
Seberkas cahaya matahari menembus jendela kamar Anna. Cahaya itu menyilaukan dan membuat gadis itu terbangun dari tidurnya. Perlahan ia membuka matanya. Terpampang jelas keindahan ciptaan Tuhan yang membuat Anna terbelalak. Wajah Jason tepat di depan wajahnya. Ternyata bantal pembatas yang dibuatnya tidak ada pada tempatnya. Ia menyadari apa yang dilakukannya sambil tidur semalam. tanpa sadar saat tertidur Anna membuang semua bantal pembatas ke lantai dan mulai tidur tepat di sebelah Jason. Tapi Anna masih bingung mengapa ia bisa tidur di atas lengan Jason. Namun Anna sangat menikmati pemandangan itu. Wajah tampan yang membuatnya merasa bahagia sekaligus membuat Jantungnya berdetak kencang.
Sampai tiba saat Jason membuka matanya, Anna segera memejamkan matanya kembali. Ia merasa malu pada Jason. Jason tersenyum lembut melihat wajah gadis itu yang tetap sangat cantik walaupun sedang tidur. Ditariknya lengannya dan menggantinya dengan bantal. Tangannya terasa kaku dan keram karena semalaman menopang kepala Anna. Perlahan ia meletakkan kepala gadis itu di atas bantal kemudian ia pergi ke kamar mandi.
Menyadari Jason pergi ke kamar mandi Anna bergegas bangun. Ia panik sekaligus merasa malu. "Apa yang harus ku lakukan" katanya sambil mengacak-acak rambutnya. Tak lama terdengar pintu kamar mandi terbuka. Anna kembali berpura-pura tidur. Jason sudah menyadari sedari tadi kalau gadis itu sudah bangun dan berpura-pura tidur. Ia mencoba membangunkan Anna. "Anna, An.. bangunlah.. ini sudah jam 8." panggil Jason lembut. Namun Anna tak bereaksi. "An.. Aku tau kamu sudah bangun, Ayolah bangun dan bersihkan dirimu! Setelah itu kita pergi melihat karnaval. " kata Jason. "Hah.. karnaval!!!" tanya Anna bersemangat. "Ya. Cepatlah kamu bersiap. waktu kita tidak banyak. Kita juga harus pulang hari ini. " ujar Jason. Gadis itu langsung bergegas ke kamar mandi.
***
"Jason! katamu kita pergi ke karnaval, kok malah berhenti di Pasar?" tanya Anna bingung. "Kita memang akan pergi ke karnaval, tapi kita harus sarapan dulu. Di sini ada yang menjual bakpao yang sangat lezat. Kamu harus mencicipi nya. "jawab Jason. " Oh ya? Ok.. "kata Anna. Mereka membeli dan memakan bakpao itu sambil berjalan. " Wow!! ini sungguh lezat!! " ucap Anna setelah memakan bakpao nya. "Hem.. benar kan! Eh sudah Jam 10, ayo cepat karnaval nya sudah dimulai." Kata Jason.
"Wow ini sangat ramai Jason. Lihatlah grup penari bertopeng itu bagus sekali." kata Anna gembira. Jason hanya tersenyum sambil sesekali melihat ke arah gadis itu. Anna terlalu gembira sehingga ia tidak memperhatikan sekelilingnya. Ia ,,hanyahanya fokus melihat barisan peserta karnaval saja, sampai akhirnya ia menyadari bahwa Jason tidak bersamanya. Gadis itu mulai mencari Jason kesana kemari, namun tak juga menemukan pria itu.
__ADS_1
"Jason!!! Kamu di mana? Jason!! " panggil Anna dengan suara lantang. Tiba-tiba seseorang menarik tangannya dari belakang. "Jason!! Kamu dari mana saja? " bentak gadis itu. "Maaf An, aku takut kamu haus jadi beli minuman dulu. Begitu aku kembali kamu juga tidak ada. Aku mencarimu dan menemukanmu di sini. Maafkan aku yah" Jelas Jason. Tak diduga tiba-tiba Anna memeluknya. "Jangan pergi lagi. Apa kamu tau aku mencarimu seperti orang tidak waras tadi?" Katanya sambil memeluk Jason. Jason pun membalas pelukannya dan berkata "Tidak lagi, tidak akan. Sekarang mari kita pulang. Kamu dan aku masih harus bekerja besok. " kata Jason.
***
"Jason, apa kamu tidak mengantuk? " tanya Anna. "Tidak, kenapa apa kamu mengantuk? " tanya Jason. "hm.. tapi bisakah kita berhenti di depan. Aku melihat ada penjual ayam goreng di sana?" tanya gadis itu lagi. "Apa kamu lapar? kita bahkan tidak makan siang tadi. Baiklah aku akan membelinya untukmu. Kamu tunggu saja di sini. " Kata Jason setelah menghentikan mobilnya di dekat penjual ayam goreng. Ia membeli beberapa potong ayam goreng dan dua botol air mineral.
"Nah.. makanlah!" Kata Jason saat memberikan ayam itu pada Anna. "Apa kamu tidak makan? " tanya Anna. "Aku harus mengemudi, kalau tidak kita akan sampai saat matahari sudah terbit besok. " kata Jason yang mulai menjalankan mobilnya.
Merekapun sampai di rumah Anna. "Sudah di sini saja. Kamu pulanglah, besok kamu juga harus pergi kerja kan?! kata Anna. " Ok. Aku pulang dulu ya. " pamit Jason. Merekapun saling melambaikan tangan. Anna segera masuk dan membersihkan dirinya. Hari semakin larut, bahkan waktu menujukan pukul 01.00 malam namun Anna tetap tak bisa memejamkan matanya. Ia mengingat kejadian di karnaval td. Bagaimana bisa ia tiba-tiba memeluk Jason tanpa berpikir. Ia menyadari perasaannya pada Jason bukan rasa suka sebagai teman. Ia sungguh takut kehilangan Jason tadi. Ia terus berpikir apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya. Sementara ia tak tau pasti bagaimana perasaan Jason padanya.
Hal yang sama pun terjadi pada Jason. Polisi tampan itu juga tak bisa tidur. Bayangan Anna terus menari-nari di pikirannya. Membayangkan Anna memeluknya pun membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengingat bagaimana dia menahan keinginannya untuk mencium gadis itu tadi. Jika hal itu terulang lagi mampukah ia menahan diri. Ia tidak ingin hubungan pertemanan mereka menjauh karena perasaannya. haaaah.. Jason menghela nafas sambil mencoba memejamkan matanya. Ia harus pergi kerja besok.
__ADS_1
***
"Hai Jason!! Kamu berlibur ke Parta ya kemarin?" Tanya Diky. "iya.. sudah lama aku tidak mengunjungi ayah ku. " Tapi, semalam miko melihatmu membawa seorang gadis di mobilmu. Apa kamu pergi ke Parta bersama gadis cantik itu?" Tanyanya lagi. "Sebenarnya, yang ingin menemui ayahku adalah dia. Ibunya adalah sahabat ayahku. " jelas Jason. "Waah.. Tuhan sudah mengaturnya dengan sempurna. Bahkan ayahmu pun pasti sangat menyukainya" kata Diky bersemangat.
"Siapa yang kamu maksud? " sambar Miko. "Gadis cantik yang kamu liat semalam. Jason pergi ke Parta bersama gadis itu. " Jelas Diky. "Wah Jason. kamu terlihat sangat dingin kepada para gadis yang mendekatimu. Tapi sepertinya gadis yang satu ini berbeda. Aku sangat penasaran, seberapa hebat gadis ini bisa meruntuhkan gunung es seperti mu ini" kata Miko penasaran. "Ya Jason. Kapan kamu memperkenalkannya pada kami? sambar Diky. " Sudahlah.. kalian ini para pria yang suka bergosip ya? " jawab Jason. "Apa kamu takut memperkenalkannya pada kami? Apa kamu takut dia akan terpesona melihat ketampananku? " goda Miko.
"hahahaha.. silahkan saja. Sungguh dia gadis yang berbeda dengan gadis yang biasa kamu temui. Dia tidak mudah di taklukan. " sahut Jason. "Kita akan bisa melihatnya kalau kamu memperkenalkannya pada kami. Oh ya, ku dengar dia seorang dokter ya. Sungguh itu gadis yang sempurna Jason." kata Diky. "Ya. bahkan terlalu sempurna". ucap Jason pelan.
***
bersambung...
__ADS_1