Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Sang Mantan


__ADS_3

Di atas tempat tidur yang sangat besar Jason membaringkan tubuhnya. Ia merasa ada beban berat di pundaknya. Dipejamkannya matanya sambil menghembuskan nafas panjang. Ia ingin mengurangi beban dalam dadanya. Walaupun begitu Jason telah bertekad bahwa dia akan membawa kesuksesan besar untuk perusahaannya.


tok.. tok.. tok...


ketuk tuan Feng.


"Masuklah" kata Jason.


"Tuan ini jadwal tuan besok, ada rapat dengan manajemen perusahaan, makan siang dengan klien dan nanti malam ada pesta penyambutan dan peresmian untuk tuan. " jelas tuan Feng.


"Baiklah, aku mengerti tuan Feng. " Jawab Jason.


Gemerlap lampu meramaikan pesta malam itu. Pesta outdoor yang digelar untuk menyambut Jason sebagai presdir baru itu sangat ramai dihadiri para eksekutif dan tamu undangan dari perusahaan terkemuka lainnya. Suasana ramai tidak serta merta membuat Jason menikmati pestanya. Ia hanya berdiri menatap danau yang berada di depannya. Baru sehari tak bertemu Anna terasa begitu lama baginya. Rindu dan rasa cemas campur aduk menjadi satu. Sesekali dilihatnya ponselnya. Namun Anna tak jua menghubunginya. Baru saja ia ingin menghubungi dokter cantik itu tiba-tiba..


"Halo tuan Jason, nona Julie ingin bertemu dengan mu. Silahkan nona" kata tuan Feng.


Jason tak jadi menelpon Anna karena Julie yang tak lain adalah cinta pertamanya itu langsung menarik lengannya.


"Jason, lama tidak bertemu. Apa kamu tidak rindu padaku? " tanya Julie manja.


"Oh Julie. Bagaimana kabar mu?" kata Jason.


"Yah.. seperti yang kamu lihat. Aku sangat menikmati ketenaran ku sekarang. " jawab Julie sambil memutar badannya memperlihatkan tubuh seksinya yang dibalut gaun berwarna merah itu.


Julie adalah cinta pertama Jason saat duduk di bangku sekolah menengah. Gadis itu adalah seorang selebriti yang sedang populer saat ini. Ia juga seorang anak konglomerat yaitu Presdir Marko dari grup Luo.


"Jason, ayo kita kembali seperti dulu." Kata Julie.


"Apa maksud mu? " tanya Jason pura-pura tidak memahami perkataan Julie.


"Yah.. kita kembali lagi seperti dulu. Aku ingin menjadi kekasihmu lagi." Kata Julie.

__ADS_1


"Huh.. Jangan bercanda Julie. " Jawab Jason dengan sikap cueknya.


"Apa maksud mu aku bercanda? Aku serius Jason. Aku masih sering memikirkan mu akhir-akhir ini." kata Julie sambil memegangi lengan Jason.


"Itu tidak mungkin Julie. Aku sudah punya orang yang aku suka. " jawab Jason sambil melepaskan pegangan tangan Julie.


"Jangan seperti itu Jason..!!! Aku tau kamu masih mencintai ku kan. Itu sebabnya hingga sekarang kamu masih sendiri. Ayolah.. aku akan menerima mu kembali sekarang. " kata Julie.


"Aku sudah mengatakan apa yang harus ku katakan.. kalau tidak ada hal lain lagi aku permisi. " kata Jason seraya pergi meninggalkan Julie.


Julie tampak kesal melihat sikap Jason yang menolak ajakannya. Ia meminum semua minuman yang tersedia di meja tempat ia berdiri.


"Kamu tunggu saja Jason. Aku tidak akan menyerah. Kamu pasti akan bertekuk lutut dihadapan ku. " ucap Julie seraya melemparkan gelas ditangannya..


"Selamat malam semuanya!! Terima kasih kepada kalian semua yang sudah berkenan hadir pada pesta penyambutan Presdir Jason. Presdir Jason masih sangat muda dan penuh semangat. Kami yakin bahwa perusahaan akan bertambah sukses dalam kepemimpinan tua Jason. Tanpa menunggu lama lagi mari kita sambut Tuaaan Jaasooon. Silahkan tuan Jason naik ke atas panggung. " seru tuan Rony dan disambut oleh tepuk tangan para hadirin yang sangat antusias menyambut Jason.


Jason menaiki panggung dengan tenang dan berdiri tepat di tengah. Ia melihat sekeliling kemudian mulai menyapa semua orang yang hadir.


"Haloo selamat malam semuanya. Aku Jason putra dari mendiang tuan James. Terima kasih sudah mau hadir di pesta ini. Terima kasih pula kalian sudah percaya kepada ku untuk memimpin perusahaan ini. Aku berharap kalian bisa terus mendukung ku kedepannya nanti. Aku berjanji akan bertanggung jawab dan berusaha mensukseskan perusahaan. Terima kasih! " katanya dengan penuh semangat.


"Jason!! Aku tidak membawa mobilku, kamu bisa kan mengantarku pulang?! " pinta Julie.


"Aku rasa aku tidak bisa. Kamu bisa pesan taksi mungkin. " tolak Jason yang langsung menaiki mobilnya.


Namun Julie tidak menyerah begitu saja, ia ikut menaiki mobil Jason tanpa persetujuan pria itu. Sontak Jason kaget melihat perilaku gadis itu.


"Apa yang kamu lakukan Julie? bukankah sudah jelas aku katakan padamu tadi. Aku tidak bisa mengantarkan mu pulang." kata Jason dengan nada marah.


"Jason aku mohon! Aku tidak berani naik taksi malam-malam begini. " rengek Julie sambil memegangi lengan Jason.


Tanpa pikir panjang lagi Jason turun dari mobilnya dan menyuruh tuan Feng untuk mengantar Julie pulang.

__ADS_1


"Tuan Feng, antarkan gadis ini pulang! Aku akan naik taksi saja! " kata Jason.


"baik tuan" Jawab tuan Feng.


Julie hanya terdiam tak bisa berkutik lagi. Ia memasang wajah bingung sekaligus kecewa.


Setelah Julie pergi barulah Jason merasa lega. Dia berjalan perlahan sambil menghubungi taksi untuk menjemputnya. Kemudian ia menelpon Anna.


Tuuuut... tuuuu... tuuuut... "Halo" jawab gadis di ujung telponnya Jason.


"Halo An. Ini aku Jason.. bagaimana kabar mu?" tanya Jason


"oh iya Jason. Baru saja aku ingin mengirim pesan padamu. Aku Baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?" tanya Anna


"Aku juga baik An. Apa kamu sedang di rumah?" tanya Jason lagi


"Ya.. Bagaimana pekerjaan baru mu? Apa kah menyenangkan?" Tanya Anna penasaran.


"Biasa saja. Aku merasa sedikit canggung karena ini pertama kalinya. Bahkan pesta penyambutan ku sebagai presdir pun baru saja usai." jelas Jason.


"Oh ya. Wow pasti kamu banyak bertemu orang penting di sana. Apakah sangat menyenangkan? " tanya Anna lagi.


"Sebenarnya pesta itu biasa saja. Mungkin akan menyenangkan jika ada kamu di sini bersama dengan ku. " kata Jason.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? " tanya Anna ingin tau maksud perkataan Jason.


"Yah.. kamu kan tau aku sendiri di sini. Semua orang di sini asing bagiku. Mereka sangat menghormati ku hanya karena aku adalah seorang presdir. Bukan seperti dirimu yang bahkan tidak tau siapa aku namun kamu tetap menolongku tanpa memikirkan apapun." jelas Jason.


"Cobalah akrab dengan mereka. Kalau kamu bisa tulus kepada mereka makan mereka pun akan tulus kepadamu. Percayalah Jason, itu duniamu sekarang. Kamu harus menjalaninya dengan lapang dada. Cobalah untuk mulai menyukai dunia itu sekarang. Perlahan kamu akan bisa menerima dan menikmatinya. Aku rasa walaupun sedikit yang tulus namun tidak semua buruk." Terang Anna.


"Hah Anna. Kamu sangat bijaksana. Mau kah kamu beralih posisi menjadi asistenku? Aku membutuhkan orang seperti dirimu di sini." kata Jason bergurau.

__ADS_1


"Kamu ini.. Baiklah aku harus tidur sekarang. Besok masih ada operasi yang akan aku lakukan." kata Anna mencoba mengakhiri percakapan mereka.


"Baiklah.. Kamu tidurlah! kamu juga hati-hati di sana! Selamat malam." Tutup Jason.


__ADS_2