Jason pun pergi dari ruangan tuan Marko tanpa berkata apapun pada Julie. Melirik pun Jason tidak mau. Tampak sekali bahwa Jason tak tertarik sama sekali pada gadis itu.
"Kau lihat itu Julie? bagaimana kamu akan mendapatkan hatinya? melihat mu saja dia tidak mau!! " kata tuan Marko.
"Tidak apa ayah, Sekarang dia memang masih bisa bersikap seperti ini. Tapi setelah acara pesta ulang tahun ayah nanti pasti dia akan bertekuk lutut di hadapanku." kata Julie sangat percaya diri.
"huh.. kamu buatlah dia mengemis untuk bersama denganmu. Pria itu sombong sekali. Kamu harus membuatnya berada dalam genggaman tangan mu!" kata tuan Marko.
"Tenang saja ayah, aku sudah membuat rencana. Kali ini pasti akan berhasil. Kita lihat saja nanti, dia pasti akan menjadi milikku ayah. " kata Julie sambil tersenyum licik.
***
Ding dong..
Anna bergegas membuka pintu rumahnya,
" Oh.. dokter Eric. Aku kira siapa yang datang sepagi ini. Silahkan masuk! " kata Anna.
"Aku ke sini mengantarkan novel ini untukmu. " kata dokter Eric.
"Wah kenapa dokter Eric repot-repot membawakannya kemari? bukankah kita bisa bertemu di rumh sakit? " kata Anna.
"oh iya, aku sekalian datang menjemput mu, dan bisakah kamu memanggilku Eric saja." kata dokter Eric.
__ADS_1
"Tentu dok... eh Eric. Terima kasih sekali kamu sudah mau mengantarkan novel ini kemari. kalau begitu aku mengambil tasku dulu. Sebentar ya.. " Kata Anna seraya pergi ke kamarnya untuk mengambil tasnya.