
Raka dan Alina masuk ke dalam halaman gedung yang terbengkalai. Ini merupakan tempat transit sebelum merekaa menuju markas utama di seberang gedung ini.
Para anggota geng Raja Naga menggeledah Raka dan Alina. Mereka membuang alat komunikasi milik Raka dan Alina ke sembarang arah, supaya mereka berdua tidak punya kesempatan menghubungi pihak luar. Mereka sangat waspada terhadap Alina dan juga Raka.
Raka hanya menyunggingkan senyum, sudah ada ribuan cadangan rencana yang tertata rapi di dalam otaknya. Sebelum Able dan ayah Alina ada ditangan Raka, dia tidak akan mengeksekusi rencananya.
Maka dari itu, dia hanya menuruti semua prosedur pengamanan ketat yang dilakukan oleh anggota geng Raja Naga.
Setelah penggeledahan selesai, mata Alina dan Raka ditutup dengan kain tudung kepala berwarna hitam. Kemudian merekaa berdua digiring ke salah sat mobil Jeep Rubicon.
“Tenanglah!” Raka memegang tangan Alina yang sangat gemetar untuk menenangkannya, “Semuanya akan baik-baik saja. Aku berjanji selama nafasku tertulis namamu maka aku menjamin atas keselamatanmu dan ayamu.”
Alina menghela panjang dan masuk bergantian ke dalam mobil jeep Rubicon yang akan membawa mereka berdua bertemu Narendra dan juga Daniel.
Akhirnya mereka sampai di apartemen Residence Koja. Mereka berdua ditodong pinggangnya untuk keluar dari mobil, lalu dibuka tudung kepala yang menutupi wajah mereka berdua.
Raka mengernyit, dia ternyata salah duga.Tempat ini bukan markas Geng Raja Naga. Tapi milik organisasi Black Palanx, atasan dari geng Raja Naga dan merupakan seteru Raka di dunia bawah.
“Sial, ini takan mudah jika harus berurusan dengan merekaa,” batin Raka menekuk mukanya.
Dengan tekad yang kuat, Raka menggenggam lembut tangan Alina dan berjalan beriringan. Mereka berdua saling menguatkan satu sama lain disaat kondisi genting seperti ini.
Para anggota geng Raja Naga yang membawa Alina dan Raka mengiring mereka berdua masuk ke dalam lift yang mengantarkan mereka berdua ke rooftop gedung Apartemen Residence Koja.
Sesampainya di rooftop yang memiliki kolam renang, Abel dan Verald sedang diikat di kursi dengan dua pria berjas hitam menodongkan pistol ke kepala mereka berdua.
“Hahaha ….Lihat Verald! Putrimu datang, hahaha ….” Daniel tertawa girang sambil menunjuk pria paruh baya yang masih tampan dan menolak tua tersebut.
__ADS_1
Raka maju ke depan meja Daniel daan menaruh tas berisikan komputer yang menyimpan uang 100 miliar. “Ini uang yang kamu inginkan! Lepaskan Abel dan ayah Alina!” pinta raka dengan raut wajah dingin.
“Kenapa terburu-buru GR?” Sosok pria yang berada di kursi yang bisa berputar tiba-tiba bicara dan memutar kursinya menghadap ke arah Raka, “Bukankah lebih seru jika kita bermain?”
"Aku datang atas nama sahabatku dan juga ayah Alina. Seharusnya tidak ada urusannya antara aku dan Black Palanx. Ku kasih uangnya dan masalahnya selesai," tegas Raka dengan menatap tajam bos dari Organisasi Black Palanx bernama Steven.
“Tentu ada, karena Daniel membayar anak buahku Narendra untuk menagih hutang pada ayah Alian. Berarti itu semua juga tanggung jawab Organisasi Black Palanx —”
“Apa maumu?” potong Raka dengan mengeraskan rahangnya karena Steven terlalu bertele-tele.
Alina hanya bisa berlindung di belakang tubuh Raka dengan tubuh gemetar. Dia tak bisa melakukan apa-apa, sebab mereka berdua telah dikepung oleh 100 orang di berbagai sisi.
“Da-daniel, aku mohon lepaskan ayahku. A-aku sudah membawa uangnya kan?” pinta Alina.
“Tidak, aku ingin melihat laki-laki yang telah mempermalukanku mati di depanmu. Aku tahu dia laki-laki yang tiga tahun tidur bersamamu di kamar hotelmu —”
Verald langsung menatap nanar Raka, darahnya mengalir ke ubun-ubun dan raut muka merah padam.
Abel pun hanya bisa menunduk pasrah mendengar penuturan Daniel, dia tak menyangka Raka melakukan hal tersebut pada Alina.
“Kenapa? Bukankah kau sangat menikmati laki-lai ini? Sampai-sampai kau memutuskan pertunangan kita hanya demi dia —”
“Diam Daniel! Aku memutuskan pertunangan kita bukan demi Raka. Tapi karena aku, karena aku …. Aku tak pantas untukmu Daniel, aku, aku kotor, hiks-hiks ….”
Alina terduduk lemas di belakang tubuh Raka dengan menangis sesenggukan dan bertambah geram Verald terhadap Raka.
Akibat perbuatan Raka yang tak senonoh pada Alina, Verald harus menanggung malu dan memutuskan pernikahan Alina yang tinggal seminggu lagi. Ditambah lagi semua proyek kerjasama dengan perusahaan milik Daniel dibatalkan dan Verald harus menanggung hutang pada Daniel sebesar 100 miliar atas ganti rugi perusahaannya.
__ADS_1
Raka membalikan badan dan menegakan tubuh Alina. Lalu memeluknya, “Alina aku memang telah membuatmu kotor. Tapi aku bukan laki-laki yang mengumbar mantan pasangannya di depan umum. Aku berjanji tidak akan lagi membuatmu air matamu jatuh.”
Raka menyeka air mata Alina dan menoleh ke arah Daniel dengan tatapan tajam, “Jika kamu hanya ingin mempermalukan Alina di depan semua orang, maka kau juga teh mempermalukanku. Apakah kamu tahu nasib semua orang yang telah mempermalukanku itu bagaimana hasilnya? …. Mati!”
Tiba-tiba, tidak ada hujan dan tidak ada angin, satu persatu anak buah Steven tumbang dengan kepala tertembus peluru.
Anggota Hantu Malam telah berada di setiap gedung yang berseberangan dengan gedung apartemen Residence Koja untuk mengamankan Raka dan membantunya dengan menembak setiap anak buah Steven dengan senapan Rifle SVD 12. Anggota Hantu Malam merupakan para penembak jitu yang dilatih langsung oleh Raka.
Steven langsung tertawa terbahak-bahak melihat anak buahnya tewas oleh anggota hantu malam yang dimiliki oleh Raka.
“Hahaha …. Aku senang! Aku senang! Kau selalu memberiku permainan yang sangat menarik. Aku takan ikut campur lagi urusan kalian, hahaha …..”
Daniel dan Narendra langsung tengkurap dengan raut wajah seputih kertas. Mereka tidak menyangka akan ada serangan dadakan. Padahal mereka sudah melakukan penjagaan ketat dan menyisir wilayah dalam radius 1 km tapi tetap saja tak mampu menghentikan anggota Elite Hantu Malam milik Raka yang terkenal selalu senyap dalam membunuh.
"Terima tas ini dan masalah kamu dengan Alina selesai. Jika tidak, maka semua geng Raja Naga dan perusahaanmu akan aku hancurkan!” teriak Raka dengan tatapan tajam pada Daniel dan Narendra.
Dengan menganggukan kepala, Daniel menerima tas yang dilemparkan oleh Raka. Semua anak buah Steven tewas tidak ada yang tersisa dan Steven sendiri kabur dengan tersenyum puas.
“Semuanya sudah selesai. Ayo kita buka ikatan Abel dan ayahmu!" kata Raka sambil memeluk pingga ALina yang masih syok setelah melihat semua anak buah Steve tewas dengan dahi tertembus peluru.
Raka melepaskan Abel dan Verald dari ikatan yang menjerat tangan dan kakinya. Alina berdiri mematung, dia syok berat tidak bisa menerima situasi yang begitu mengerikan di depannya. Verald pun syok sama seperti Alina, lututnya gemetar sampai terkencing-kencing.
“Tuan, anda tidak apa-apa?” tanya Raka pada Verald.
“Bonjot sialan! Seharusnya kau juga mengkhawatirkanku. Mentang-mentang bapak ini calon mertuamu jadi kau tega, hmph! Aku tak —”
“Tenanglah Cungkring! Aku sudah mentransfer uang 100 milyar ke rekeningmu sebagai kompensasi atas semua ini, puas,” potong Raka dan membuat Abel tersenyum lebar.
__ADS_1