Pembalasan Demi Sang Ibu

Pembalasan Demi Sang Ibu
liburan2


__ADS_3

"Berkembang biak? Lu kira gue binatang apa? Al mulut lu masih mau di pake nggak? Kalau enggak sini gue kasih makan ayam" Rizal meremas mulut Alfi.


"Wiiih, seperti nya cuaca disini panas ya? Rasanya gue mau mandi deh" sindir Rendi yang terus berjalan di belakang Alfi.


"Lah katanya mau naik paralayang, sekarang malah mau mandi. Lu gimana sih ren, kok jadi plin plan kayak begini?" Tanya Alfi.


"Au ah, males" Rendi berjalan mendahului mereka bertiga.


"Dia kenapa?" Tanya Alfi. Rizal mengangkat kedua bahunya. Sedangkan Lia memutar mata malas.


"Dia cemburu Al kamu sama Rizal becanda terus. Sedangkan dia kamu cuekin Al" ujar Lia memberi tahu.


"Astaga. Masak hal seperti itu saja dia cemburu?" Alfi menepuk jidatnya.


"Namanya juga cinta Al" ucap Lia.


"Ya udah, gue susul anak itu dulu. Nanti bisa berabe kalau dia Ngembek terus" Alfi sedikit berlari mengejar Rendi. Kira-kira tinggal satu langkah menggapai Rendi, Alfi langsung melompat ke pundak sang bad boy.


"Gendong yang, capek" ujar Alfi manja. Rendi menghentikan langkahnya dan menopang kan kedua tangan di belakang badan nya. Agar Alfi tidak terjatuh.


"Kenapa tidak minta gendong sama si Rizal saja?" Tanya Rendi berjalan tapi sambil menggendong Alfi.


Spontan saja Alfi turun dari gendongan Rendi, dan berjalan sambil menggandeng tangan Rendi dari samping.


"Lu kenapa sih ren? Kan kita nggak pacaran, ngapain juga kamu cemburu?, aneh lu" Goda Alfi.


"Oh jadi harus pacaran dulu baru boleh cemburu? lu tau kan perasaan gue sama lu itu kayak gimana? hargain dikit dong" ucap Rendi sinis.


"mau gue hargain beberapa ren? seribu mau?" seloroh Alfi.


"lu bisa serius nggak Al?" wajah Rendi kembali masam seketika.


"Hehe ya bisa lah, tapi nggak gitu juga sih konsepnya Rendi." Alfi tertawa.

__ADS_1


"Jadi lu maunya bagaimana sih Al. Kan gue sudah bilang sama lu. Kalau lu sekarang cuma milik gue. Lu nggak boleh dimiliki oleh orang selain gue. Lu ngerti nggak sih?" Ucap Rendi malas.


"Iya-iya, gue ngerti. Sorry ya ren" bujuk Alfi.


"Hmmm" jawab Rendi mempercepat langkah nya.


Di belakang, Lia dan Rizal sedang asyik berjalan sambil mengobrol. Mereka tertawa dan bersenda gurau.


"Rat lu mau nggak jadi cewek gue. Jujur gue suka sama lu sejak pandangan pertama" tembak Rizal tanpa basa basi.


"Haa? Serius?" Lia tenganga mendengar penuturan Rizal.


"Iya serius." Jawab Rizal.


"Memang kamu suka sama aku karna apa?" Tanya Lia. Lia hanya ingin memastikan kalau Rizal memang menyukai Lia tanpa embel-embel fisik Ratna.


"Sikap lu yang buat gue jatuh cinta. Jarang cewek yang punya sikap kayak lu. Bagaimana lu mau kan?" Tanya Rizal lagi. Lai mengangguk kan Kepala tanda menerima Rizal.


"Makasih ya rat" Rizal beralih memeluk Lia.


"Ayo jalan. Nggak enak nanti sama Alfi dan Rendi" ajak Lia mulai melangkah kan kakinya kembali.


"Lama banget kalian. Hayo ngapain kalian di belakang?" Gurau Rendi.


"Kalian saja yang jalannya kecepatan. Iya kan yank?" Ujar Rizal.


"Yank?" Beo Alfi menaikan satu alisnya.


Sedang kan Lia menatap Alfi dengan mesem-mesem.


"Oh jadi kalian sudah pacaran? Bagus kalau begitu. Jadi lu Al nggak boleh lagi kegatelan sama si Rizal" Rendi menoel hidung Alfi.


"Ye yang kegatelan siapa coba. Kamu saja yang cemburuan" protes Alfi tak terima.

__ADS_1


"Sudah-sudah, dari tadi berdebat terus. Mendingan kita segera naik yuk. Nanti keburu sore." Tegur Rizal.


Mereka berempat menaiki paralayang untuk memanjakan mata masing-masing. Setelah puas barulah mereka menjajal setiap wahana yang ada di puncak.


Tak terasa magrib baru mereka sampai di penginapan. Mereka segera membersihkan diri dan memilih untuk segera beristirahat.


Alfi dan Lia memilih duduk di sofa sambil mengobrol. mereka berdua tertawa terbahak-bahak ketika mengingat ekspresi Rizal yang sangat ketakutan ketika menaiki Beberapa wahana yang lumayan ekstrim. lalu Liq bersemu malu ketika Alfi menggoda dia yang sedang kasmaran dengan Rizal.


"Al besok malam jadikan?" Tanya Lia sambil berbisik-bisik.


"Jadi lah, Kita pulangnya pagi. Malamnya baru kita beraksi." Jawab Alfi dengan suara lemah. Lia mengangguk menyetujui rencana Alfi.


"Woy kalian ngomongin apa sih?" Tanya Rendi yang datang langsung memeluk kepala Alfi.


"Nggak ada kok. Besok kita pulang pagi kan?" Tanya Alfi menatap Rendi.


"Iya. Kenapa memangnya?" Tanya Rendi.


"Hehe, besok ada mata kuliah yang masuknya siang. Jadi kami harus ke kampus" jawab Alfi jujur.


"Oh begitu." Rendi menarik tubuh Alfi agar lebih rapat dengan tubuhnya.


"Rizal mana?" Tanya Alfi.


"Gue suruh beli makanan ke luar. Palingan bentar lagi pulang" jawab Rendi.


Dan benar saja, tak lama berselang Rizal datang dengan menenteng plastik hitam besar yang berisi kan makan malam dan beberapa Snack.


"Ayok makan!" Ajak Rizal.


Mereka menyerbu makanan dan langsung menghabiskan nya.


"Al nanti gue mau bicara serius sama lu." Bisik Rendi.

__ADS_1


"Bicara apa? Gue salah apa lagi?" Tanya Alfi bingung.


"Nanti gue bilangin setelah makan. Sekarang habiskan makan malam lu" ujar Rendi kembali menyuap nasi ke mulut nya.


__ADS_2