
Matahari mulai turun dan akan terbenam. Anna masih duduk menatap indahnya pemandangan dari teras balkon. Jason menghampirinya dan duduk di sebelah gadis itu.
"An, apa kamu mau ikut denganku ke suatu tempat? " ajak Jason
"Ehm.. kemana Jason? " tanya Anna
"Nanti kamu juga akan tau." jawab Jason
"Baiklah." Anna menyetujui ajakan Jason. Ia sangat mempercayai pria itu. Mereka pun pergi ke tempat tujuan Jason.
"Hah.. kenapa kita ke sini? " tanya Anna bingung. Ia tak tau mengapa Jason membawanya ke pusat perbelanjaan.
"Ikuti saja aku. Ayo. " jawab Jason sambil menggandeng tangan Anna.
Tibalah mereka di sebuah toko pakaian. Jason memilihkan beberapa stel untuk Anna. "nih kamu cobalah! " perintah Jason. "Tapi, aku.. " jawab Anna ragu
__ADS_1
"cobalah dulu. " bujuk Jason. Anna pun masuk ke ruang ganti untuk mencoba pakaian tersebut. Satu persatu ditunjukkannya pada Jason, terpilihlah 2 stel pakaian. Satu langsung dipakai Anna dan satu lagi dibawa pulang.
"Terima kasih Jason. " ucap Anna dengan raut wajah sumringah. "Sama-sama An" kata Jason.
Dari toko pakaian mereka berpindah ke toko sepatu. "kamu pilihlah An, sepatu mana yang kamu sukai. Pilihlah beberapa. " kata Jason. "Apa ini juga harus? " tanya Anna. Ia merasa tak enak terus memakai uang Jason. "iyah. harus. karena aku ingin mengajakmu kencan setelah ini. " terang Jason. "Anna menurut dengan senyum tersipu malu. Ia memilih sebuah sepatu berwarna putih. " Apa ini bagus Jason? " Tanyanya. " lumayan. Seleramu sangat baik An. Ambillah yang itu" kata Jason.
Setelah dari toko itu merekapun berjalan menuju lantai 5. Anna baru menyadari bahwa setiap pelayan yang mereka jumpai selalu memberikan salam hormat kepada Jason. "Ada apa yang istimewa dari Jason? Ku rasa terakhir kali aku kemari tidak ada pelayan yang memberikan salam hormat seperti itu." cletuk Anna dalam hati.
"Jason, kita akan kemana lagi? " tanya Anna penasaran. "ke sini. kita akan kencan di sini" jawab Jason sambil menunjuk bioskop di hadapan mereka. "nonton!! wah hebat. Akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku di bioskop lagi setelah 3 tahun ini. Kamu memang luar biasa Jason. " teriak Anna bersemangat. Jason hanya tersenyum melihat ekspresi Anna. "kita akan nonton film apa? " tanya gadis itu girang. "bagaimana dengan film horor? atau kamu mau yang romantis?" tanya Jason. "ehm.. film horor saja." kata Anna yang tidak mau qsalah tingkah kalau menonton film romantis.
Jason selesai membeli tiket. Ia juga membeli popcorn dan minuman. Mereka langsung memasuki bioskop. Tak berselang lama film pun dimulai. Di awal film, Anna masih baik-baik saja. Ia masih bisa meminum colanya dan memakan popcorn dipangkuannya. Namun, begitu kemunculan Hantu di film itu mulai sering dan sangat mengejutkan mulailah Anna bertingkah dan berteriak. Begitu film selesai Anna terbujur lemas di kurainya.
"oh iya, Jason bolehkah aku bertanya sesuatu" tanya Anna. "hm.. silahkan. " jawab Jason. "Pada saat kamu pergi kerja aku merasa sangat bosan, kemudian aku pergi ke ruang kerjamu. Di situ ku temukan sebuah album foto lama. Aku melihat seorang pria tua yang mirip dengan mu. siapa kah itu? apa dia Ayahmu? " tanya Anna. "Iya kamu benar. Ada apa An? " tanya Jason. "tidak apa-apa,hanya saja dia sangat familiar bagiku. Di mana ayah mu tinggal?" tanyanya lagi. "ia tinggal bersama ibuku di kota Parta. Kalau kamu mau kita bisa mengunjunginya kapan-kapan. " kata Jason. "wah.. janji?!" kata gadis itu senang. Jason mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kamu tidurlah dulu, aku ingin mandi sebelum tidur. setelah itu akan ku matikan lampunya" kata Jason. "ya, tapi aku mau mencuci muka dulu" jawab Anna seraya pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Setelah itu mereka tidur masing-masing.. Anna di kamar sedang Jason di ruang tamu. Malam ini berbeda dari malam sebelumnya, Anna tidur pulas sampai matahari terbit. Jason pun sama, bahkan ia memimpikan hal-hal yang dilakukannya dengan Anna.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Mereka sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. "Apa kamu pergi ke rumah sakit hari ini? " tanya Jason melihat Anna sudah berpakaian rapi. "iya.. aku juga harus bekerja. Pasien ku sudah merindukanku" jawab Anna sambil tersenyum menggoda. "huh.. baiklah kita sarapan dulu baru ku antar kamu ke rumah sakit" kata Jason. "siap komandan!! " Jawab Anna sambil memberikan hormat militer kepada Jason. "kamu ini" Jason menggelengkan kepalanya. mereka tampak bahagia pagi itu.
****
"Ah.. akhirnya sampai juga di rumah sakit. Terima kasih Jason atas tumpangannya. " ucap Anna dengan senyum manisnya. "Baiklah, nanti setelah pulang kerja aku akan menjemputmu" Ucap Jason sebelum Anna turun dari mobilnya. "Sepertinya sudah merepotkan mu beberapa hari ini. Mungkin aku harus pulang ke rumah malam ini" kata Anna. "Kalau begitu aku akan mengantarkan mu pulang nanti" Jason masih ingin menjemputnya. "Ya. Baiklah, aku akan sangat berterimakasih. " Jawab Anna sambil turun dari mobil Jason. Ia melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam.
"Dokter Anna!! Coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Apa benar dokter Leo senekat itu.? Apa dia kehilangan akalnya?! " Tanya suster Mery penuh penasaran. "Aku sangat tidak ingin mengingatnya, jangan ungkit lagi soal Leo" kata Anna. "Hm.. iya. Lalu bagaimana dengan pria yang menyelamatkan mu? Apa benar dia polisi tampan itu? Tuan.. tuan.. Tuan Jason? " tanyanya lagi. "hm.. iya itu benar" Jawab Anna. "waaah.. apa kamu sudah berpacaran dengannya? " tanya suster Mery dengan nada menggoda. "Ih.. kamu ini suka sekali bergosip ya suster Mery!" Jawab Anna sambil berlalu pergi ke ruangannya.
Pada waktu makan siang
Tit..TiT..
Bunyi pesan masuk di handphone Anna. Ternyata Jason yang mengirim pesan padanya. "An.. Apa kau sudah makan siang? " tanya Jason. "belum? " Jawab Anna singkat. "Mau makan siang denganku?" tanyanya lagi. "Tapi aku tidak bisa terlalu jauh dari rumah sakit karena harus kembali tepat waktu" jawab Anna. "Baiklah kita makan di kantin rumah sakit itu saja" kata Jason. "ok" jawab Anna.
Tak lama Jason pun datang menghampiri Anna. Mereka berjalan menuju kantin untuk makan siang. Selama perjalanan menuju kantin para dokter senior selalu memberikan salam hormat yang sama dengan pelayan di pusat perbelanjaan waktu itu. Anna masih bingung. Ia bertanya pada Jason, " Ada apa dengan mereka? mengapa mereka seperti sangat menghormatimu? "bisiknya. " Aku juga tidak tau" jawab Jason.
__ADS_1
Selama mereka makan pun semua mata tertuju pada mereka berdua. Anna merasa aneh. "Jason, sebenarnya ada apa?" Anna masih penasaran. "nanti saat kita mengunjungi ayahku kamu akan tau alasannya. Sekarang nikmati saja makananmu. " jawab Jason. "lalu kapan kita akan mengunjungi ayah mu? " tanya gadis itu lagi. "Akhir pekan ini apa kamu bisa? kemungkinan kita harus menginap mengingat perjalannya cukup jauh. " kata Jason. "Tidak masalah." jawab Anna bersemangat.
bersambung...