Pembunuh Bayaran Sang Bucin Sejati

Pembunuh Bayaran Sang Bucin Sejati
Buaya Di Kadali


__ADS_3

***


Wilayah Bandara Helsinki, ketinggian 2000 meter di atas permukaan tanah.


Raka bersiap terjun dari pesawat yang sebentar lagi akan mendarat di landasan Helsinki.


Akan tetapi, Raka tidak turun di Bandara, melainkan langsung terjun dari pesawat menggunakan parasut dan Wingsuit.


Dia akan melakukan manuver dan langsung masuk ke dalam salah satu apartemen di pusat kota Helsinki untuk membunuh salah satu target politisi korup yang sudah mengeruk uang negara sebanyak 313 triliun dan kabur ke Finlandia.


“Kode nama Gibran siap meluncur!” kata kapten pesawat melalui saluran radio.


Raka sudah memakai wingsuit dan juga tas berisikan parasut. Lalu menyuntikan obat yang diraciknya sendiri untuk meningkatkan konsentrasi, menghilangkan rasa sakit dan juga meningkatkan massa otot agar bisa bergerak lebih gesit.


Alina sudah dibangunkan di kamar hotel Horizon bernomor 313, dan didudukkan dengan kedua tangan serta kaki diikat, juga mulut dilakban.


Dia melihat Raka dari CCTV yang terhubung di dalam pesawat jet pribadi juga Gasm Mask yang dipakai oleh Raka. Monica tidak menjelaskan apa pun, hanya membuat Alina untuk menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika Raka adalah seorang pembunuh bayaran.


Setelah menyuntikan ramuan yang dinamakan Booster oleh Raka. Dia menuju pintu keluar pesawat dan langsung terjun dengan melompat.


Dalam keadaan melayang terjun, Raka merakit senjata magnum rifle dan memberinya peredam agar ketika menembak targetnya tidak didengar oleh orang lain.


Alina yang sedang melihat Raka hanya bisa terdiam karena mulutnya dilakban Dia hanya bisa melebarkan mata dan bingung apa yang sedang dilakukan oleh Raka.


Akan tetapi, saat Raka berhasil mendarat di salah satu rooftop gedung apartemen tertinggi di Helsinki dan mengeluarkan senjatanya itu dan menembak pria berjas hitam, Alina baru paham.


“Mmmm ….” Alina hanya bisa menggumam dengan air mata mengalir deras dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Monica yang melihat dari monitor laptopnya hanya bisa tersenyum puas melihat Alina tersiksa batinnya dengan mengetahui jika Raka adalah seorang pembunuh bayaran.

__ADS_1


Raka menuruni setiap lantai untuk menuju kamar 224 lantai 25. Hampir semua lantai dijaga pria berjas hitam. Rupanya rencana pembunuhan mantan Menteri Pertanian itu telah bocor dan yang memberikan informasinya Monica sendiri.


Pria yang memakai wingsuit itu melepas pakaiannya dan menarik salah satu mayat pria berjas hitam untuk mengambil pakaiannya dan menyamar menjadi penjaga berjas hitam tersebut.


Raka adalah orang yang sangat pintar, hanya dalam sekali lihat dia sudah tahu situasinya. Bahwa misi ini telah bocor ke tangan musuh, maka dengan mudahnya Raka mengubah rencananya dengan menyelinap masuk menyamar sebagai salah satu anak buah musuhnya.


“Mau ngadalin buaya, mimpi!” Raka mengganti magazine peluru khusus. Peluru itu mempunyai efek korosi, jika terkena, maka tubuh akan luruh menjadi debu.


Satu persatu setiap penjaga dihancurkan oleh Raka dengan tembakannya yang sangat akurat dari jarak 20 meter.


Alina yang sedang melihat dari TV LCD besar yang terhubung dengan satelit Kolaborator yang telah meretas sistem keamanan Apartemen Helsinki, Air matanya tumpah semakin banyak melihat kekejaman Raka menghabisi setiap penjaga.


“Kenapa mas Raka kau begitu kejam membunuh orang yang tak berdosa?” batin Alina dengan perasaan sedih seperti disayat-sayat ribuan silet.


Monica yang berada di kamar yang lain tertawa puas melihat Alina mentalnya ambruk setelah melihat Raka membantai semua penjaga dengan kejam.


“Raka, Alina selamanya akan membencimu, hahaha …. Kamu sekarang akan menjadi milikku. Tidak ada wanita yang pantas bersanding denganmu kecuali aku, hahaha ….”


“Shit! Kau enak-enakkan disini. Tapi rakyat disana menderit semua karenamu, kamu memang pantas mati,” gumam Raka dengan menggertakkan gigi.


Gagang pintu yang menggunakan kunci akses kartu tersebut ditembak oleh Raka agar rusak dan bisa dibuka.


Suara tembakan pistol Raka tidak terdengar, sebab menggunakan peredam buatannya sendiri yang mampu meredam suara dan getaran sekeras apa pun.


Monica mengalihkan pandangan CCTV yang terhubung dengan TV LCD yang berada di kamar Alina dengan pandangan CCTV yang berada di kamar sang Menteri.


Alina melihat sang Menteri sedang bergumul dengan dua orang gadis. Lalu Raka masuk dan langsung menodongkan pistol magnum rifle pada sang mantan Menteri yang ternyata adalah paman ipar dari Alina, yakni Praaditya Sutedja.


Gadis berambut perak itu menangis sejadi-jadinya dan itu diluar dugaan Monica. Kalau misi pembunuhan itu ternyata targetnya adalah Pradit Sutedja, paman ipar dari Alina dan mantan suami dari adik perempuan ayahnya yang telah lama meninggal.

__ADS_1


Saat Raka menarik pelatuknya, Alina tambah histeris dan ingin melepaskan dari ikatan yang telah menjerat kedua kaki serta tangannya.


Namun itu sia-sia ikatannya terlalu kuat. Alina juga sudah tak bisa menolong lagi Pradita saat timah panas tepat mengenai dahinya dan Raka juga menghabisi kedua wanita itu untuk menghilangkan bukti.


Raka mengacungkan jempol ke arah CCTV di sudut kamar sang mantan Menteri. Untuk menyuruh Abel menghapus semua rekaman CCTV di apartemen Helsinki tersebut.


Setelah itu Raa keluar dari jendela dengan memecahkan kacanya. Lalu keluar dari jendela tersebut dengan berjalan di dinding apartemen menuju rooftop dengan sepatu khusus miliknya yang bisa berjalan menempel di dinding.


Sudah ada drone helikopter yang sudah menunggunya untuk membawanya ke Bandara Helsinki. Sebab Raka akan langsung bertolak kembali ke tanah air.


***


Keesokan siangnya, Rumah sakit Mitra Plumbon.


Raka sudah kembali ke rumah sakit dengan tubuh lumpuh sementara. Dia terkena efek penggunaan cairan booster dan merasakan rasa sakit 100 kali lipat selama 1 jam terakhir dan kondisinya sekarang sudah pulih.


Raka membuka matanya dan melihat Alina berada di tempat tidur yang berada di samping kiri tempat tidur Raka, sama-sama baru terbangun.


Monica sengaja melakukan hal ini sebagai kejutan untuk Raka. Setelah menyiksa mental dan batin Alina bertubi-tubi dengan memperlihatkan Raka yang sedang membunuh paman ipar yang paling dibencinya.


Walaupun sangat benci pada paman iparnya itu, tetap saja dia adalah mantan suami dari bibinya yang telah lama meninggal terkena kanker Leukimia.


Alina mengerjakan mata dengan tubuh yang masih lemas setelah terkena tembakan kejut yang membuatnya pingsan.


Matanya yang sayu berubah menjadi nanar saat melihat Raka, ”Dasar pembunuh!” teriak Alina sambil melemparkan bantal dan apa saja yang berada di dekatnya ke arah Raka.


Pria berambut hitam tersebut merasa tubuhnya untuk turun dari tempat tidurnya dan berjalan agak cepat mendekati Alina yang sedang mengamuk.


“Alina, ada apa? Siapa yang pembunuh?” tanya Raka yang memang tidak tahu tentang rekayasa yang dibuat oleh Monica pada Alina.

__ADS_1


“Kau! Kau pembunuh pamanku! Kau telah menghabisi pamanku Pradita Sutedja kemarin kan? Hah! jawab!” teriak Alina dengan bibir bergetar.


__ADS_2