Pelukan Hangat Polisi Tampan

Pelukan Hangat Polisi Tampan
Angin sejuk


__ADS_3

Udara sejuk yang berasal dari pepohonan sekitar membuat Jason sangat betah berada di taman rumah sakit. Ia duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon rindang yang sangat besar. Sesekali di pejamkan nya matanya untuk menikmati suasana tenang dan menyegarkan itu. Ia merasa sangat nyaman dan tenang karena suasana dan jauh dari rutinitas pekerjaannya. Dari ujung koridor pintu menuju taman Anna sedang memandangi kekasihnya. Ia ikut senang melihat pria tampan itu menikmati istirahat daruratnya. Tak berapa lama ia pun menghampiri Jason dan duduk disamping pria itu.


" Kau di sini?" tanya Anna sambil menyandarkan kepalanya di pundak Jason.


"Hm.. Ini sangat nyaman berada di sini An. " Kata Jason seraya menempelkan kepalanya ke kepala Anna.


"Ternyata kau menikmati sakit mu kali ini Jason" ejek Anna.


"Yah.. Sudah sangat lama rasanya aku tidak menikmati udara segar dengan benar. Setiap hari hampir tak merasakan udara sejuk yang tenang. Selalu disibukan dengan pekerjaan." keluh Jason


"Harusnya kamu meluangkan waktu untuk menyegarkan pikiran mu Jason" kata Anna.


"Tapi An.. Aku ingin pekerjaan ini segera selesai dan bisa mengaktifkan kantor pusat yang ada di kota ini. Aku sudah lelah dan kehabisan gairah berada jauh dari dirimu. " Jelas Jason.


"Apa kamu tau Jason, aku selalu menunggu kabar darimu, saat aku ingin makan, aku bertanya-tanya dalam hatiku apa kamu di sana sudah makan atau belum. Saat aku ingin tidur aku selalu terbayang wajahmu sehingga membuat aku kembali bertanya apakah kamu bisa tidur nyenyak malam ini, apakah kamu cukup istirahat hari ini..? karna aku tau bahwa kamu bekerja sangat keras. Jason, bagaimana pun kamu harus menjaga kesehatan mu. walaupun kamu bertekad untuk segera mencapai keinginan mu untuk memindahkan kantor pusat di kota ini. karena kalau kamu sehat aku baru bisa tenang. Berjanjilah kau akan menjaga kesehatan mu." kata Anna sambil menatap dalam kekasih nya itu.


"Aku berjanji Anna. Aku akan makan tepat waktu dan istirahat yang cukup. Aku berjanji akan menjaga kesehatan ku karena kamu tidak ada di sana untuk merawat ku. Aku juga berjanji akan selalu meluangkan waktu untuk mengabari mu. Aku berjanji Anna. Maaf kan aku telah membuat mu tidak tenang karena memikirkan aku. " kata Jason seraya memeluk erat dokter cantik itu.


Tak selang beberapa saat,


"ehem.. ehem.. " Anya datang bersama dokter Eric menghampiri mereka berdua di taman.


" Anya, Kapan kamu datang? " tanya Anna.


"baru saja, Eric menjemputku di lobi tadi. " jawab Anya.


"Oh iya, Jason perkenalkan ini Anya adikku. " kata Anna.


"Hai Anya, Aku Jason senang bertemu denganmu.. " kata Jason sambil mengulurkan tangan.


" Hai kak Jason. Aku sudah sangat tidak sabar untuk bisa bertemu denganmu. Akhirnya hari ini tiba juga " jawab Anya sambil tersenyum menjabat tangan Jason.


"Bagaimana kalau kita bicara di dalam saja. di sini terlalu berangin. " kata dokter Eric.


"Kau benar Eric. Mari kita masuk Jason. " ajak Anna.


Mereka pun masuk ke ruang perawatan Jason dan duduk di sofa untuk mengobrol. Sambil bertatapan Anna memberikan isyarat pada Anya untuk tidak menanyakan hal yg tidak-tidak pada Jason.

__ADS_1


"Oh iya kak Jason, Aku membawakan buah-buahan untuk mu. Ini terimalah kak..! " kata Anya.


"Wah terima kasih Anya. Harusnya kamu tidak perlu repot-repot membawakan ini Anya. " kata Jason seraya menerima keranjang buah dari Anya dan memberikan nya pada Anna.


"Kalau begitu aku akan mengupas apel ini dulu. Kalian berbincang lah. " kata Anna kemudian pergi mengupas apel itu.


"Aku juga ingin permisi pergi dulu. Masih ada hal yang harus aku kerjakan. " kata dokter Eric.


"baiklah Eric. Terima kasih sudah mengantarkan ku kemari . " ucap Anya.


"Tidak masalah Anya. Sebelum pulang mampirlah ke ruangan ku. Aku akan mengantarmu pulang nanti. " kata dokter Eric dengan senyum tipisnya.


"Hm.. baiklah. " jawab Anya sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku permisi dulu tuan Jason" kata dokter tampan itu kemudian pergi meninggalkan Anya dan Jason.


Suasana mendadak sedikit tegang. Jason mencoba untuk membuka topik pembicaraan dengan Anya.


"Aku tidak pernah tau kalau Anna memiliki seorang adik secantik dirimu." kata Jason.


"Hah.. apa kak Anna tidak pernah menceritakan tentang diriku padamu kak? " tanya Anya.


"Dasar kakak. .!! Apa aku tidak begitu penting baginya? " Kata Anya sebal.


"Apa yang tidak begitu penting Anya? " tanya Anna yang datang membawa sepiring potongan buah.


" Kak, apa aku tidak begitu penting bagi mu? kenapa kakak tidak pernah menceritakan tentang adik mu ini pada kak Jason?" rengek Anya.


"Hahaha.. Anya, kenapa kamu berpikir seperti itu? Tentu saja kamu penting bagi kakak. Tapi, aku dengan Jason baru saja menjalin hubungan. Belum sempat aku menceritakan perihal keluarga kita, kami sudah harus berpisah karena pekerjaannya." terang Anna.


Dokter cantik itu menyuapi Jason dengan potongan buah apel.


"Apa kesibukan mu sekarang Anya? Apa kamu memiliki pekerjaan? " tanya Jason.


"Sampai saat ini aku belum mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan kak Jason. " jawab Anya.


"Memangnya pekerjaan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Jason lagi.

__ADS_1


"Aku ingin bekerja sebagai apa saja asal perusahaan itu menjanjikan. " kata Anya.


"Kalau begitu apa kamu mau bekerja denganku. Jadilah sekertaris ku bersama tuan Feng. " kata Jason.


" Benarkah kak?!! Aku setuju kak.. setuju sekali. " jawab Anya.


"Tapi Jason, bagaimana dengan tuan Feng? " tanya Anna.


" Seperti yang aku katakan tadi, Anya akan bekerja bersama tuan Feng. " terang Jason.


"Baiklah jika kalian sudah memutuskan. " kata Anna sambil menyodorkan buah pada Anya.


Begitu asyik mereka berbincang. . Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamar Jason.


Tok.. tok.. tok...


Segera Anna membuka pintu kamar Jason. Ternyata tuan Feng lah yang mengetuk pintu kamar itu. Namun, tuan Feng tidak datang sendiri. Ada Julie yang berdiri tepat dibelakang pria tua itu. Melihat hal itu mengubah raut wajah Anna yang semula senyum bersemangat melihat kedatangan tuan Feng seketika berubah memancarkan sorot mata yang tajam pada gadis yang berdiri tepat dibelakang tuan Feng. Tetapi dokter cantik itu tetap mempersilahkan mereka masuk.


" Masuklah.. Jason sedang berbincang dengan adikku. Mari bergabung bersama kami. " ajak Anna.


mendengar hal itu Julie tanpa ragu lagi segera masuk mendahului Anna dan tuan Feng. Ia segera menghampiri Jason yang tengah duduk di sofa dengan Anya. Jason!! apa yang terjadi sehingga kamu dirawat di rumah sakit seperti ini? " tanya Julie sambil memeriksa beberapa luka yang ada di wajahmu pria tampan itu.


Jason yang merasa risih segera menepis tangan gadis itu. Ia menghindar dan memberikan jarak dengan Julie.


"Bisakah kamu tenang Julie? ini rumah sakit. Berbicaralah tanpa harus menyentuh ku. " kata Jason.


"Aku mengkhawatirkan mu Jason. Aku sudah menduga hal buruk akan terjadi melihat mu malam-malam nekad pergi menemui gadis itu. " kata Julie.


"Yang kamu sebut gadis itu adalah kekasihku. Kami akan segera bertunangan. " terang Jason.


Anna hanya berdiri menyaksikan pembicaraan Jason dengan Julie tanpa berkomentar apapun. Ia sudah memutuskan untuk percaya pada Jason.


"Tapi karena ingin menemuinya kamu jadi mengalami kecelakaan seperti ini"!! kata Julie sambil menunjuk ke arah Anna.


" berhentilah menyalahkan orang lain untuk apa yang tidak mereka perbuat. Aku kemari atas kemauan ku sendiri. Anna pun tak mengetahui kedatangan ku. Ini terjadi begitu saja. Kalau kamu sudah selesai pergilah Julie. Kamu hanya membuat keributan di sini! " kata Jason.


"Baiklah.. aku juga tidak mau berlama-lama di sini. Kalian lihat saja nanti. Kalian akan menyesal telah mengusir ku hari ini!!. " kata Julie dengan suara lantang kemudian pergi meninggalkan kamar Jason.

__ADS_1


Anna Pun mendekati Jason dan mencoba menenangkan kekasihnya itu.


__ADS_2