Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Cinta dan Perjodohan


__ADS_3

Anna meremas kedua tangannya selama perjalanan menuju rumah Ayah Jason. Ia nampak sangat gugup. Menyadari hal itu Jason menepuk-nepuk tangan Anna dan berkata "sudahlah.. Tidak perlu gugup, bukannya ini hanya pertemuan makan malam biasa.. ". " hah.. apa aku terlihat gugup? " tanya Anna menyembunyikan rasa gugupnya. "Kamu meremas kedua tangan mu sejak tadi, aku pikir kamu sedang gugup" kata Jason. "Tidak. Tidak gugup sama sekali" kata Anna. Baiklah ayo turun" Ajak Jason saat mereka sudah sampai di rumah tuan James. Jason membukakan pintu mobil untuk Anna. Anna pun turun dan tak sengaja terjatuh, beruntung Jason menangkapnya sehingga dia tidak terjatuh. "Hati-hati.. Jelas sekali kamu sedang gugup An. " goda Jason. Anna hanya diam dan segera menyusul Jason masuk.


Para pelayan menyambut kedatangan mereka. "Mari Tuan Jason, Tuan James sudah menunggu di meja makan. " kata kepala pelayan di rumah itu. Sesampainya di ruang makan Jason langsung menyapa ayahnya dan memperkenalkan Anna. "Ayah, ini Anna. Gadis yang ku ceritakan pada mu. " kata Jason. Tuan James langsung menatap ke arah Anna. "Ha.. halo paman James, namaku Anna.. " kata Anna. "Kamu.. Apa kamu anak dari sahabat ku Shopia?" Tanya tuan James dengan mata sedikit berkaca-kaca. "Iya paman, tapi ibuku sudah meninggal 4 tahun lalu. " Jawab Anna. "Sungguh, aku tidak menerima kabar apapun sejak ibumu berpisah dari ayahmu. Maafkan aku Anna. " Kata tuan James. "Tidak apa-apa paman. " jawab Anna. "Baiklah, bisakah kita lanjutkan perbincangan ini di meja makan. Ibu sudah lapar Jason. " kata Tante Nancy yang tidak lain adalah ibu sambung Jason.


Mereka melanjutkan perbincangan mereka. "Anna, apa kamu suka dengan makanannya? " tanya Tuan James. "iya paman, semua sangat lezat" jawab Anna. "Oh iya, bagaimana kalian bisa saling mengenal? " Tanya Nancy. "ehm.. kami pertama kali bertemu di rumah sakit. Jason mendapatkan luka tusukan dan aku melakukan operasi kecil untuknya". Kata Anna. " Anna berkali-kali menolong ku, kalau tidak ada dia mungkin aku tidak bisa menginjakkan kaki di rumah ini lagi. "tambah Jason. " Jason juga sering membantuku "sahut Anna. Kemudian mereka saling bertatapan beberapa saat.


Tiba-tiba terdengar suara lembut seorang wanita dari belakang Jason " paman, bibi, aku sudah datang". "Eh.. Tiffany, kamu sudah datang. Kemarilah duduk di sini! " kata Nancy sambil menunjukkan kursi di sebelahnya. "Oh iya Jason, ayah. ingin memperkenalkannya kepada mu. Ini Tiffany putri dari Direktur Frans." Kata ayah Jason memperkenalkan gadis itu. "Halo, aku Jason" kata Jason singkat. "Hai aku Tiffany. " jawabnya. "Ayah sudah lama ingin memperkenalkan Tiffany padamu, tapi kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan mu. Kelak kamu harus meninggalkan pekerjaan mu dan meneruskan perusahaan ayah. Ayah mu jni sudah cukup tua Jason. " kata tuan James. "Sebenarnya, ayah sangat ingin Tiffany menjadi istrimu. Dia sangat baik dalam segala hal. Latar belakang, pendidikan, pekerjaan semua sempurna." Jelas ayah Jason. Seketika Anna merasa sesak berada di tempat itu. Ia pun pamit pergi ke toilet agar bisa menenangkan dirinya. "ehm.. aku permisi sebentar" kata Anna. Jason melihat wajah gadis itu terlihat kaget dan tidak baik. "Maafkan aku, tapi aku tidak bisa. Aku sudah punya orang yang aku suka. sekali lagi maafkan aku. " kata Jason langsung menolak perjodohan yang diatur ayahnya dan pergi meninggalkan meja makan. Ia menyusul Anna ke toilet.

__ADS_1


Sementara itu, Ayah Jason terdiam dan berusaha memahami keinginan anaknya. "maafkan paman Tiffany, sepertinya paman tidak bisa lagi menjodohkan mu dengan Jason. Dia sudah memiliki wanita yang ia sukai. " jelas ayah Jason. "tidak apa-apa paman" jawab Tiffany.


Jason masih menunggu Anna keluar toilet. "Jason!! Sedang apa kamu di sini? Apa kamu menungguku?" tanya Anna begitu melihat Jason sedang menunggunya. "Ya, ayo aku antar kamu kembali ke hotel!! " kata Jason sembari menarik tangan Anna. Pria itu terlihat begitu serius. "Tapi aku belum pamit Jason" kata Anna. "Tidak apa-apa. Nanti akan ku sampaikan pada ayahku. Sekarang ku antar kamu pulang dulu. " jawab Jason yang masih terus menarik tangan Anna. Ia memasukkan Anna ke mobil, memasang sabuk pengaman lalu masuk dan melakukan kencang. Anna bingung melihat tingkah Jason. Gadis itu menatap wajaah murung Jason sepanjang jalan. "Ada apa dengan pria ini? Apa yang membuatnya marah? Aku rasa aku tidak melakukan kesalahan.


Sesampainya di hotel, Jason mengantar Anna sampai kamar. " Maaf An,


Anna hanya membolak-balikkan badannya di atas tempat tidur. Ia sedang berusaha untuk tidur namun ia tak juga bisa tidur. Ia gelisah mengingat wajah murung Jason. Merasa gelisah, Anna pun pergi mencari udara segar. Ia keluar menuju taman di seberang hotelnya. Dari pintu hotel terlihat mobil Jason terparkir di taman itu. Ia menghampirinya, kemudian melihat ke dalam mobil untuk memastikan. Ternyata Jason sedang tidur di dalam mobilnya.

__ADS_1


Tok Tok Tok..


Anna mengetuk kaca mobil Jason. Pria itu terbangun dan melihat ke arah Anna. Segera ia keluar dari mobilnya setelah sadar bahwa Anna yang mengetuk kaca mobilnya. "Apa yang kamu lakukan, mengapa kamu tidur di sini? bukankah kami menginap di rumah ayahmu? " tanya Anna bingung. "Aku tidak ingin pulang ke rumah ayahku. " Jawab Jason dengan raut wajah murung. "Kenapa kamu belum tidur? " Jason balik bertanya. Anna berjalan menuju taman, ia segera menyusul Anna. Duduklah mereka di kursi yang ada di taman itu. "aku tidak bisa tidur Jason. " Jawab Anna. "Ada apa? Apa yang membuatmu tidak bisa tidur? Apa tangan mu sakit?" tanya Jason dengan wajah khawatir. Ia pun segera mengambil tangan Anna untuk memastikan. "Tidak Jason, tapi aku bingung dengan sikapmu tadi. Apa aku sudah berbuat kesalahan sehingga kamu tiba-tiba membawaku pulang tanpa pamit dengan ayah mu? " Tanya Anna ingin tau. "Tidak An. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Aku hanya merasa ingin pergi meninggalkan rumah itu." jawab Jason sambil menundukkan wajahnya. "Tapi kenapa? Kamu baru saja bertemu ayahmu setelah berbulan-bulan. " Tanya gadis itu lagi. "Aku hanya tidak suka dengan perjodohan yang diatur ayahku." Jawabnya. "Tapi Tiffany gadis yang cantik, dia juga terlihat baik." kata Anna. "Tapi aku sudah punya orang yang aku suka An. " Jawab Jason sambil menatap Anna.


Anna terdiam beberapa saat setelah mengetahui alasan Jason. Ia merasa lega karena ternyata ia tidak melakukan kesalahan. Namun ia merasa sedih mengetahui Jason sedang menyukai seseorang. "Apa kamu sudah memberi tau ayahmu? tanyanya. " Ya. Aku sudah mengatakannya sebelum aku pergi meninggalkan meja makan tadi" jawab Jason. Jason menyadari perubahan raut wajah Anna. Gadis itu terlihat sedih. "Ada apa An? " tanya Jason lagi. "tidak apa-apa. Ayo kita naik! " ajak Anna. Merekapun naik menuju kamar Anna. Sesampainya di depan kamar Anna berkata "Tidurlah di sini! ". " Tidak apa-apa, aku akn tidur di mobil. " kata Jason. Tanpa berkata apa-apa lagi gadis itu langsung menarik tangan Jason dan membawanya masuk. " Tidurlah di sini. Jangan sungkan, bukankah kita sudah pernah tidur di tempat tidur yang sama." kata Anna. "Tapi situasinya berbeda, saat itu kamu sedang sakit. " kata Jason. "Tenang saja, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu. Kita tinggal membuat pembatas saja." kata gadis itu sambil membuat pembatas di atas tempat tidurnya. "apa kamu tidak ada rasa khawatir An tidur dengan seorang pria di tempat tidur yang sama.? ". Tanya Jason. " Aku tidak akan khawatir kalau orang itu kamu. " Jawab Anna singkat. " tapi aku masih seorang pria An". ucap Jason lagi. "Kamu seorang pria?" tanya Anna sambil tertawa kecil. "Iya. Aku pria dewasa yang sehat An, Kamu tidak takut aku hilang kendali dan melakukan sesuatu pada mu? " tanya Jason dengan sedikit emosi. "Tenanglah Jason, aku sangat percaya padamu." kata Anna. Jason pun langsung terdiam mendengar perkataan Anna. Gadis itu pun menghampirinya dan menariknya ke tempat tidur dan berkata "Sekarang mari kita tidur ya. Aku sudah mengantuk" katanya lembut. Jason pun menurutinya namun Ia tidak bisa tidur karena merasa gugup.


***

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2