Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Persimpangan Jalan Yang Sulit


__ADS_3

"Sebenarnya kami merasa tidak enak melakukan ini. Tapi kami ini hanyalah pebisnis. Kami menginginkan keuntungan dan membenci kerugian. Saham kita akan anjlok kalau posisi pimpinan kosong. Jadi kami putuskan untuk mengadakan rapat hari ini dengan agenda pemilihan presdir pengganti Tuan James." kata Tuan Rony menyampaikan pendapatnya. "Ayahku sedang berjuang untuk sembuh, sementara kalian hanya memikirkan keuntungan. Apa kalian tidak sadar sudah lama kalian mendapatkan keuntungan hasil kerja keras ayahku?! " bentak Jason. "bukan begitu tuan Jason. Kami harus menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Kabar Presdir James sakit akan menyebar dan akan mengakibatkan turunnya saham. Kami mohon mengertilah tuan Jason! " Kata tuan Rony lagi.


kriiiing.. kriiiing...


Ponsel sekretaris Feng berdering. "Ya, ada apa?... Baiklah" kata sekretaris Feng menjawab sebuah panggilan telponnya. Ia segera menghampiri Jason. "Tuan, Kita harus segera kembali ke rumah sakit. Kondisi tuan James memburuk. " bisik sekretaris Feng. "Rapat ini ditunda sampai besok. Sekian!" tutup Jason seraya berlari meninggalkan ruang rapat untuk segera kembali ke rumah sakit.


***


Irama jantung tuan James tiba-tiba berhenti. Tim dokter terlihat sibuk melakukan penanganan. Mereka tengah menyiapkan alat pacu jantung untuk menyelamatkannya. Setelah beberapa kali mereka mencoba tetap saja ayah Jason tak bisa diselamatkan. Tuan James pun pergi untuk selamanya. Keluarga hanya bisa menangisi kepergian tuan James. Sementara itu Jason masih di perjalanan ke rumah sakit. Ia belum diberi tau bahwa ayahnya sudah tiada. Jason berlari menuju ruang perawatan ayahnya.. Sontak Ia pun terkejut dengan suasana yang ada di depan matanya. Tampak Nancy menangis dalam pelukan Anna. Dengan langkah pelan ia menghampiri ayahnya yang sudah tak bernyawa.

__ADS_1


Jason tak bersuara hanya air matanya yang berbicara. Ia hanya memandangi wajah ayahnya. Anna menghampirinya "Jason, kita harus mengatur pemakaman. Apa kamu kuat untuk itu? kalau tidak aku saja yang mengurusnya" kata Anna sambil membelai punggung Jason. "Mintalah sekretaris Feng yang mengurusnya, kamu temani saja aku di sini" jawab Jason. Anna langsung memberi isyarat pada sekretaris Feng.


Suasana haru mengiringi pemakaman tuan James. Selain keluarga dekat, pemakaman juga dihadiri oleh para pemegang saham dan beberapa karyawan. Semasa hidupnya, tuan James dikenal sebagai pribadi yang baik kepada siapa saja. "Jason, kami turut berduka cita" Kata tuan Rony. "Terima kasih." jawab Jason.


***


Malam semakin larut, namun Jason masih duduk di halaman belakang rumahnya. Melihat itu Anna berinisiatif membawakan teh hangat untuknya. "Jason! " panggilnya seraya memberikan secangkir teh pada Jason. "Apa ini? " tanya pria itu. "ini teh chamomile. Minumlah! " kata Anna. "Terima kasih Anna" ucap Jason yang kemudian meminum teh tersebut.


keesokan harinya

__ADS_1


Para pemegang saham sudah hadir untuk rapat hari ini. Jason yang merupakan putra satu-satunya presdir mempimpin rapat kali ini. "baiklah semuanya! Bisa kita mulai rapat hari ini?! " tanya Jason. "tentu tuan Jason" jawab para pemegang saham tersebut. "Baiklah langsung saja tak usah belama-lama. Silahkan sampaikan pendapat kalian sesuai agenda kita hari ini! " kata Jason. "Karena tuan Jason adalah putra presdir yang merupakan ahli waris beliau, maka sudah sepantasnya tuan Jason lah yang berhak menjadi pimpinan di perusahaan ini. " kata tuan Rony. "Benar! Ditambah dengan saham terbesar yaitu 40% saham, maka tidak ada alasan bagi tuan Jason menjadi pimpinan! " Tambah tuan Ramon. "ya.. kami setuju" sorak semua peserta rapat. "Mulai hari ini tuan Jason sah menjadi presdir di MAX Grup." ucap tuan Rony disambut tepuk tangan meriah dari semua orang. Jason pun berdiri memberikan hormat rasa terima kasih kepada semuanya.


Jason bergegas menjemput Anna. "Apa kamu sudah siap An?" tanya Jason "hm.. ayo!" jawab Anna. "Bibi, kami pergi dulu. " ucap Anna pada Nancy. "kalian hati-hati ya. Kalau ada kesempatan sering-seringlah kemari, temani bibi. " kata Nancy. "baiklah bibi, kami harus segera pergi. Anna ada operasi malam ini. " kata Jason sambil membukakan pintu mobil untuk Anna. Mereka pun pergi.


***


Jason tampak lesu, wajahnya pucat dan tidak berbicara sepatah katapun sepanjang jalan. Anna merasa khawatir melihat pria tampan itu kacau seperti itu. "Jason, apa kamu letih? Biar aku saja yang mengendarai mobilnya. " tanya Anna. "Aku tidak letih An." jawabnya singkat. "Lalu kenapa kamu nampak lesu tak bersemangat seperti itu? Aku tau memang sulit melepas kepergian ayahmu. tapi tolong, ingatlah bahwa hidup harus tetap berjalan. Kamu harus bersemangat agar ayahmu bisa tenang di surga! " kata Anna berusaha mengembalikan semangat Jason. "Bukan itu masalahnya An." "lalu apa yang membuatmu seperti ini?!" desak Anna. "Aku sedih harus melepaskan cita-citaku. Aku sudah sah menjadi presdir Max Grup. Aku harus melanjutkan tanggung jawab dan perjuangan ayah. Sementara itu aku harus merelakan cita-citaku. Tapi apalah dayaku, aku satu-satunya anak ayah. Hanya aku yang beliau andalkan."terang Jason.


Anna terdiam sesaat melihat Jason menceritakan keadaannya sekarang dengan mata berkaca-kaca. Ia paham betul bagaimana perasaan pria itu. "yah, aku mengerti perasaan mu. Mau tidak mau ini sudah tanggungjawab mu. Memang sulit tapi lakukanlah dengan keinginan kuat untuk mengabulkan permintaan ayahmu." kata Anna sambil membelai lengan Jason. "Terima kasih An, kamu sudah mau menemani aku sampai di saat seperti ini." ucap Jason sambil menatap Anna dalam. "Kamu kan temanku, tentu saja aku harus ada untuk mendukung mu. " jawab Anna dengan senyum manis di wajahnya.

__ADS_1


"Lalu, apa rencana mu setelah ini?" tanya Anna. "Besok aku akan menghadap ketua divisi dan mengundurkan diri." jawab Jason. " hm... baiklah, jangan lupa ajak teman-teman mu makan bersama. " usul Anna. "tentu saja aku akan mengajak mereka makan bersama. Apa kamu mau ikut An?" kata Jason. "maaf Jason mungkin aku tidak bisa ikut dengan kalian. Kamu tau kan antrian panjang jadwal operasi ku. Itu akan sangat melelahkan. " jawab Anna. "hm.. ok." kata Jason.


__ADS_2