
Deretan wajah murung sudah menunggunya di luar ruangan pak Nando. Jason menghampiri satu persatu rekan kerjanya. Delapan erat pun diberikannya.
"Jason. Apa kamu benar-benar harus meninggalkan kami.?" tanya Roy.
"Maafkan aku teman-teman aku benar-benar tidak ada cara lain." jawab Jason lesu.
"Sayang sekali aku harus kehilangan rekan terbaikku" ucap Miko.
"Sungguh ini sangat sulit bagiku. Tapi aku harus melanjutkan perjuangan ayahku." kata Jason. "Bagaimana kalau aku traktir kalian makan? Kita adakan pesta perpisahan?! " tambahnya.
"Baiklah mari kita adakan pesta perpisahan teman-teman. " kata Miko sambil mengayunkan lengannya.
Merekapun pergi makan siang di kedai andalan Diky. Suasana sangat ramai dan penuh canda. Mereka bergembira walau itu adalah pesta perpisahan. Di sudut meja tampak Jason sedang sibuk dengan poselnya. Ia berusaha mengajak Anna untuk ikut bergabung bersama mereka. "Jason, apa kamu tidak mengajak dokter cantik itu kemari?" tanya Diky. "Ya, bawalah gadis itu kesini. Perkenalkan kami pada kakak ipar. " celetuk Miko disambut serentak tawa teman-teman Jason yang lain. "Maafkan aku, Anna sedang sibuk sekarang. Jadwal operasinya begitu padat setelah beberapa hari kami ke Parta." Jawab Jason. "Ayolah Jason, kamu harus mencoba lagi. Hubungi dia sekarang!" bujuk Diky. "Baiklah, aku akan mencoba menghubunginya. "
"Halo.. " suara gadis sedang menyambut telpon dari Jason.
"'Halo An, apa kamu sedang sibuk sekarang? Bagaimana operasi mu hari ini?" tanya Jason.
"Tidak, aku tidak ada jadwal hari ini. Operasi ditunda dua hari lagi karena ada beberapa pemeriksaan lagi. Bagaimana? Apa kamu sudah menyerahkan surat pengunduran diri mu?" kata Anna.
"Ya. Kalau kamu tidak sibuk mau kah kamu makan siang denganku?" tanya Jason.
"Bagaimana dengan teman-teman mu? Apa kamu tidak mentraktir mereka makan? " tanya Anna.
"Nanti akan ku beritahu. Datanglah ke sini......! " kata Jason
"Baiklah. Aku ke sana sekarang. " jawab Anna
Jason menutup telponya dengan raut gembira.
"Bagaimana? Apa gadis itu setuju?" tanya Diky
"hm" jawab Jason sambil tersenyum.
"Lihatlah bagaimana ekspresi wajahnya sekarang. Bukankah terlalu jelas kalau dia sedang jatuh cinta. Hahahaha... " ejek Diky dan disambut oleh gelagak tawa yang lainnya.
***
Dari ujung jalan terlihat kaki mungil itu melangkah anggun. Ya, ia seorang gadis yang memakai gaun berwarna putih sedang melangkah menuju kedai tempat Jason berada. Ketika memasuki kedai ia melihat Jason dan segera menghampiri pria tampan itu. Tak lama berada di dekat Jason ia menyadari beberapa pasang mata telah tertuju padanya. Sontak hal itu membuatnya sedikit cemas. Ia melihat ke arah Jason bermaksud meminta perlindungan. Namun Jason malah tersenyum. Gadis itu segera mengajak Jason pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Ayo Jason! kita pergi ke tempat lain! " kata Anna seraya menarik tangan Jason. Ia tidak mengenali teman-teman Jason.
"Tunggu An, kita tidak perlu pergi. Bukannya kamu yang menyuruhku membawa mereka? " Kata Jason.
"Hah.. apa maksudmu?" kata Anna.
"Mereka semua teman-teman ku." jelas Jason.
Wajah Anna yang panik berubah menjadi lebih santai. Ia pun memperkenalkan diri pada teman-teman Jason.
"Halo semua. Namaku Anna, aku teman Jason. " kata Anna.
"Ternyata memang sangat cantik ya.. Ayolah duduk bergabung bersama kami..! "
kata salah seorang teman Jason.
"Ya.. Terima kasih.. " ucap Anna sambil menduduki kursi di sebelah Jason.
"Akhirnya hari ini tiba juga ya. Setelah sekian lama kami meminta Jason memperkenalkan mu dia selalu beralasan kamu sedang sibuk. " kata Miko.
"Oh.. Jason tidak pernah mengatakan kepada ku bahwa kalian ingin bertemu dengan ku? " kata Anna sambil melihat ke arah Jason. Mereka pun mulai berbincang-bincang. Anna sangat cepat menyesuaikan diri dengan teman-teman Jason.
"Ke rumah sakit saja." jawab Anna.
"Baiklah. Terima kasih sekali Anna untuk hari ini. Kamu sudah mau datang menemaniku. " ucap Jason.
"Sama-sama Jason. Tapi sungguh aku sangat senang hari ini bisa bertemu dengan teman-teman mu. Mereka sangat baik dan lucu." Jawab Anna.
"Oh ya?! Syukur lah kalau kamu senang. Aku sempat khawatir kamu akan merasa tidak nyaman bersama mereka. Tapi kekhawatiran ku tak berdasar. Kamu sangat cepat berbaur dengan mereka. " puji Jason.
"Tentu saja aku dengan mudah berbaur dengan mereka, mereka sangat baik Jason.
" Baiklah kita sudah sampai. Aku hanya mengantar mu sampai disini ya An. " !kata Jason
" Baik.. Terima kasih banyak Jason. " ucap Anna.
"Tak masalah.. Sampai Jumpa lagi Anna" kata Jason.
"ya.. Hati-hati Jason" ucap Anna sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum sepanjang perjalanan menuju ruang kerjanya. Ia merasa sangat senang bisa berkumpul bersama teman-teman Jason. Karena ia sangat terhibur dengan sikap lucu dan baik. Begitupun dengan Jason. Pria itu menyanyi sepanjang jalan pulangnya. Ia merasa sangat bahagia setelah bertemu dengan gadis spesial yang telah menduduki hati dan pikirannya.
***
keesokan harinya..
Para perawat wanita sedang sibuk berbisik saat Jason melintasi koridor sampai ia berhenti di depan ruang kerja Anna.
Tok.. tok..
"Ya.. masuklah! " jawab Anna dari dalam.
Jason masuk dan langsung memberikan sebuah rangkaian bunga mawar putih kesukaan Anna.
"Halo An. Apa kamu sedang sibuk? " kata Jason
"Wow!!! Terima kasih Jason.. Tidak, aku tidak sibuk. Ada apa? " tanya Anna
"Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa aku harus menetap di Parta sampai bulan depan." kata Jason.
"benarkah?" tanya Anna tak ingin percaya ucapan pria itu.
"Ya. Aku perlu mengurus beberapa hal agar aku bisa menjalankan perusahaan di cabang kota ini. " Jelas Jason.
Anna tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya menundukkan kepalanya sejenak.
"kapan kamu akan pergi ke Parta? " tanya gadis itu.
"Siang ini. Sekretaris Feng menjemput ku pukul 1 siang ini. " Jawab Jason.
"Baiklah.. Berhati-hatilah saat kamu bekerja di tempat yang baru. Walaupun perusahaan itu milik keluarga mu, kita tidak pernah tau apa yang sedang menunggumu di sana.. " kata Anna.
"Hm.. Kamu jagalah dirimu baik-baik. Aku pergi dulu An?! " Kata Jason.
"Ya.. " jawab Anna singkat.
Jason pun pergi dengan sesekali menoleh kembali ke arah Anna sampai ia keluar dari ruangan kerja Anna. Tak lama gadis itu pun menyusul Jason yang sedang menuju mobilnya. Dokter cantik itu berlari namun Jason terlanjur pergi. Ia hanya melambaikan tangannya dari kejauhan. Ia terus melakukannya sampai mobil pria itu benar-benar tak terlihat lagi. Ia menatap kosong arah perginya mobil Jason. Ia merasa seperti sedang dicampakkan pria. Bahkan lebih terasa menyedihkan dari pada ditinggal oleh tunangannya yaitu dokter Leo. Anna kembali ke ruang kerjanya dengan langkah lesu.
***
__ADS_1
bersambung....