Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Ada Untuk Mu


__ADS_3

"Nah.. Selesai. " kata suster Sandra memberi plester pada luka Anna. "Dokter Anna! Kamu pasti ketakutan tadi. Untunglah ada polisi tampan itu. wah.. dia keren sekali. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi dan tegak, suaranya seksi. Aah.. .. Apa kamu lihat dia menyelesaikan berandalan itu? Hiaaa!! dia menyelesaikannya dalam sekali tendangan saja.. wah.. tapi kenapa aku tidak menanyakan namanya tadi..? " kata suster Sandra heboh. Anna cuma tertunduk diam.. ia menghawatirkan Jason.


"Namanya Jason! " celetuk suster Mery. "Hah..? Apa kamu mengenalnya?" Tanya suster Sandra penasaran. "Yah.. hanya bertemu beberapa kali. " jawab suster Mery sombong. "Apa kamu punya nomor telponnya? " tanyanya lagi. "kalau itu kamu tanya saja dokter Anna. Tapi jangan berharap banyak yah, sudah terlihat jelas kan tadi bagaimana perhatiannya pada dokter Anna? " jawab Mery sambil tersenyum. Mendengar hal itu suster Sandra tak berani melanjutkan pembicaraan nya lagi.


***


Bugh... Tinju Jason mendarat di wajah Nick hingga hidung nya berdarah. Ia sangat marah melihat gadis yang disukainya terluka. "Sudah ku katakan jangan melukainya!!! " bentak Jason sambil memukul Nick lagi dan lagi. Setelah itu teman-temannya menarik Jason dari ruang interogasi. Diky menepuk-nepuk punggungnya agar dia lebih tenang. Ia pun pergi ke ruangannya dan segera menelpon Anna.


"Halo Jason" jawab Anna. "Bagaimana lukamu? " tanya Jason. "Sudah diobati. sekarang sudah tidak apa-apa". Jawab gadis itu. " Apa kamu baik-baik saja? Dia tidak mencelakaimu kan? " tanya Anna khawatir. "tidak. Aku baik-baik saja. Baiklah, aku akan menjemputmu sekarang. Tunggu aku di dalam ruangan mu saja. Jangan keluar tanpa aku ya?!" kata Jason. "Hm.. aku akan menunggu di ruangan ku. " Jawab Anna.

__ADS_1


Jason melaju kencang dengan mobilnya. Ia ingin secepatnya bertemu Anna. Sesampainya di rumah sakit ia langsung berlari ke ruangan dokter cantik itu. Semua mata tertuju padanya. Ia menerobos masuk ruangan Anna dan segera menghampiri gadis itu. Anna terkejut dan berdiri terpaku melihat Jason. Pria itu kembali melihat luka di leher Anna. huuuuh.. Ia menghela nafas dan segera memeluk gadis itu. "kamu kenapa?" tanya Anna bingung. "Biarkan aku memelukmu sebentar yah.. sebentar saja" katanya pelan. Setelah beberapa saat ia melepaskan pelukannya. "Ayo.. Kita pulang! " katanya lembut. Anna hanya menganggukkan kepalanya.


Semua mata kembali tertuju pada mereka. Tampak Jason menggandeng tangan Anna. "Apa itu pacar dokter Anna?" tanya Suster Lulu. "Yah.. Lebih tampan dan lebih tangguh dari dokter Leo kan?!" Jawab Suster Mery. "Urus saja urusanmu sendiri! " jawab suster Lulu. "wah.. mereka sangat cocok. Apa kamu lihat tadi bagaimana pria itu menyelamatkan dokter Anna? uuuh.. itu keren sekali! " celetuk Suster Sandra. "lalu tatapan matanya menunjukkan bahwa dia benar-benar menghawatirkan dokter Anna. Sungguh itu tatapan lembut penuh cinta! Oh Tuhan, berikan satu pria seperti itu untukku!" tambahnya lagi.


"Tunggulah di sini, aku beli beberapa sayuran dulu" kata Jason yang menghentikan mobilnya di depan sebuah mini market. "Aku ikut saja dengan mu. Aku takut sendiri di sini" kata Anna. "Baiklah.. Ayo" jawab Jason.


"Untuk apa kamu membeli sebanyak itu?" tanya Anna. Pria itu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Anna. Tiba-tiba mereka melihat beberapa pembalut wanita. Jason dan Anna sama-sama tersipu malu teringat perjalanan mereka ke Parta pekan lalu. "Apa kamu ingin sesuatu?" tanya Jason.. " tidak. " jawab Anna. "baiklah, aku bayar dulu." kata Jason.


***

__ADS_1


Wangi aroma masakan Jason sudah menyebar ke seluruh ruangan. Jason sudah menata masakannya di piring dan meletakkannya di meja makan. "An, kemarilah! Makanannya sudah siap, ayo kita makan! " panggil Jason. Namun Anna tak bergeming. Jason pun menghampirinya dan ternyata gadis itu tertidur. Jason membangukannya untuk makan. "An.. Anna.. bangunlah! kita makan dulu. " panggilnya sambil menepuk tangan Anna. Anna membuka matanya dan perlahan bangkit dari sofa.


"Wah.. apa kamu yakin ini semua masakanmu? " tanya Anna sambil menyipitkan matanya. "Tentu saja. Aku rasa kamu sudah tau keahlian masakku kan?! Makanlah!" Jawab Jason. "Iya iya.. you are the best!! " kata Anna sambil menyorong kedua ibu jarinya. "Tadi... Terima kasih kamu sudah menyelamatkan ku. " Ucap Anna. "tidak. Maafkan aku An. Kalau saja aku tidak membawanya ke rumah sakit kamu tidak akan terluka hari ini. " Kata Jason. "Apa yang kamu katakan? Dia terluka, sudah seharusnya kamu membawanya ke rumah sakit. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja pria itu benar-benar brengsek yang tak tau terima kasih." kata Anna. "Makanlah.. setelah itu lanjutkan tidurmu di kamar. Biar aku yang membersihkan piring dan mejanya.! kata Jason. " Hm.. " jawab Anna. Gadis itu menghabiskan makannya dan kembali duduk di sofa.


"Apa kamu sudah selesai mencuci piringnya?" tanya Anna. "ya.. ada apa? " jawab Jason sambil berjalan ke arahnya. "Mau kah kamu temani aku jalan-jalan? " tanya nya lagi. "Jalan-jalan? Bukankah kamu mengantuk tadi? " jawab Jason. "Aku tidak bisa tidur kalau perutku terasa penuh seperti ini. Siapa suruh kamu masak terlalu enak. " gerutu Anna. "Baiklah baiklah.. Ayo! Ku temani kamu jalan-jalan. " Kata Jason sambil tersenyum.


Mereka jalan-jalan mengelilingi komplek perumahan tempat Anna tinggal.. "Apa kamu sudah lama tinggal di daerah ini?" tanya Jason. "Aku pindah ke sini sejak aku bekerja di rumah sakit. Kurang lebih sekitar tiga atau empat tahun. " Jawab Anna. "Tapi di sini tampak sangat sepi. Apa kamu ga mau pindah ke daerah yang lebih ramai. Maksud ku di sini terlihat tidak cukup aman untuk seorang gadis seperti mu tinggal sendiri. " kata Jason. "Bukankah ada kamu? maksudku aku pasti akan meminta bantuan mu jika terjadi sesuatu. Aku sangat suka suasana di sini. Di sini sangat tenang. " jawab Anna. "tapi aku tidak bisa selalu ada di dekat mu An. " kata Jason.


Sesaat mereka saling menatap satu sama lain. " Ah.. kita sudah sampai. kamu masuk dan tidurlah! Aku pulang dulu. "kata Jason. Anna menganggukkan kepalanya dengan ragu. " Kenapa? Apa kamu merasa takut?" tanya Jason. "i.. iya.. " jawab Anna terbata-bata. "Apa kamu mau aku temani? " tanya Jason sambil menatap lembut wajah Anna.

__ADS_1


***


bersambung...


__ADS_2