Pembalasan Demi Sang Ibu

Pembalasan Demi Sang Ibu
berpisah


__ADS_3

Kejadian yang telah memporak porandakan jagad Maya mempuat Rendi diam tak berkutik. Bagaimana tidak, orang yang paling dia cintai ternyata adalah dalang dari pembantai an tersebut.


Pagi itu Rendi di kejutkan dengan berita yang berseliweran di televisi. Di berita itu menceritakan seorang ponakan tega menghabisi nyawa Paman nya sendiri. Dan beberapa foto Alfi di tampil kan di layar televisi sebagai buronan. Tak lupa berita itu juga meliput kejanggalan yang terjadi pada tubuh Ratna yang tiba-tiba berubah menjadi busuk dalam hitungan menit.


"I-ini benar kah lu Al?" Gumam Rendi tidak percaya.


"Bagaimana lu bisa seperti ini? Pantas saja dari semalam gue hubungi nomor lu nggak aktif Al." Ujar Rendi menggusur sambut nya.


"Dan bagaimana mungkin tubuh Ratna membusuk dalam sekejap? Apa sebenarnya yang telah terjadi? Apa sebenarnya yang lu sembunyikan dari gue Al. Apa?" Kali ini Rendi berteriak frustasi.


Tak lama berselang Rizal datang mengetuk pintu kosan Rendi.


"Ren?" Ujar Rizal.


"Masuk zal, pintunya tidak di kunci" sahut Rendi dari dalam.


"Lu udah dengar kabar_" ucapan Rizal terpotong.


"Iya zal, gue udah dengar kok. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi zal. Dan gue yakin mereka salah orang zal" Rendi menangis sesenggukan.


"Lu yang sabar ren. Gue juga sedang terpuruk kayak lu kok. Dan lebih tragis lagi percintaan gue ren. Lu tau kan tubuh Ratna di temukan membusuk dalam sekejap. Kalau logika lu bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" Tutur Rizal berusaha menenangkan Rendi.


"Sekarang kemana gue harus mencari jawaban atas semua ini zal. Sedangkan Alfi belum di temukan sampai saat ini. Apakah masih ada kemungkinan dia untuk hidup?" Tanya Rendi sendu.


"Jawabannya hanya satu ren. Ayo ikut gue ke tempat kejadian, biar lu bisa menganalisa sendiri apa yang telah terjadi sebenarnya." Ajak Rizal.


Rendi dan Rizal memutuskan untuk berangkat ke kampung Alfi. Namun bukan pergi ke rumah tempat pembantaian, Rendi memutuskan untuk langsung pergi ke jurang tempat Alfi mengakhiri hidupnya.


Disana para polisi masih melakukan pencarian, Tapi hasilnya masih nihil. Alfi ataupun jasadnya masih belum di temukan. Kemungkinan besar tubuh Alfi sudah habis di makan binatang buas.


"Sampai kapan pencarian ini akan di langsung kan pak?" Tanya Rendi.

__ADS_1


"Sampai ada perintah dari atasan. Saudara ini siapa ya?" Tanya polisi.


"Saya cuma sekedar teman satu kuliah dengan pelaku. Saya penasaran apa yang terjadi sebenarnya" jawab Rendi terpaksa berbohong. Karna kalau mengaku sebagai pacar Alfi, maka Rendi pasti akan di mintai keterangan tentang kasus ini. Itu akan menyita waktu Rendi dalam mencari Alfi.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak" Rendi dan Rizal berjalan menjauhi keramaian.


"Ren lu mau kemana?" Tanya Rizal.


"Gue mau cari Alfi zal. Lu balik duluan saja. Nanti sepertinya gue baliknya agak malam" ujar Rendi sambil menerobos semak belukar yang menjulang tinggi.


Rizal tak mau tinggal diam. Dia mengikuti setiap langkah Rendi karna Rizal takut nanti Rendi kesasar sendirian.


"Lu kenapa nggak balik saja sih zal. Gue bisa sendiri kok" ucap Rendi.


"sejak lu ngajak gue liburan di puncak. Saat itu lah gue udah nganggap lu sebagai saudara gue ren. Jadi kemana pun lu pergi gue akan ikut" jawab Rizal.


"Lu tau juga kan gue selama ini nggak punya teman. Dan kalian bertiga lah teman gue satu-satunya nya." Sambung Rizal.


"Berdoa ren, semoga kita nggak nyasar, karna hutan ini belum pernah jamah sebelum nya. hehe" Rizal tertawa menghibur Rendi.


Sebenarnya Rizal juga merasakan kehilangan, karna Ratna pacar barunya telah ikut Handil dalam pembunuhan tersebut. Namun entah kenapa hati Rizal tidak terlalu sakit seperti Rendi. Mungkin karna mereka baru mengenal satu sama lain.


"Ren udah sore, seperti nya sebentar lagi malam ren. Ayo kita balik ke tempat warga, takutnya nanti ada binatang buas yang mengincar kita. Gue belum mau mati ren" ajak Rizal.


Mau tidak mau akhirnya Rendi mengikuti saran dari Rizal. Mereka berdua kembali ke pemukiman warga. Rendi juga tidak mau mengambil resiko untuk sahabatnya itu.


Setelah sampai di tempat motor mereka di parkir kan Rendi dan Rizal memacu motor nya untuk pulang ke rumah orang tuanya mereka masing-masing.


"Dari mana ren?" Tanya mama dari Rendi.


"Habis nengok tempat pembunuhan itu ma" ujar Rendi lelah.

__ADS_1


"Alfi itu cewek yang pernah kamu bawa kerumah waktu itu kan?"


"Iya ma" jawab Rendi singkat.


"Owalah, kok bisa-bisanya kamu berteman dengan pembunuh ren. Tapi syukurlah kalau dia sudah di nyata kan mati. Mama bisa bernafas lega" ujar mama Rendi mengeluar isi hati nya.


"Kok Mama ngomong seperti itu? Aku yakin kalau Alfi tidak bersalah ma. Karna Rendi lah yang tau seluk beluk Alfi itu seperti apa" ujar Rendi berlalu meninggalkan mamannya. Sedangkan Rizal juga sudah pulang ke rumah orangtuanya di kampung sebelah.


"Ada apa dengan Rendi?" Gumam mama Rendi.


"Aaaaaaaaaaaarrrrrhhhhhhggg" Rendi berteriak sekuat tenaga dan membanting semua barang-barang yang ada di kamar miliknya.


Semua barang itu terhempas dengan berkeping-keping. Tak puas sampai di situ Rendi meninju dinding kamarnya menggunakan buku tangan nya. Dan seketika tangan itu mengeluarkan dar*ah segar.


"Al? Lu dimana? Jangan tinggalin gue Al. Gue tau lu pasti punya alasan kenapa lu melakukan perbuatan kejam seperti itu. Tolong lu jelasin sama gue al" Lirih Rendi.


"Ren kamu kenapa?" Tanya sang mama khawatir. Karna dia mendengar sesuatu yang pecah dari dalam kamar anaknya.


"Nggak ada ma. Rendi nggak kenapa-napa" jawab Rendi dengan suara parau.


"Tinggalkan Rendi sendiri" pinta Rendi.


"Al, baru saja gue ngarasain kebahagiaan sama lu. Tapi kenapa lu ninggalin gue Al? Apa lu nggak ingat saat-saat kita di puncak Al. Gue sayang lu Al" lagi-lagi Rendi menumpahkan sesak di dadanya.


Karna sudah lelah Rendi segera merebahkan tubuhnya dan membuka ponsel miliknya. Satu persatu foto kenangan dia dengan Alfi di buka oleh Rendi. Ada secarik senyuman yang terlukis di bibir Rendi tak kala melihat foto Alfi dengan gaya yang menggemaskan.


Rendi juga memutar video ketika mereka berdua tidur di penginapan, bermain paralayang, dan masih banyak lagi video lain nya yang Rendi abadikan.


Rendi sengaja merekam secara diam-diam agar menjadi recomendasi di masa depan. Atau lebih tepatnya ketika Rendi merindukan Alfi, Rendi bisa memutar video itu.


Dan feeling Rendi benar saja adanya. Sekarang Alfi meninggalkan Rendi tanpa tau rimba nya dimana.

__ADS_1


Rendi masih berharap untuk Alfi kembali di sisinya. Dan rendi akan berusaha untuk ikut andil dalam pencarian itu. Bagi Rendi tidak masalah kalau memang Alfi sudah tiada, tapi Rendi bisa melihat jasadnya untuk yang terakhir kalinya.


__ADS_2